Rahasia Warna Cerah Jeruk: Pigmen Karotenoid yang Kaya Manfaat bagi Tubuh

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: Health Kompas

Sumber foto: Health Kompas

Warna jingga yang cerah pada buah jeruk bukan sekadar pemikat mata. Di balik tampilan itu, tersimpan pigmen karotenoid atau senyawa alami yang memberi warna khas merah, kuning, hingga jingga pada berbagai buah dan sayuran. Lebih dari sekadar pewarna, karotenoid berperan sebagai pelindung sel dari berbagai bentuk kerusakan.

Karotenoid sendiri merupakan senyawa hidrokarbon yang memberikan rona khas pada tanaman (El-Rahman, et al., 2019). Dalam buah jeruk, terdapat beberapa jenis karotenoid utama, antara lain β-kriptoxantin, β-karoten, dan lutein. β-kriptoxantin berfungsi sebagai provitamin A dan bekerja melindungi sel dari stres oksidatif.

β-karoten memiliki fungsi serupa: menjadi sumber vitamin A sekaligus bertindak sebagai antioksidan untuk menangkal kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, lutein dikenal berperan besar dalam menjaga kesehatan mata dan memberi perlindungan antioksidan tambahan.

Meski tampilannya sederhana dan akrab di mata, karotenoid menyimpan manfaat yang signifikan bagi tubuh. Sebagai super-antioksidan, pigmen ini bekerja meredam efek buruk radikal bebas yang dapat merusak sel. Mengonsumsi jeruk secara rutin dapat menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesehatan. Beberapa manfaat penting karotenoid antara lain:

Baca Juga :  Toleransi Antar-Mazhab: Mengapa Perbedaan Fikih Tidak Pernah Mengancam Islam

Karotenoid memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sehingga membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas. Kandungan β-kriptoxantin dan β-karoten juga menjadikan jeruk sebagai sumber vitamin A yang penting untuk fungsi tubuh.

Selain itu, peran lutein dalam menjaga kesehatan mata membuat jeruk menjadi pilihan buah yang selaras dengan kebutuhan nutrisi harian. Karotenoid juga berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk kanker, karena kemampuannya memengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi sel serta melindungi DNA dari kerusakan.

Untuk memaksimalkan manfaat karotenoid, buah jeruk sebaiknya dikonsumsi utuh agar tubuh memperoleh serat dan nutrisi secara optimal. Mengonsumsi jeruk bersama sumber lemak sehat juga dapat meningkatkan penyerapan karotenoid secara lebih efektif.

Baca Juga :  Revolusi Dunia Kerja Generasi Z

Warna jingga terang pada jeruk bukan sekadar estetika alam. Ia menjadi pertanda hadirnya nutrisi penting yang mendukung tubuh tetap sehat. Mengonsumsi jeruk bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menjadi langkah sederhana berinvestasi bagi kesehatan jangka panjang—membuat hidup terasa lebih segar dan masa depan lebih cerah.


Referensi:

  • El-Rahman, Mokhless A. M. Abd., Darwish, Soumia M. I., Megali, Hamada K. H., El-Hakim, Hassan I. Abd. (2019). Characterization of β-carotene Extracted from Orange Peels and its Use as a Natural Colorant and Antioxidant in Ice Cream. Egyptian Journal of Food Science, vol. 47 (2), (pp. 173-185).
  • Maleta, Hana Susanti., Indrawati, Renny., Limantara, Leenawaty., Brotosudarmo, Tatas Hardo Panintingjati. (2018). Ragam Metode Ekstraksi Karotenoid dari Sumber Tumbuhan dalam Dekade Terakhir (Telaah Literatur). Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, vol. 13 (1), (pp. 40-50).

Penulis : Dhia Lintang Susanti | Prodi Teknologi Pangan | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Barat Terombang-ambing: Banjir Berulang, Solusi Tak Kunjung Tuntas
Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran
Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Jakarta Barat Terombang-ambing: Banjir Berulang, Solusi Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIB

Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran

Berita Terbaru