Trading Forex Ilegal dan Wajah Baru Judi Online

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus seorang ibu rumah tangga berinisial SW, 29 tahun, di Lubuklinggau yang diduga menilap uang perusahaan hingga ratusan juta rupiah untuk menutup kerugian trading forex ilegal, menyibak persoalan yang jauh melampaui tindak pidana individual.

Peristiwa ini menyingkap wajah baru judi online yang semakin lihai menyamar sebagai aktivitas investasi, sekaligus memperlihatkan rapuhnya ketahanan ekonomi dan literasi keuangan sebagian masyarakat.

Informasi yang beredar menyebutkan, SW menyalahgunakan keuangan perusahaan tempat ia bekerja untuk menutup kerugian dari aktivitas yang diklaim sebagai trading forex. Praktik semacam ini kerap dibungkus narasi investasi modern, lengkap dengan istilah teknis dan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Padahal, banyak platform tersebut beroperasi di luar pengawasan otoritas resmi dan lebih menyerupai skema spekulatif berisiko tinggi. Dalam konteks ini, batas antara investasi dan perjudian sengaja dikaburkan.

Baca Juga :  Perlindungan Hukum bagi Kreditur dalam Perjanjian Jaminan Fidusia

Kasus di Lubuklinggau mencerminkan pertemuan sejumlah faktor yang saling memperkuat. Tekanan ekonomi rumah tangga, minimnya pemahaman tentang risiko keuangan, serta gencarnya promosi digital menciptakan jebakan yang sulit dihindari.

Ketika kerugian mulai menumpuk, dorongan psikologis untuk “balik modal” kerap mendorong individu mengambil keputusan irasional, termasuk tindakan yang melanggar hukum. Dari titik inilah, persoalan personal berubah menjadi masalah sosial.

Namun, sorotan tidak seharusnya hanya tertuju pada pelaku. Perusahaan tempat kejadian berlangsung juga perlu melakukan evaluasi serius terhadap sistem pengawasan internal. Lemahnya kontrol keuangan, minimnya pemisahan kewenangan, serta absennya audit berkala membuka ruang terjadinya penyimpangan. Penguatan standar operasional prosedur, transparansi arus dana, dan pembatasan akses terhadap keuangan perusahaan merupakan langkah preventif yang tidak bisa ditawar.

Baca Juga :  Puskesmas Kajen I Hadirkan “SYANDI” untuk Layani Kesehatan Penyandang Disabilitas hingga Tingkat Desa

Lebih luas lagi, negara dihadapkan pada tantangan serius dalam menghadapi ekspansi judi online berkedok investasi. Penegakan hukum yang tegas terhadap platform ilegal harus diiringi dengan edukasi publik yang berkelanjutan. Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, melainkan juga kecakapan mengenali risiko, memahami regulasi, dan bersikap kritis terhadap tawaran keuntungan instan.

Kasus SW seharusnya dibaca sebagai alarm kolektif. Judi online tidak hanya menggerus ekonomi individu, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial dan kepercayaan di lingkungan kerja. Tanpa langkah sistematis dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, praktik serupa akan terus berulang dengan korban yang kian beragam.

Penulis : Santio Mariyansi | Institut Teknologi Muhammadiyyah Sumatera

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perspektif Mahasiswa: Membaca Sisi Gelap Anggaran MBG dan Strategi Politik Kekuasaan
Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Komunikasi Politik
ORMAWA UNPAM: Penempatan Polri di Bawah Presiden dalam Perspektif Konstitusional dan Sistem Presidensial
Melek Finansial di Era Digital: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil
Harga Diskon: Strategi Peningkatan Penjualan
Pencatatan Double Entry: Mengatasi Salah Hitung Debit UMKM
Kritik Anarkisme: Ilusi Kebebasan dalam Masyarakat Tanpa Negara
Dari Rak ke Layar: Terbitan Berseri di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:04 WIB

Perspektif Mahasiswa: Membaca Sisi Gelap Anggaran MBG dan Strategi Politik Kekuasaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:53 WIB

Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Komunikasi Politik

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:16 WIB

Melek Finansial di Era Digital: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:59 WIB

Harga Diskon: Strategi Peningkatan Penjualan

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:59 WIB

Pencatatan Double Entry: Mengatasi Salah Hitung Debit UMKM

Berita Terbaru

Bisnis

Harga Coating Lantai Epoxy Pabrik Area Medan 2026

Kamis, 5 Feb 2026 - 13:01 WIB