Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UMBY berfoto bersama warga dan pelaku UMKM Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, usai pelatihan inovasi sambal siap santap, Sabtu (29/1/2026). Program ini bertujuan meningkatkan nilai jual hasil panen cabai melalui pengolahan dan pengemasan produk yang higienis serta pemasaran digital. Foto: Pribadi

Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UMBY berfoto bersama warga dan pelaku UMKM Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, usai pelatihan inovasi sambal siap santap, Sabtu (29/1/2026). Program ini bertujuan meningkatkan nilai jual hasil panen cabai melalui pengolahan dan pengemasan produk yang higienis serta pemasaran digital. Foto: Pribadi

Magelang, Sorotnesia.com – Inovasi sambal siap santap menjadi jalan yang dipilih mahasiswa Pengabdian Masyarakat UMBY untuk menjawab persoalan klasik petani cabai di Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Saat panen raya, harga cabai kerap anjlok dan berdampak langsung pada pendapatan warga.

Program tersebut dilaksanakan pada 29 Janurai 2026 pukul 14.30 WIB, dengan melibatkan pelaku UMKM rumahan dan tokoh masyarakat setempat. Mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk olahan, tetapi juga menyusun strategi pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran berbasis digital.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UMBY, Ridho Alfattah, mengatakan potensi hasil tani di Dusun Dakawu cukup melimpah. Namun, komoditas tersebut selama ini dijual dalam bentuk segar tanpa pengolahan lanjutan.

“Kami melihat potensi hasil tani di Dusun Dakawu sangat besar, tetapi nilai jualnya sering turun saat panen raya. Melalui inovasi Sambal Dakawu ini, kami ingin memberi nilai tambah. Fokus kami bukan hanya pada resep, melainkan standarisasi pengolahan agar memiliki masa simpan lebih lama dan tampilan profesional sehingga layak masuk pasar modern,” ujar Ridho.

Ia menjelaskan, pendekatan yang digunakan bukan sekadar pelatihan memasak. Mahasiswa memperkenalkan prinsip pengolahan pangan higienis, teknik sterilisasi, hingga metode small batch untuk menjaga konsistensi rasa. Produk dikembangkan tanpa bahan pengawet buatan, dengan mengedepankan kualitas dan identitas lokal.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa menekankan pentingnya keamanan pangan dan pengemasan yang sesuai standar. Warga dikenalkan pada teknik penyegelan (sealing), sterilisasi wadah, serta manajemen produksi skala rumahan yang efisien. Tujuannya, agar sambal tidak cepat rusak meski dipasarkan di luar desa.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 74 Manfaatkan Galon Bekas untuk Hidroponik, Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Magelang
Mahasiswa KKN PPM UMBY Angkatan XLVIII berdiskusi bersama warga Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, dalam kegiatan sosialisasi penguatan UMKM dan inovasi produk sambal kemasan, Sabtu (29/1/2026). Foto: Pribadi
Mahasiswa KKN PPM UMBY Angkatan XLVIII berdiskusi bersama warga Dusun Dakawu, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, dalam kegiatan sosialisasi penguatan UMKM dan inovasi produk sambal kemasan, Sabtu (29/1/2026). Foto: Pribadi

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Warga yang mayoritas pelaku UMKM rumahan aktif menanyakan persoalan daya tahan produk dan strategi memperluas pasar.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membantu membangun rantai pasok lokal,” kata salah satu perwakilan mahasiswa.

Rantai pasok itu melibatkan petani cabai setempat sebagai penyedia bahan baku utama. Dengan pembelian langsung dari petani, kualitas cabai tetap terjaga sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Model kolaborasi ini melibatkan tiga unsur utama desa: petani sebagai pemasok bahan baku, pelaku UMKM sebagai produsen, dan mahasiswa sebagai fasilitator inovasi produk serta pemasaran. Skema tersebut diharapkan membentuk ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Ibu Tasmi, perwakilan warga Dusun Dakawu, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi masyarakat. Selama ini, hasil bumi hanya dijual mentah atau diolah untuk konsumsi rumah tangga.

“Kehadiran mahasiswa UMBY memberi kami ilmu baru, mulai dari cara pengemasan yang menarik hingga pemasaran lewat internet. Sekarang kami punya produk yang bisa dibanggakan dari dusun kami,” katanya.

Hal senada disampaikan Ibu Irul, tokoh masyarakat setempat. Ia menilai inovasi ini menjawab keresahan warga saat harga cabai jatuh.

“Biasanya kalau harga cabai murah, kami rugi. Dengan diolah menjadi sambal kemasan, hasil panen tidak terbuang dan justru bisa memberi keuntungan lebih,” ujarnya.

Peserta pelatihan lainnya, Bu Lina, mengaku baru memahami pentingnya teknik sterilisasi dan penyegelan kemasan.

“Dulu kami hanya membuat sambal untuk dimakan hari itu juga. Sekarang saya tahu cara supaya sambal lebih tahan lama tanpa bahan kimia. Ini membuka peluang usaha rumahan,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dampingi Peternak Domba di Desa Bendunganjati

Sementara itu, Ibu Salma menyoroti materi pemasaran digital yang dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini. Mahasiswa mendampingi warga membuat akun media sosial, memotret produk dengan pencahayaan sederhana, serta menyusun deskripsi produk yang informatif.

“Awalnya saya bingung cara menjual ke luar desa. Setelah diajarkan membuat akun dan memotret produk dengan baik, saya jadi lebih percaya diri. Ternyata produk dari dusun pun bisa dikenal luas,” ujar Salma.

Menurut Ridho, penguatan UMKM desa tidak cukup hanya dengan inovasi produk. Aspek branding dan pemasaran harus berjalan seiring agar produk memiliki daya saing.

Ia menambahkan, label “Sambal Dakawu” dipilih untuk menegaskan identitas lokal sekaligus memperkuat positioning produk sebagai olahan khas desa. Ke depan, mahasiswa mendorong warga untuk mengurus perizinan usaha dan sertifikasi pangan secara bertahap.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi. Mahasiswa bersama perangkat desa berencana melakukan pendampingan lanjutan guna memastikan produksi berjalan konsisten.

Dengan bekal pengetahuan tentang produksi higienis, pengemasan modern, dan pemasaran digital, warga Dusun Dakawu kini memiliki peluang baru untuk meningkatkan pendapatan. Inovasi sambal kemasan berbasis potensi lokal ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara kampus dan masyarakat dapat menghadirkan solusi konkret bagi persoalan ekonomi pedesaan.

Langkah kecil dari dapur-dapur rumah warga tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya produk unggulan desa yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Penulis : KKN PPM UMBY Kelompok 6

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah
Mahasiswa KKN UNS 112 Gelar Pelatihan AutoCAD untuk Perkuat Perencanaan Infrastruktur Desa Binade
Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan
KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan
Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang
Mahasiswa KKN UNS Rebranding Identitas Visual Karang Taruna Manunggal Jaya di Desa Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Dorong Digitalisasi Keuangan BUMDes dan Tertib Administrasi Kelompok Tani di Gunungsari

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:52 WIB

KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah

Senin, 16 Maret 2026 - 09:47 WIB

Mahasiswa KKN UNS 112 Gelar Pelatihan AutoCAD untuk Perkuat Perencanaan Infrastruktur Desa Binade

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:20 WIB

Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:14 WIB

KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan

Senin, 9 Maret 2026 - 11:30 WIB

Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang

Berita Terbaru