Efektivitas Pembelajaran Era EdTech terhadap Kurikulum Fluktuatif di Lingkup Pendidikan

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perubahan dalam dunia pendidikan tidak pernah berjalan di tempat. Kurikulum terus bergerak mengikuti dinamika zaman, sementara teknologi pendidikan atau education technology (EdTech) hadir sebagai teman sekaligus tantangan baru dalam proses belajar. Pertanyaannya, seberapa efektif EdTech membantu pembelajaran di tengah kurikulum yang terus berubah?

Dinamika Perubahan Kurikulum Nasional

Sistem pendidikan di Indonesia diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2023 yang menjadi landasan pelaksanaan pendidikan nasional. Seiring waktu, kurikulum mengalami berbagai pembaruan sebagai upaya menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Indonesia telah melewati sejumlah fase kurikulum, mulai dari Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka yang menekankan fleksibilitas dan kemandirian belajar.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kurikulum bersifat dinamis. Ia tidak hanya mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menyesuaikan kondisi sosial dan arah kebijakan negara. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi perubahan kurikulum. Faktor politik berperan dalam penetapan regulasi, faktor sosial memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat, sementara faktor pendidikan menentukan efektivitas penerapannya di sekolah.

Kurikulum baru umumnya dirancang untuk menutup celah kelemahan kurikulum sebelumnya. Harapannya, kualitas pendidikan bisa meningkat secara bertahap. Namun, perubahan juga membawa tantangan. Tidak sedikit siswa dan guru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Penurunan capaian belajar kerap terjadi di masa transisi karena tenaga pendidik belum sepenuhnya memahami struktur, tujuan, dan metode baru dalam kurikulum tersebut. Di sinilah peran dukungan, pelatihan, dan pendekatan pembelajaran yang tepat menjadi sangat penting.

Baca Juga :  Tinggi Protein Bukan Jaminan Sehat: Saatnya Anak Muda Lebih Cerdas Pilih Asupan Gizi

Pemanfaatan EdTech dalam Proses Pembelajaran

Digitalisasi pendidikan pada dasarnya adalah upaya memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki cara belajar dan mengajar. Teknologi tidak hanya menghadirkan alat baru, tetapi juga mendorong cara berpikir yang lebih kritis, kreatif, dan terbuka. Dalam praktiknya, EdTech memungkinkan pembelajaran berlangsung di luar ruang kelas melalui berbagai platform digital.

Penggunaan teknologi pendidikan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Siswa dapat belajar secara mandiri maupun berkelompok dengan bantuan video pembelajaran, buku digital, jurnal daring, hingga forum diskusi virtual. Proses belajar pun menjadi lebih interaktif dan tidak monoton.

EdTech juga memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Materi dapat disajikan dalam berbagai format sehingga lebih mudah dipahami. Selain itu, akses terhadap sumber belajar yang luas membantu menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dan praktik di dunia nyata, sehingga pembelajaran terasa lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Teknologi Pendidikan: Solusi Cerdas untuk Tantangan Pembelajaran di Era Digital Society 5.0

Efektivitas Penerapan EdTech dalam Menghadapi Perubahan Kurikulum

Berbagai platform pembelajaran digital dikembangkan untuk mendukung proses belajar lintas disiplin ilmu. Learning Management System atau LMS, misalnya, membantu pengelolaan pembelajaran secara terstruktur. Gamification tools memanfaatkan unsur permainan untuk meningkatkan motivasi siswa, sementara Augmented Reality atau AR menghadirkan visualisasi yang lebih nyata dan kontekstual.

Meski potensinya besar, penerapan EdTech di tengah perubahan kurikulum masih menghadapi tantangan. Salah satunya adalah minimnya evaluasi pemahaman siswa. Kehadiran dalam kelas daring sering kali bersifat administratif, tanpa memastikan materi benar-benar dipahami. Hal ini membuat efektivitas pembelajaran perlu terus dikaji.

Kurikulum adaptif menjadi salah satu jawaban atas tantangan tersebut. Dengan pendekatan ini, pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan peserta didik. Sejumlah solusi inovatif dapat diterapkan, seperti pengembangan infrastruktur digital berbasis komunitas untuk mengatasi kesenjangan akses, kemitraan antara sekolah dan perusahaan teknologi guna menekan biaya perangkat, serta penerapan literasi digital secara bertahap dan berkelanjutan dalam kurikulum.

Pendekatan ini tidak hanya membantu proses adaptasi kurikulum, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang lebih relevan dengan tuntutan masa depan.

Penulis : Cindy Zaniar | S1 Akuntansi | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasal 412 UU No. 1 Tahun 2023 dan Tradisi Kawin Masyarakat Lampung (Sebambangan): Tinjauan Yuridis dan Maqāṣid al-Sharī‘ah
Dari Ladang ke Kosmos: Padungku sebagai Jembatan Sakral–Profan
Mengapa Negara Perlu Memperluas Akses Fisioterapi untuk Anak Cerebral Palsy?
Dilema Profesi: Fisioterapis sebagai Tenaga Medis Mandiri atau Sekadar Asisten Dokter?
Cedera Sepak Bola yang Bisa Memperpendek Karier Atlet, Ini Peran Fisioterapis
Pendekatan Fisioterapi dalam Rehabilitasi Anak dengan Down Syndrome
Peralatan Bantu Rehabilitasi Pasien Fraktur Siku Berbasis AI dan IoT untuk Meningkatkan Kualitas Terapi
Pengembangan Karier Fisioterapi: Dari Ruang Klinik hingga Dunia Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:21 WIB

Pasal 412 UU No. 1 Tahun 2023 dan Tradisi Kawin Masyarakat Lampung (Sebambangan): Tinjauan Yuridis dan Maqāṣid al-Sharī‘ah

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:57 WIB

Dari Ladang ke Kosmos: Padungku sebagai Jembatan Sakral–Profan

Kamis, 15 Januari 2026 - 07:45 WIB

Mengapa Negara Perlu Memperluas Akses Fisioterapi untuk Anak Cerebral Palsy?

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dilema Profesi: Fisioterapis sebagai Tenaga Medis Mandiri atau Sekadar Asisten Dokter?

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:56 WIB

Cedera Sepak Bola yang Bisa Memperpendek Karier Atlet, Ini Peran Fisioterapis

Berita Terbaru