Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 81 menghadirkan inovasi alat penabur pupuk ergonomis bagi petani di Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Program tersebut diperkenalkan melalui kegiatan bertajuk Implementasi Alat Penabur Pupuk Ergonomis melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Desa yang digelar di Balai Desa Seloprojo, Jumat, 7 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian pedesaan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mengurangi beban fisik saat proses pemupukan.
Selama ini, sebagian besar petani di Desa Seloprojo masih melakukan pemupukan secara manual. Metode konvensional tersebut dinilai membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika diterapkan pada lahan yang cukup luas. Selain itu, cara manual juga berpotensi menimbulkan kelelahan fisik karena petani harus membungkuk atau membawa beban pupuk secara langsung.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNS merancang sebuah alat penabur pupuk sederhana yang dapat membantu petani menyalurkan pupuk secara lebih merata dan efisien. Alat ini dirancang dengan pendekatan ergonomis, sehingga petani dapat melakukan pemupukan dalam posisi berdiri tegak.
Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 81 UNS yang menjadi penanggung jawab program menjelaskan, alat tersebut memanfaatkan mekanisme gravitasi untuk mengalirkan pupuk melalui pipa PVC yang dilengkapi pengatur aliran. Dengan sistem ini, pupuk dapat keluar secara terkontrol sesuai kebutuhan tanaman.
“Desainnya dibuat sederhana agar mudah digunakan oleh petani. Selain itu, alat ini juga dirancang supaya dapat dirakit sendiri oleh warga dengan bahan yang mudah ditemukan,” ujarnya saat kegiatan berlangsung.
Mahasiswa juga menekankan bahwa seluruh material yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh di pasaran. Pendekatan ini sengaja dipilih agar masyarakat dapat memproduksi alat tersebut secara mandiri tanpa bergantung pada teknologi yang rumit atau biaya tinggi.
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai latar belakang inovasi, fungsi alat, serta tahapan perakitan. Setelah itu, mahasiswa memperagakan cara penggunaan alat sebagai gambaran awal bagi para peserta.
Suasana kolaboratif terlihat ketika warga mulai mengikuti sesi praktik perakitan. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk merakit alat penabur pupuk secara langsung bersama mahasiswa.
Dalam proses tersebut, diskusi antara mahasiswa dan warga berlangsung aktif. Beberapa petani bahkan memberikan masukan terkait ukuran alat agar lebih sesuai dengan tinggi pengguna maupun kondisi lahan pertanian setempat.
Interaksi ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang penting, karena memungkinkan teknologi yang dikembangkan benar-benar menyesuaikan kebutuhan petani di lapangan.
Setelah alat selesai dirakit, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penggunaan untuk memastikan aliran pupuk dapat berjalan dengan baik. Uji coba bersama ini sekaligus menjadi tahap evaluasi awal terhadap efektivitas alat yang diperkenalkan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap inovasi alat penabur pupuk ergonomis dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Seloprojo. Selain meningkatkan efisiensi kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan desa dalam pengembangan teknologi pertanian.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan petani desa melalui inovasi sederhana yang aplikatif dan mudah direplikasi.
Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS
Editor : Anisa Putri









