Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UNS dan Kelompok Taruna Tani Dusun Pranten Olah Akar Bambu Menjadi Agens Hayati

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UNS melakukan foto bersama dengan Kelompok Taruna Tani Dusun Pranten. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Mahasiswa KKN UNS melakukan foto bersama dengan Kelompok Taruna Tani Dusun Pranten. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Magelang, Sorotnesia.com – Upaya mendorong praktik pertanian berkelanjutan terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 81 Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Kelompok Taruna Tani Dusun Pranten, Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan akar bambu sebagai media pembiakan agens hayati Trichoderma, yakni jamur yang bermanfaat untuk melindungi tanaman dari serangan penyakit tular tanah.

Kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan Trichoderma sebagai pengendali penyakit layu fusarium pada tanaman cabai tersebut digelar pada Minggu, 25 Februari 2026, pukul 13.00 WIB. Acara ini diikuti oleh anggota Kelompok Taruna Tani serta dihadiri Kepala Dusun Pranten.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN memaparkan berbagai persoalan yang kerap dihadapi petani, khususnya penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur patogen. Salah satu yang sering muncul adalah penyakit layu fusarium pada tanaman cabai yang dapat menurunkan produktivitas secara signifikan.

Pemaparan materi mengenai Trichoderma oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)
Pemaparan materi mengenai Trichoderma oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Melalui sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan pada peran Trichoderma sebagai agens hayati yang mampu menekan perkembangan jamur patogen di dalam tanah. Jamur ini bekerja dengan cara bersaing dengan patogen serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit.

Baca Juga :  Mahasiswa PGSD UNISRI Hidupkan Kearifan Lokal Lewat Eksperimen Motif Batik di SD Negeri 1 Sorogaten

Dusun Pranten sendiri memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Namun, sebagian besar petani masih mengandalkan pestisida kimia dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Penggunaan bahan kimia secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah, memicu resistensi patogen, serta berpotensi merusak lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UNS berupaya memperkenalkan alternatif pengendalian hayati yang lebih ramah lingkungan. Salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan adalah akar bambu yang banyak ditemukan di sekitar desa.

Secara alami, perakaran bambu menjadi habitat berbagai mikroorganisme menguntungkan, termasuk jamur Trichoderma. Mikroorganisme lokal tersebut dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat sehingga efektif dimanfaatkan sebagai agens hayati pengendali penyakit tanaman.

Praktik langsung cara mengisolasi dan memperbanyak jamur Trichoderma didampingi oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Praktik langsung cara mengisolasi dan memperbanyak jamur Trichoderma didampingi oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis kepada peserta mengenai cara mengisolasi serta memperbanyak jamur Trichoderma dari akar bambu. Proses ini dilakukan dengan metode sederhana sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri oleh petani di tingkat desa.

Baca Juga :  KKN UNS Berhasil Mengubah Kebun Rojo Camp Jadi Destinasi Pariwisata dengan Identitas Digital Baru!

Sebagai bagian dari tindak lanjut kegiatan, mahasiswa KKN juga menyerahkan biakan Trichoderma yang berasal dari akar bambu serta biakan murni Trichoderma yang diperoleh dari Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Kedu. Biakan tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Kelompok Taruna Tani untuk mendukung kebutuhan pertanian di Dusun Pranten.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai teknologi pengendalian hayati sekaligus mendorong praktik pertanian ramah lingkungan. Inovasi sederhana berbasis sumber daya lokal ini juga dinilai berpotensi memperkuat kemandirian petani dalam mengelola lahan secara berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor pertanian dan pelestarian lingkungan di tingkat desa.

Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Berita Terbaru

Keterasingan emosional dalam hubungan menjadi tema utama yang diangkat Armijn Pane dalam novel Belenggu. Sumber: Pinterest

Narasi+

Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:46 WIB