Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama. foto : Tim Hibah JARPAK  Universitas Sebelas Maret Desa Sumbung

Dokumentasi bersama. foto : Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret Desa Sumbung

Sorotnesia.com – Penguatan sektor usaha mikro tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kelengkapan identitas dan aspek legalitas usaha. Kesadaran inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Usaha Keluarga yang Lebih Maju melalui Identitas dan Legalitas Usaha sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Lokal di Desa Sumbung” yang diselenggarakan Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026, tersebut diikuti para pelaku UMKM Desa Sumbung, kelompok usaha keluarga, serta masyarakat yang telah maupun sedang merintis usaha. Melalui sosialisasi ini, peserta diajak memahami pentingnya membangun identitas usaha sekaligus melengkapi legalitas usaha sebagai fondasi dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Materi yang disampaikan mencakup pentingnya membangun identitas usaha melalui penentuan nama usaha yang mudah dikenali serta penggunaan kemasan produk yang menarik. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai manfaat kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas resmi yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Keberadaan NIB dinilai tidak hanya berfungsi sebagai bukti legalitas, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai program pemerintah, termasuk pendampingan usaha, pembiayaan, hingga peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM. Dengan legalitas yang dimiliki, peluang usaha untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas menjadi semakin terbuka.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 74 Manfaatkan Galon Bekas untuk Hidroponik, Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Magelang

Selain legalitas usaha, sosialisasi juga membahas proses pengajuan sertifikasi halal sebagai salah satu upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal. Sertifikasi tersebut dinilai menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat daya saing produk, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pasar terhadap produk yang telah memenuhi standar halal.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya sejumlah pelaku usaha keluarga di Desa Sumbung yang belum memiliki legalitas usaha maupun sertifikasi halal. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan usaha, terutama ketika pelaku UMKM ingin memperluas pasar atau mengikuti program-program pemberdayaan dari pemerintah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai tahapan pengurusan Nomor Induk Berusaha, pentingnya membangun identitas usaha sejak awal, hingga prosedur pengajuan sertifikasi halal. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Ketua RT setempat, Yatno, mengapresiasi inisiatif mahasiswa MBKM Universitas Sebelas Maret yang menghadirkan edukasi mengenai penguatan kapasitas usaha bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Sumbung. Selama ini masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya memiliki legalitas maupun sertifikasi halal. Melalui sosialisasi, masyarakat Desa Sumbung semakin termotivasi untuk mengembangkan usahanya agar lebih maju,” ujar Yatno.

Sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan wawasan mengenai aspek administratif usaha, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompetitif. Di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis, identitas usaha yang kuat serta legalitas yang lengkap menjadi salah satu modal penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen maupun memperluas jaringan pemasaran.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dampingi Peternak Domba di Desa Bendunganjati

Program ini juga menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi desa. Melalui pendampingan berbasis edukasi, mahasiswa MBKM diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, tujuan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur melalui penguatan daya saing UMKM Desa Sumbung, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Sumbung diharapkan semakin memahami bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh identitas usaha yang jelas, legalitas yang lengkap, dan kemampuan memenuhi standar yang dibutuhkan pasar. Dengan bekal tersebut, usaha keluarga di desa diharapkan mampu berkembang secara berkelanjutan, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret Desa Sumbung

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara
Tidak Hanya Turun ke Jalan, Aliansi BEM Solo Dorong Gerakan Mahasiswa Masuk ke Ruang Digital
Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:47 WIB

Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan

Berita Terbaru