KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil karya ecoprint siswa-siswi SDN Pucangrejo. (Doc. Pribadi)

Hasil karya ecoprint siswa-siswi SDN Pucangrejo. (Doc. Pribadi)

Pucangrejo, Sorotnesia.com – Pemanfaatan ruang terbatas dan bahan alam menjadi pintu masuk Tim KKN 154 Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengenalkan kepedulian lingkungan kepada siswa SDN Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 17 Agustus 2026 itu, mahasiswa menggabungkan praktik vertical garden dengan pelatihan ecoprint.

Kedua kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menerima pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Pendekatan praktik membuat materi lebih dekat dengan keseharian siswa sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk bereksperimen.

Program pertama berupa sosialisasi dan praktik pembuatan vertical garden. Tim KKN 154 UNS mengajak siswa memanfaatkan ruang vertikal di lingkungan sekolah sebagai lahan bercocok tanam. Botol plastik bekas juga digunakan sebagai wadah media tanam.

Pemanfaatan barang bekas tersebut sekaligus memperkenalkan kepada siswa bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menanam. Ruang yang sebelumnya tidak digunakan dapat ditata menjadi area hijau dengan memanfaatkan media sederhana.

Dalam praktik itu, siswa menanam lima jenis tanaman, yakni jahe, tomat, terong, mint, dan lidah buaya. Pemilihan tanaman tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan manfaat tanaman yang dapat ditemukan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jahe dikenalkan sebagai salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kebutuhan rumah tangga. Tomat dan terong diperkenalkan sebagai tanaman pangan, sementara mint dan lidah buaya juga memiliki beragam pemanfaatan.

Baca Juga :  FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Tidak berhenti pada proses menanam, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai perawatan tanaman. Siswa diajak memahami pentingnya penyiraman, pemberian pupuk, serta perawatan secara berkala agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Kegiatan kemudian berlanjut pada pelatihan ecoprint. Jika vertical garden mengajak siswa berinteraksi dengan tanah dan tanaman, ecoprint memperkenalkan cara mengolah bagian tumbuhan menjadi motif pada kain.

Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan daun dari lingkungan sekitar serta bunga telang. Bahan-bahan alami itu digunakan untuk menghasilkan jejak bentuk dan warna pada kain.

Mahasiswa Tim KKN 154 UNS mendampingi siswa dalam setiap tahapan. Mereka terlebih dahulu menata daun dan bunga di atas kain sesuai komposisi yang diinginkan. Setelah itu, bahan tumbuhan diproses dengan teknik pounding atau pengetokan menggunakan batu secara perlahan.

Proses tersebut memungkinkan pigmen alami dari daun dan bunga berpindah ke permukaan kain. Bunga telang memberikan warna biru hingga keunguan yang menjadi salah satu unsur visual dalam hasil karya siswa.

Persiapan tanaman untuk pembuatan vertical garden bersama siswa-siswi SDN Pucangrejo. (Doc. Pribadi)
Persiapan tanaman untuk pembuatan vertical garden bersama siswa-siswi SDN Pucangrejo. (Doc. Pribadi)

Setelah proses pencetakan selesai, siswa mengikuti tahap penguncian warna. Pendampingan diberikan agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan benar dan siswa memahami bahwa pembuatan karya berbasis bahan alam membutuhkan proses serta ketelitian.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti praktik, mencoba berbagai susunan daun dan bunga, serta memperhatikan perubahan yang terjadi pada kain setelah proses pengetokan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 164 Bangun Gapura Selamat Datang, Wujud Identitas dan Kebanggaan Desa Meucat

Kegiatan tersebut juga memberi pengalaman berbeda bagi siswa. Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar melalui materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal tanaman, memanfaatkan barang bekas, dan mengembangkan kreativitas melalui bahan alam.

Pihak SDN Pucangrejo memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Tim KKN 154 UNS. Program tersebut dinilai memberikan pengalaman belajar yang bersifat praktis sekaligus mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.

Bagi Tim KKN 154 UNS, pengenalan vertical garden dan ecoprint menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dua pendekatan tersebut, siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana. Menanam di ruang terbatas, memanfaatkan botol bekas, serta mengolah daun dan bunga menjadi karya merupakan contoh kegiatan yang dapat dilakukan dengan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus disampaikan melalui materi yang bersifat teoritis. Ketika siswa dilibatkan secara langsung, pesan mengenai pemanfaatan lingkungan dan kreativitas dapat dipelajari melalui pengalaman.

Penulis : Kelompok KKN 154 UNS Pucangrejo

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi
PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi
Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener
Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga
KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut
Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 297 Perkuat Budaya Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Segorogunung
Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:17 WIB

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi

Rabu, 2 September 2026 - 10:12 WIB

PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi

Selasa, 1 September 2026 - 14:35 WIB

Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:03 WIB

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut

Berita Terbaru