Pucangrejo, Sorotnesia.com – Pemanfaatan ruang terbatas dan bahan alam menjadi pintu masuk Tim KKN 154 Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengenalkan kepedulian lingkungan kepada siswa SDN Pucangrejo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 17 Agustus 2026 itu, mahasiswa menggabungkan praktik vertical garden dengan pelatihan ecoprint.
Kedua kegiatan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menerima pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Pendekatan praktik membuat materi lebih dekat dengan keseharian siswa sekaligus membuka ruang bagi mereka untuk bereksperimen.
Program pertama berupa sosialisasi dan praktik pembuatan vertical garden. Tim KKN 154 UNS mengajak siswa memanfaatkan ruang vertikal di lingkungan sekolah sebagai lahan bercocok tanam. Botol plastik bekas juga digunakan sebagai wadah media tanam.
Pemanfaatan barang bekas tersebut sekaligus memperkenalkan kepada siswa bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menanam. Ruang yang sebelumnya tidak digunakan dapat ditata menjadi area hijau dengan memanfaatkan media sederhana.
Dalam praktik itu, siswa menanam lima jenis tanaman, yakni jahe, tomat, terong, mint, dan lidah buaya. Pemilihan tanaman tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan manfaat tanaman yang dapat ditemukan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jahe dikenalkan sebagai salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam kebutuhan rumah tangga. Tomat dan terong diperkenalkan sebagai tanaman pangan, sementara mint dan lidah buaya juga memiliki beragam pemanfaatan.
Tidak berhenti pada proses menanam, mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai perawatan tanaman. Siswa diajak memahami pentingnya penyiraman, pemberian pupuk, serta perawatan secara berkala agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Kegiatan kemudian berlanjut pada pelatihan ecoprint. Jika vertical garden mengajak siswa berinteraksi dengan tanah dan tanaman, ecoprint memperkenalkan cara mengolah bagian tumbuhan menjadi motif pada kain.
Dalam kegiatan tersebut, siswa memanfaatkan daun dari lingkungan sekitar serta bunga telang. Bahan-bahan alami itu digunakan untuk menghasilkan jejak bentuk dan warna pada kain.
Mahasiswa Tim KKN 154 UNS mendampingi siswa dalam setiap tahapan. Mereka terlebih dahulu menata daun dan bunga di atas kain sesuai komposisi yang diinginkan. Setelah itu, bahan tumbuhan diproses dengan teknik pounding atau pengetokan menggunakan batu secara perlahan.
Proses tersebut memungkinkan pigmen alami dari daun dan bunga berpindah ke permukaan kain. Bunga telang memberikan warna biru hingga keunguan yang menjadi salah satu unsur visual dalam hasil karya siswa.

Setelah proses pencetakan selesai, siswa mengikuti tahap penguncian warna. Pendampingan diberikan agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan benar dan siswa memahami bahwa pembuatan karya berbasis bahan alam membutuhkan proses serta ketelitian.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti praktik, mencoba berbagai susunan daun dan bunga, serta memperhatikan perubahan yang terjadi pada kain setelah proses pengetokan.
Kegiatan tersebut juga memberi pengalaman berbeda bagi siswa. Lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar melalui materi di dalam kelas, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal tanaman, memanfaatkan barang bekas, dan mengembangkan kreativitas melalui bahan alam.
Pihak SDN Pucangrejo memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan Tim KKN 154 UNS. Program tersebut dinilai memberikan pengalaman belajar yang bersifat praktis sekaligus mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Bagi Tim KKN 154 UNS, pengenalan vertical garden dan ecoprint menjadi bagian dari upaya menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia sekolah. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui dua pendekatan tersebut, siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan melalui tindakan sederhana. Menanam di ruang terbatas, memanfaatkan botol bekas, serta mengolah daun dan bunga menjadi karya merupakan contoh kegiatan yang dapat dilakukan dengan sumber daya yang tersedia di sekitar.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa edukasi lingkungan tidak harus disampaikan melalui materi yang bersifat teoritis. Ketika siswa dilibatkan secara langsung, pesan mengenai pemanfaatan lingkungan dan kreativitas dapat dipelajari melalui pengalaman.
Penulis : Kelompok KKN 154 UNS Pucangrejo
Editor : Intan Permata









