Yogyakarta, Sorotnesia.com – Persiapan pernikahan tidak hanya menyangkut kesiapan membangun kehidupan berkeluarga, tetapi juga kondisi kesehatan calon pengantin. Pemenuhan gizi dan pencegahan anemia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sejak masa pranikah, terutama sebagai bagian dari persiapan menuju kehamilan yang sehat.
Hal tersebut menjadi fokus kegiatan edukasi calon pengantin yang digelar mahasiswa Program Studi Gizi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Puskesmas Ngaglik II dan KUA Kapanewon Ngaglik, Senin (21/9/2026). Kegiatan bertajuk “Cegah Anemia, Siapkan Kehamilan Sehat” itu berlangsung di Aula KUA Kapanewon Ngaglik dan menjadi bagian dari Bimbingan Perkawinan Catin Mandiri Tahun 2026.
Sebanyak 22 calon pengantin mengikuti kegiatan tersebut. Edukasi yang diberikan mahasiswa Gizi UAD tidak hanya memperkenalkan anemia, tetapi juga membahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan kondisi tersebut. Materi mencakup pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, faktor risiko, hingga dampaknya terhadap kesehatan dan kehamilan.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai upaya pencegahan dan penanganan anemia. Salah satu materi yang diberikan berkaitan dengan cara mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara tepat. Selain itu, peserta diperkenalkan kembali pada penerapan gizi seimbang melalui pedoman Isi Piringku.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menghubungkan informasi kesehatan dengan kebiasaan sehari-hari. Pendekatan tersebut membuat pembahasan tidak berhenti pada pengenalan anemia, tetapi juga mengarahkan peserta untuk memperhatikan pola makan, kecukupan gizi, serta kondisi kesehatan sejak sebelum memasuki masa kehamilan.
Persiapan kesehatan sejak masa pranikah menjadi penting karena kondisi tubuh calon ibu sebelum kehamilan merupakan salah satu bagian dari rangkaian persiapan menuju kehamilan. Karena itu, peserta didorong untuk mengenali faktor risiko anemia lebih awal dan memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan.
Setelah materi mengenai gizi dan anemia, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan Ibu Cicilia, bidan dari Puskesmas Ngaglik II. Materi tersebut memberikan pembekalan kepada calon pengantin mengenai kesehatan reproduksi sebagai bagian dari persiapan kehidupan berkeluarga dan kehamilan.
Kehadiran tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngaglik II melengkapi materi yang sebelumnya diberikan mahasiswa Gizi UAD. Peserta memperoleh pembahasan dari dua aspek yang saling berkaitan, yakni pemenuhan kebutuhan gizi dan pencegahan anemia serta kesehatan reproduksi.
Kolaborasi antara mahasiswa, puskesmas, dan KUA tersebut juga memperluas cakupan pembekalan yang diterima calon pengantin. Kegiatan tidak hanya menempatkan persiapan pernikahan dari sisi administratif atau kehidupan berkeluarga, tetapi turut memberikan ruang bagi pembahasan mengenai kesiapan kesehatan.
Untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, kegiatan dilengkapi dengan pre-test dan post-test menggunakan Google Form. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah edukasi sehingga perubahan nilai peserta dapat menjadi salah satu indikator pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata peserta meningkat dari 85,71 pada pre-test menjadi 96,43 pada post-test. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perubahan tingkat pemahaman peserta setelah memperoleh edukasi mengenai anemia dan langkah pencegahannya.
Selain evaluasi tertulis, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan. Sesi tersebut membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan materi, antara lain anemia, konsumsi TTD, pemenuhan gizi, kesehatan reproduksi, serta persiapan kesehatan sebelum kehamilan.
Hasil post-test menjadi salah satu gambaran mengenai pemahaman peserta pada saat kegiatan berlangsung. Namun, peningkatan nilai tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya perubahan perilaku kesehatan peserta dalam jangka panjang. Perubahan perilaku membutuhkan pemantauan dan penerapan pengetahuan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi calon pengantin tersebut sekaligus memperlihatkan peran kolaborasi lintas bidang dalam memberikan pembekalan kesehatan. Mahasiswa Gizi UAD memberikan materi terkait gizi dan anemia, sementara Puskesmas Ngaglik II memberikan penguatan pada aspek kesehatan reproduksi. KUA Kapanewon Ngaglik menjadi bagian dari kegiatan pembinaan calon pengantin melalui Bimbingan Perkawinan Catin Mandiri.
Bagi calon pengantin, informasi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bekal untuk mulai memperhatikan kondisi kesehatan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Mengenali risiko anemia, memenuhi kebutuhan gizi, memahami kesehatan reproduksi, serta mengonsumsi TTD sesuai anjuran menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak masa pranikah.
Edukasi kesehatan bagi calon pengantin pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai kondisi kesehatan saat akan menikah. Lebih dari itu, pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pentingnya menjaga kesehatan sejak sebelum kehamilan, sehingga calon pasangan memiliki pengetahuan yang lebih memadai dalam mempersiapkan kehidupan keluarga.
Penulis : Suci Yulivia | Mahasiswa Gizi Universitas Ahmad Dahlan
Editor : Intan Permata









