KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Ngablak melalui sosialisasi bertema “Cerdas Mengelola Keuangan, UMKM Lokal Berdaya, Ekonomi Berjaya”. Foto: Dok. Pribadi/KKN-T Kelompok 05 Universitas Alma Ata

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Ngablak melalui sosialisasi bertema “Cerdas Mengelola Keuangan, UMKM Lokal Berdaya, Ekonomi Berjaya”. Foto: Dok. Pribadi/KKN-T Kelompok 05 Universitas Alma Ata

Magelang, Sorotnesia.comMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 05 Universitas Alma Ata (UAA) memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Desa Ngablak melalui sosialisasi bertema “Cerdas Mengelola Keuangan, UMKM Lokal Berdaya, Ekonomi Berjaya”. Kegiatan berlangsung di Dusun Srikaton, Ngablak, Srumbung, Magelang, pada Senin, 7 September 2026, dengan menghadirkan Ragil Satria Wicaksana, S.E.I., M.S.I., A.W.P., C.IMM sebagai pemateri. Sosialisasi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha membangun kebiasaan mencatat keuangan, menghitung biaya hingga Break Even Point (BEP), serta memahami kebutuhan pasar. Peserta kemudian didorong menerapkan materi secara bertahap melalui komitmen selama 30 hari.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN-T Kelompok 05 Desa Ngablak UAA dalam meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik untuk menjalankan sekaligus mengembangkan usaha.

Program kerja tersebut digagas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan dukungan mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) yang tergabung dalam KKN-T Kelompok 05.

Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Farah Nur Syafi’ah Wijayanti, S.M., M.Sc.

Sosialisasi dihadiri perangkat Desa Ngablak, 40 pelaku UMKM di Desa Ngablak, serta 42 warga Dusun Srikaton.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KKN-T Kelompok 05, Rizqi Nur Ahsanuddin, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala Desa Ngablak Amri Subkhantoro.

Amri berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai penyampaian materi, tetapi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperbaiki pengelolaan keuangan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana untuk menambah wawasan dan menerapkan pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam usaha masing-masing,” ujar Amri.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Dorong Kolaborasi Multipihak dalam Wujudkan Desa Tangguh Bencana di Bulugunung

Pelaku UMKM Dikenalkan Pencatatan Keuangan Sederhana

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan metode pencatatan keuangan sederhana yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pencatatan itu mencakup tanggal transaksi, keterangan, uang masuk atau debet, uang keluar, serta saldo. Melalui pencatatan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui pergerakan keuangan usahanya secara lebih terukur.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai cara menghitung biaya usaha, menentukan harga jual, menghitung keuntungan, hingga menentukan Break Even Point (BEP).

Penghitungan BEP digunakan untuk membantu pelaku usaha mengetahui jumlah atau target penjualan yang perlu dicapai sehingga pendapatan dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan.

Pemateri Ragil Satria Wicaksana menekankan bahwa langkah paling mendasar dalam mengelola keuangan usaha adalah memisahkan uang usaha dari kebutuhan pribadi.

“Bapak Ibu, yang paling sederhana dalam mengelola keuangan itu, kita harus punya satu dompet. Dompet ini khusus untuk usaha. Jadi, uang usaha jangan dicampur dengan uang pribadi. Kalau uangnya sudah tercampur, nanti kita sendiri yang bingung, mana modal, mana keuntungan, dan mana uang untuk kebutuhan pribadi,” ujar Ragil.

Pemisahan tersebut menjadi dasar agar pelaku UMKM lebih mudah mengetahui modal, pendapatan, keuntungan, maupun kondisi keuangan usahanya.

Tak Hanya Keuangan, UMKM Didorong Memahami Pasar

Materi sosialisasi tidak hanya membahas pencatatan keuangan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengenali pelanggan, pesaing, serta kebutuhan pasar.

Pelaku UMKM didorong menciptakan nilai tambah pada produk agar memiliki daya tarik bagi konsumen. Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan WhatsApp sebagai sarana pemasaran sekaligus komunikasi dengan pelanggan.

Hubungan yang baik dengan pelanggan dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha karena dapat mendorong konsumen melakukan pembelian ulang.

Baca Juga :  Atasi Genangan Air, Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Biopori di Desa Gunungsari

Dengan memahami kebutuhan pelanggan, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya menjalankan usaha berdasarkan perkiraan, tetapi mulai menggunakan informasi yang diperoleh dari konsumen sebagai pertimbangan dalam menentukan produk maupun strategi pemasaran.

Terapkan Komitmen Pengelolaan Usaha Selama 30 Hari

Sebagai tindak lanjut sosialisasi, peserta diarahkan menerapkan materi melalui komitmen selama 30 hari. Program tersebut dibagi menjadi sejumlah tahapan sederhana agar dapat diterapkan secara bertahap oleh pelaku UMKM.

Pada minggu pertama, peserta diarahkan mulai memisahkan uang usaha dengan uang pribadi serta membuat buku kas.

Memasuki minggu kedua, pelaku usaha didorong menghitung biaya, menentukan harga jual, menghitung keuntungan, dan mengetahui BEP usahanya.

Pada minggu ketiga, peserta diminta mendengarkan kebutuhan sedikitnya 10 pelanggan. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memahami kebutuhan dan harapan konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan.

Sementara pada minggu keempat, pelaku usaha diarahkan mencoba satu strategi pemasaran baru sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan.

Melalui kegiatan tersebut, KKN-T Kelompok 05 Universitas Alma Ata berharap pelaku UMKM Desa Ngablak mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang tertib dan dapat memahami kondisi usaha berdasarkan data yang dimiliki.

Penerapan pencatatan keuangan secara konsisten juga diharapkan membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih tepat, mulai dari menentukan harga, menghitung keuntungan, sampai merencanakan pengembangan usaha.

Pada saat yang sama, kemampuan memahami kebutuhan pelanggan dan mencoba strategi pemasaran baru diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk, mempertahankan pelanggan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Desa Ngablak.

Penulis : Sinta Wahyuni

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual
Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo
KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet
Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini
Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo
Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah
KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 06:12 WIB

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

Selasa, 15 September 2026 - 22:31 WIB

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet

Minggu, 13 September 2026 - 21:20 WIB

Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini

Berita Terbaru