Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk rumah tangga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

Demonstrasi pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk rumah tangga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

Pilangrejo, Sorotnesia.com – Minyak jelantah dari aktivitas memasak sehari-hari selama ini masih dipandang sebagai limbah rumah tangga yang sudah tidak memiliki kegunaan. Di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masyarakat umumnya mengumpulkan minyak bekas tersebut untuk kemudian dijual kepada pengepul.

KKN Kelompok 54 UNS bersama ibu-ibu PKK di Desa Pilangrejo mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan nilai tambah. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)
KKN Kelompok 54 UNS bersama ibu-ibu PKK di Desa Pilangrejo mengikuti pelatihan pembuatan sabun cuci piring dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna dan nilai tambah. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

Kondisi itu menjadi perhatian mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam KKN Kelompok 54. Mereka mengenalkan alternatif pemanfaatan minyak jelantah dengan mengolahnya menjadi sabun cuci piring yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tangga.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui demonstrasi pembuatan sabun cuci piring dan diikuti lebih dari 20 ibu-ibu PKK Desa Pilangrejo. Selain memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan minyak jelantah, peserta juga dilibatkan secara langsung dalam tahapan pembuatan sabun.

Pendekatan praktik tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah kembali, tetapi juga memahami prosesnya secara langsung. Peserta diberi kesempatan untuk mengikuti tahapan pembuatan dan berdiskusi mengenai bahan yang digunakan serta pemanfaatan produk yang dihasilkan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif menyampaikan pertanyaan. Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan proses pembuatan sabun, tetapi juga kemungkinan penggunaannya untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN 51 UNS Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

Ketua PKK Desa Pilangrejo menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa UNS tersebut. Menurut dia, kegiatan itu memberikan alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan minyak jelantah sebelum akhirnya menjadi limbah.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya program ini karena memberikan dampak positif di desa. Minyak jelantah yang biasanya hanya dikumpulkan dan dijual dapat dimanfaatkan terlebih dahulu menjadi produk yang berguna sebelum dibuang,” ujarnya.

Dari proses demonstrasi tersebut, mahasiswa dan peserta berhasil menghasilkan sabun cuci piring dengan aroma yang wangi. Sabun yang dibuat juga disebut tidak meninggalkan bau minyak jelantah yang menyengat.

Bagi masyarakat, pemanfaatan tersebut memberikan pilihan lain dalam mengelola minyak bekas memasak. Jika sebelumnya minyak jelantah langsung dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul, minyak tersebut kini diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi produk rumah tangga.

Potensi tersebut juga membuka pembahasan lebih jauh mengenai nilai ekonomi limbah. Produk yang dihasilkan dalam kegiatan tidak hanya dapat digunakan sendiri, tetapi berpeluang dikembangkan menjadi ide usaha sederhana apabila dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Kolaborasi KKN UNS 81 dan Desa Seloprojo Berdayakan Ibu Rumah Tangga melalui Pelatihan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Meski demikian, kegiatan KKN tersebut tidak semata-mata diarahkan pada aspek ekonomi. Edukasi mengenai pengelolaan limbah rumah tangga menjadi bagian penting dari kegiatan karena masyarakat diperkenalkan pada cara melihat kembali barang yang sebelumnya dianggap sudah tidak berguna.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 54 UNS mendorong masyarakat Desa Pilangrejo untuk melihat minyak jelantah dari sudut pandang berbeda. Limbah yang selama ini hanya dikumpulkan dan dijual dapat terlebih dahulu dimanfaatkan menjadi produk yang berguna bagi rumah tangga.

Bagi masyarakat Desa Pilangrejo, pengalaman praktik itu menjadi salah satu pengenalan terhadap pengolahan limbah yang dapat dilakukan secara sederhana. Sementara dari sisi ekonomi, keterampilan tersebut memberikan gambaran mengenai kemungkinan mengembangkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.

Penulis : Nicholas Ryan | Universitas Sebelas Maret

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru