KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKN Kelompok 54 UNS bersama Ibu-Ibu PKK di Desa Pilangrejo mengikuti pelatihan pembuatan selai jambu air. Kegiatan tesebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN 54 UNS dalam mendorong pemanfaatan buah jambu air yang tersedia di Desa Pilangrejo agar tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang bernilai tambah. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

KKN Kelompok 54 UNS bersama Ibu-Ibu PKK di Desa Pilangrejo mengikuti pelatihan pembuatan selai jambu air. Kegiatan tesebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN 54 UNS dalam mendorong pemanfaatan buah jambu air yang tersedia di Desa Pilangrejo agar tidak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang bernilai tambah. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

Pilangrejo, Sorotnesia.com – Potensi pangan yang tersedia di lingkungan desa dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila diikuti dengan keterampilan pengolahan. Upaya tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 54 Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, kepada ibu-ibu PKK melalui pelatihan pembuatan selai jambu air.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pemanfaatan bahan pangan lokal dengan cara yang lebih beragam. Jambu air yang selama ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi segar diperkenalkan sebagai bahan dasar produk olahan yang dapat dibuat dalam skala rumah tangga.

Pemilihan jambu air bukan tanpa alasan. Buah tersebut merupakan salah satu potensi lokal yang dekat dengan kehidupan masyarakat Desa Pilangrejo. Mahasiswa KKN kemudian melihat peluang untuk memperkenalkan bentuk pemanfaatan lain agar keberadaan komoditas tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi langsung.

Dalam pelatihan, peserta tidak sekadar menerima penjelasan mengenai produk akhir. Mereka mengikuti proses pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan buah, pengolahan bahan, hingga pemasakan selai.

Mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai komposisi bahan dan takaran yang dapat digunakan untuk pembuatan dalam skala rumah tangga. Aspek tekstur dan rasa turut menjadi bagian dari praktik agar peserta memahami karakteristik produk yang dihasilkan.

Baca Juga :  Sinergi Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Kreatif: Transformasi Desa Poja Bersama Mahasiswa KKN UNS

Salah satu mahasiswa KKN 54 UNS, Zahra, mengatakan pelatihan tersebut berangkat dari potensi jambu air yang masih dapat dikembangkan menjadi berbagai produk.

“Jambu air menjadi salah satu potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk, salah satunya selai buah. Nah, melalui pelatihan ini kami ingin menunjukkan kalau buah jambu air yang biasa dikonsumsi secara langsung juga bisa diolah menjadi produk olahan yang lebih awet, praktis, dan memiliki nilai jual,” ujarnya.

Antusiasme Ibu-ibu PKK mengikuti proses pengolahan secara langsung dan turut berdiskusi mengenai komposisi bahan dan fungsinya, teknik pembuatan, penyimpanan, hingga kemungkinan pemasaran produk. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)
Antusiasme Ibu-ibu PKK mengikuti proses pengolahan secara langsung dan turut berdiskusi mengenai komposisi bahan dan fungsinya, teknik pembuatan, penyimpanan, hingga kemungkinan pemasaran produk. (Dok. Pribadi/KKN 54 UNS)

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi peserta untuk mendiskusikan kemungkinan pengembangan produk setelah proses pelatihan selesai. Ibu-ibu PKK mengikuti tahapan pembuatan sekaligus membahas komposisi dan fungsi bahan yang digunakan.

Pembahasan tidak berhenti pada proses memasak. Peserta juga berdiskusi mengenai teknik pengolahan, penyimpanan selai, serta kemungkinan pemasaran apabila produk tersebut dikembangkan lebih lanjut.

Setelah proses pemasakan selesai, peserta mencicipi selai jambu air yang telah dibuat menggunakan roti tawar. Mahasiswa KKN juga memberikan tester dalam kemasan mini kepada peserta sebagai contoh hasil akhir produk.

Bagi masyarakat, pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa bahan pangan yang tersedia di sekitar dapat diolah menjadi bentuk produk yang berbeda. Keterampilan pengolahan menjadi salah satu aspek penting apabila potensi tersebut ingin dikembangkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Semarak Pagerkidul Fest, KKN UNS Gelar Turnamen Voli dan Pentas Seni Peringati Hari Jadi Pacitan ke-281

Pelatihan ini juga menempatkan ibu-ibu PKK sebagai bagian penting dalam proses pemanfaatan potensi pangan lokal. Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta memiliki pengetahuan dasar untuk mengolah jambu air menjadi produk yang lebih praktis dan memiliki nilai tambah.

Mahasiswa KKN 54 UNS berharap keterampilan tersebut dapat terus diterapkan setelah kegiatan KKN berakhir. Pengolahan jambu air menjadi selai juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan lokal Desa Pilangrejo.

Pengembangan tersebut tidak harus langsung dilakukan dalam skala besar. Pembuatan dalam skala rumah tangga dapat menjadi langkah awal untuk menguji penerimaan produk, memperbaiki proses pengolahan, dan melihat peluang pemasaran sesuai kemampuan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, potensi jambu air tidak hanya dipandang sebagai buah yang dikonsumsi secara langsung, tetapi juga sebagai bahan pangan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi salah satu modal untuk memperluas pemanfaatan potensi desa.

Penulis : Zahra Maulidina / Universitas Sebelas Maret

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru