Rumah Organik Jetis: Kolaborasi Mahasiswa UNS dan Petani Kismorejo Dorong Pertanian Berkelanjutan

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS

Dokumentasi bersama. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS

Mahasiswa UNS bersama Kelompok Tani Kismorejo membangun Rumah Organik Jetis di Karanganyar. Program ini mendorong pertanian ramah lingkungan melalui pelatihan kompos, biochar, dan pestisida nabati, serta mendukung ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Karanganyar, Sorotnesia.com – Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan inovasi nyata di sektor pertanian melalui program “Rumah Organik Jetis”, yang diinisiasi sebagai bagian dari program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program ini dilaksanakan di Desa Jetis, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, dari 17 Februari hingga 17 Juni 2025, dan melibatkan kemitraan erat dengan Kelompok Tani Kismorejo.

Desa Jetis yang dikenal sebagai wilayah agraris memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Namun, para petani lokal menghadapi tantangan serius akibat tingginya harga pupuk dan pestisida kimia. Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa menawarkan pendekatan baru melalui edukasi pertanian organik yang berfokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini mencakup serangkaian kegiatan edukatif, seperti sosialisasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan pembuatan kompos dari limbah rumah tangga, produksi biochar dari sekam padi, serta peracikan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para petani.

Baca Juga :  Mahasiswa PGSD UNISRI Hidupkan Kearifan Lokal Lewat Eksperimen Motif Batik di SD Negeri 1 Sorogaten

Salah satu tonggak penting dalam program ini adalah pendirian Rumah Organik Jetis, sebuah fasilitas sederhana yang difungsikan sebagai pusat pengolahan bahan-bahan pertanian organik. Rumah Organik ini dibangun di atas lahan milik anggota Kelompok Tani Kismorejo, menggunakan kerangka bambu dan atap pelapis plastik UV. Meski tampak sederhana, bangunan ini menjadi simbol penting dari transformasi pertanian yang tengah berlangsung di Desa Jetis.

“Tujuan kami bukan hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian organik, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan,” ujar Muhammad Naufal Zaky, perwakilan dari tim mahasiswa.

Dokumentasi bersama Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS dan Kelompok Tani Kismorejo. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS
Dokumentasi bersama Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS dan Kelompok Tani Kismorejo. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS

Inisiatif ini mendapat respon positif dari para petani. Ketua Kelompok Tani Kismorejo, Supoyo, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan harapannya agar program ini memberikan manfaat jangka panjang.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Semoga Rumah Organik Jetis bisa terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain,” ujar Supoyo.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak SDN Ngampin 01 Wujudkan Sekolah Bebas Bullying

Tak hanya fokus pada aspek teknis, program ini juga menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Mahasiswa dan petani bersama-sama berupaya mendorong praktik pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Inovasi produk pupuk organik cair dari Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS
Inovasi produk pupuk organik cair dari Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS. Foto: Tim hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS

Inisiatif Rumah Organik Jetis sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin-poin seperti pengentasan kelaparan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim. Harapannya, proyek ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.

Program Hibah MBKM Fakultas Pertanian UNS ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan komunitas lokal dapat melahirkan solusi konkret terhadap permasalahan agraria yang selama ini dihadapi masyarakat desa.

Ke depan, diharapkan Rumah Organik Jetis tidak hanya menjadi pusat edukasi dan produksi pertanian organik, tetapi juga wahana bagi mahasiswa dan petani untuk terus berinovasi menciptakan pertanian masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Penulis : Muhammad Naufal Dzaky | UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Berita Terbaru

Keterasingan emosional dalam hubungan menjadi tema utama yang diangkat Armijn Pane dalam novel Belenggu. Sumber: Pinterest

Narasi+

Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:46 WIB