Semarang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Posko 59 mendorong penguatan pencegahan bullying di lingkungan sekolah dasar. Upaya tersebut dilakukan melalui rencana sosialisasi kepada siswa SD 01 dan SD 02 Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Rencana program itu dibahas saat mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 59 mengunjungi kedua sekolah tersebut pada Sabtu (25/7/2026). Kunjungan menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program edukasi mengenai perundungan dan upaya pencegahannya di lingkungan sekolah.
Kepala SD 01 Wirogomo, Nugroho, mengatakan edukasi mengenai bullying dapat dilakukan melalui berbagai media. Menurut dia, penyampaian informasi kepada siswa perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pesan pencegahan lebih mudah dipahami.
“Program anti bullying bisa menggunakan media seperti pamflet-pamflet juga dengan sosialisasi maupun anjuran kepada siswa,” ujarnya saat ditemui Tim KKN UIN Walisongo Posko 59 di kantornya.
Nugroho mengatakan tindakan bullying masih ditemukan meskipun edukasi dan program pencegahan telah beberapa kali dilakukan di sekolah.
“Di SD 1 Wirogomo atau Banyubiru pada umumnya sudah sering dilakukan program ini, meskipun demikian masih sering terjadi,” jelasnya.
Pihak sekolah, lanjut Nugroho, juga telah berupaya menyampaikan edukasi melalui poster dan imbauan yang diberikan guru kepada siswa. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pencegahan agar siswa memahami dampak dari tindakan perundungan.
“Sekolah juga sudah membuat semacam poster yang disampaikan kepada siswa. Dari guru juga sudah sering menyampaikan hal demikian supaya ada pencegahan,” katanya.
Nugroho berharap program yang disiapkan mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 59 tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap persoalan bullying.
“Tentunya sebagai kepala sekolah, program ini akan bisa memberikan dampak yang nyata supaya semakin sadar diri atas permasalahan bullying,” ucapnya.
Ia juga berharap siswa memperoleh pengetahuan dan inspirasi dari program tersebut.
“Semoga anak-anak bisa mengambil manfaat atau inspirasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UIN walisongo Posko 59 mengenai program anti bullying,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SD 02 Wirogomo, Dedi Adian Utomo, menyambut baik rencana sosialisasi tersebut. Ia menilai pemahaman mengenai bullying penting agar siswa mampu mengenali perilaku yang termasuk perundungan.
“Saya setuju dengan program tersebut supaya siswa tahu perbuatannya masuk kategori bullying atau tidak,” ucapnya.
Dedi menjelaskan pemantauan terhadap aktivitas siswa belum dapat dilakukan secara maksimal karena sekolah sedang memasuki masa liburan.
“Mungkin di SD 02 Wirogomo sudah tertata pembelajaran mapun pembentukan karakternya, tetapi karena ada liburan kita tidak bisa memantau,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap program sosialisasi dapat segera dilaksanakan ketika kondisi sekolah memungkinkan.
“Maka itu, program sosialisasi anti bullying bisa segera dilaksanakan,” tutupnya.
Selain persiapan program tersebut, SD 02 Wirogomo juga menggelar tasyakuran dalam rangka penerimaan siswa baru. Kegiatan tersebut, menurut Dedi Adiantomo, dilaksanakan dengan harapan memperoleh keberkahan.
Penulis : Tim KKN Mahasiswa UIN Walisongo
Editor : Intan Permata









