Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

Dokumentasi Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

Karanganyar, Sorotnesia.com – Suasana belajar yang berbeda hadir di SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, melalui rangkaian kegiatan literasi yang diimplementasikan dan dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi 124 Universitas Sebelas Maret (UNS). Bertempat langsung di lingkungan SD Negeri 02 Jatirejo, kegiatan ini mengajak siswa untuk tidak hanya membaca buku, tetapi juga memahami isi bacaan, menyampaikan pendapat, mengembangkan ide, hingga menghasilkan karya berdasarkan buku yang telah mereka baca.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program literasi hasil kolaborasi UNS dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) yang kemudian diimplementasikan dan dikembangkan oleh mahasiswa KKN Literasi 124 UNS di SD Negeri 02 Jatirejo. Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah dasar. Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif, mahasiswa berupaya menyesuaikan program dengan kondisi sekolah dan karakteristik siswa sehingga aktivitas literasi dapat berlangsung secara menyenangkan dan tidak monoton.

Program ini dilaksanakan oleh sembilan mahasiswa KKN 124 UNS, yaitu Afrizal Muhammad Akhyar, Afifah Dira Istiana, Mohammad Yogi Caniggia, Raymondha Elva Sandra Aurelia, Bildi Atsani Firdaus, Artika Eka Nur Ardaning, Fayaadh Haryadi, Nur Indah Bunga Setyawati, dan Widya Indah Nurlaili. Kesembilan mahasiswa tersebut terlibat secara langsung dalam pelaksanaan kegiatan di SD Negeri 02 Jatirejo, mulai dari menyiapkan bahan bacaan dan aktivitas, mendampingi siswa selama kegiatan, mengarahkan proses berkarya, hingga memberikan pendampingan dalam kegiatan menulis.

Rangkaian kegiatan dikembangkan dalam empat tahapan yang saling berkaitan, yaitu membaca, memahami, mengaplikasikan, dan menciptakan. Keempat tahapan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Membaca Nyaring (Read Aloud), Cerdas Mengulas Buku, Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan, serta Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan.

Membaca Nyaring Mengawali Interaksi Siswa dengan Buku

Kegiatan literasi diawali dengan Membaca Nyaring (Read Aloud) yang dilaksanakan bersama siswa SD Negeri 02 Jatirejo. Mahasiswa KKN membacakan buku cerita secara langsung di hadapan siswa dengan menggunakan intonasi, ekspresi, dan penekanan suara yang disesuaikan dengan alur cerita.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya duduk mendengarkan cerita. Mahasiswa mengajak mereka berinteraksi melalui pertanyaan dan tanggapan terkait cerita yang sedang dibacakan. Siswa diarahkan untuk mengenali tokoh, mengikuti alur peristiwa, memperhatikan permasalahan yang muncul dalam cerita, serta memberikan prediksi maupun tanggapan terhadap bagian tertentu.

Kegiatan membaca juga tidak hanya memanfaatkan buku fisik. Mahasiswa turut memanfaatkan fasilitas digital yang tersedia di SD Negeri 02 Jatirejo, salah satunya Smart TV. Media tersebut digunakan sebagai pendukung kegiatan literasi dengan menampilkan materi visual maupun tayangan yang berkaitan dengan bacaan. Pemanfaatan Smart TV memberikan variasi dalam kegiatan sehingga siswa dapat berinteraksi dengan bahan literasi melalui media yang lebih dekat dengan pengalaman belajar mereka sehari-hari.

Setelah membaca dan menyimak cerita, siswa juga diajak mengikuti kuis interaktif yang berkaitan dengan isi bacaan. Pertanyaan dalam kuis digunakan untuk mengajak siswa mengingat kembali tokoh, peristiwa, maupun informasi yang terdapat dalam cerita. Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana yang menyenangkan sehingga siswa dapat menguji pemahaman mereka sekaligus tetap aktif selama proses pembelajaran.

Interaksi tersebut membuat kegiatan membaca berlangsung lebih dinamis. Siswa memiliki kesempatan untuk merespons cerita secara langsung dan menyampaikan apa yang mereka pikirkan. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan suasana membaca yang lebih dekat dengan karakteristik dan ketertarikan anak-anak.

Melalui membaca nyaring, mahasiswa juga berupaya membangun pengalaman positif siswa terhadap buku. Buku diperkenalkan bukan hanya sebagai bagian dari tugas sekolah, tetapi sebagai media yang dapat menghadirkan cerita, pengetahuan, imajinasi, dan pengalaman baru.

Setelah Membaca, Siswa Diajak Memahami dan Mengulas Buku

Usai kegiatan membaca, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan Cerdas Mengulas Buku. Pada tahap ini, siswa diajak untuk mengingat kembali isi cerita dan menyampaikan pemahaman mereka menggunakan bahasa sendiri.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Kembangkan Rapelan untuk Atasi Serangan Serangga di Peternakan Sapi Perah

Mahasiswa memberikan pertanyaan pemantik mengenai tokoh, alur, peristiwa, bagian cerita yang menarik, serta pesan yang dapat diambil dari buku. Pertanyaan tersebut diberikan untuk membantu siswa mengidentifikasi informasi penting sekaligus melatih mereka menyampaikan pemikiran secara lisan.

Siswa juga diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali bagian cerita yang mereka ingat dan menyampaikan pendapat mengenai tokoh maupun peristiwa dalam cerita. Kegiatan berlangsung secara interaktif karena siswa dapat memberikan jawaban yang beragam sesuai dengan pemahaman masing-masing.

Pada tahap ini, pembelajaran diarahkan pada pendekatan yang berpusat pada siswa atau student-centered learning. Siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi diberikan ruang untuk aktif menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, bertanya, serta mengembangkan pemahaman mereka terhadap bacaan. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang mendampingi dan mengarahkan proses pembelajaran.

Selain melalui tanya jawab, mahasiswa juga menggunakan metode group discussion dalam kegiatan mengulas buku. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk membahas isi cerita, menjawab pertanyaan, dan bertukar pendapat dengan teman. Melalui diskusi tersebut, siswa belajar menyampaikan gagasan sekaligus mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.

Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya mengejar jawaban benar atau salah. Hal yang menjadi perhatian adalah keberanian siswa untuk berbicara, kemampuan memahami bacaan, serta kemampuan mengungkapkan gagasan dengan bahasa mereka sendiri.

Dengan demikian, kegiatan mengulas buku menjadi penghubung antara proses membaca dan kegiatan berikutnya. Setelah memperoleh pemahaman terhadap isi buku, siswa kemudian diarahkan untuk mengembangkan informasi dan gagasan tersebut melalui kegiatan yang lebih konkret.

Isi Buku Diaplikasikan dalam Proyek Kreatif

Tahap berikutnya dilaksanakan melalui Membuat Proyek Berbasis Isi Buku Bacaan. Siswa diajak untuk mengolah informasi dan inspirasi yang diperoleh dari buku menjadi sebuah karya.

Mahasiswa KKN 124 UNS mendampingi siswa selama proses pengerjaan proyek. Pendampingan dilakukan dengan memberikan arahan mengenai langkah-langkah kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan dan mengembangkan ide mereka sendiri.

Dalam kegiatan proyek, prinsip student-centered learning dan group discussion kembali diterapkan dengan memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam menentukan dan mengembangkan karya. Mahasiswa tidak sepenuhnya menentukan hasil akhir proyek, tetapi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi ide sesuai dengan pemahaman dan kreativitas mereka.

Siswa juga diarahkan untuk berdiskusi dengan anggota kelompok selama proses pengerjaan. Melalui diskusi kelompok, siswa dapat bertukar ide, membagi tugas, serta bekerja sama dalam menyelesaikan proyek. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan ketika siswa mengalami kesulitan.

Kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya kembali mengingat isi buku, tetapi juga menghubungkannya dengan aktivitas nyata. Apa yang sebelumnya mereka temukan dalam bentuk teks dan cerita mulai diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat mereka buat dan tampilkan.

Selama proses berlangsung, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang membantu ketika siswa mengalami kesulitan. Siswa didorong untuk mencoba, mengeksplorasi ide, dan menyelesaikan karya sesuai dengan kemampuan mereka.

Melalui proyek berbasis buku, kegiatan literasi berkembang menjadi aktivitas yang kreatif dan produktif. Siswa memperoleh pengalaman bahwa sebuah bacaan dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

Menulis Cerita sebagai Tahap Akhir Perjalanan Literasi

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan. Kegiatan ini menjadi tahap penciptaan, ketika siswa diberikan kesempatan untuk menuangkan kembali gagasan yang mereka peroleh dari buku ke dalam tulisan.

Dengan bekal pemahaman dari kegiatan membaca dan mengulas buku serta pengalaman dalam mengerjakan proyek, siswa mulai mengembangkan cerita berdasarkan imajinasi dan pemahaman mereka. Mereka dapat mengembangkan tokoh, peristiwa, maupun alur cerita sesuai dengan gagasan masing-masing.

Baca Juga :  Olah Limbah Jadi Pupuk Organik, Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 81 Gelar Workshop Kebun Gizi di Dusun Sungapan

Mahasiswa KKN memberikan pendampingan selama proses menulis. Siswa diarahkan untuk menyusun cerita secara runtut dan menggunakan kalimat yang dapat dipahami. Namun, pengembangan isi cerita tetap diberikan ruang seluas mungkin agar siswa dapat mengekspresikan imajinasi mereka.

Kegiatan menulis tersebut menjadi pengalaman penting karena siswa tidak lagi hanya menerima informasi dari buku. Mereka mulai menghasilkan gagasan sendiri dan menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Dari proses tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana sebuah bacaan yang sebelumnya hanya berupa teks dapat berkembang menjadi ide, kemudian diwujudkan kembali menjadi cerita dengan sudut pandang dan kreativitas siswa.

Dari Buku, Siswa Belajar Membaca, Berpikir, dan Berkarya

Rangkaian kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar tersebut dikembangkan sebagai satu alur literasi yang saling berkesinambungan. Siswa tidak langsung diarahkan untuk menghasilkan karya, tetapi terlebih dahulu diberikan pengalaman membaca dan memahami bacaan.

Alur tersebut dimulai dari membaca melalui Read Aloud, dilanjutkan dengan memahami melalui Cerdas Mengulas Buku, kemudian mengaplikasikan melalui proyek berbasis isi buku, dan ditutup dengan menciptakan melalui kegiatan menulis cerita.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Literasi 124 UNS menjelaskan bahwa rangkaian tersebut dikembangkan agar siswa dapat melihat hubungan antara kegiatan membaca dengan aktivitas lainnya.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa buku itu adalah sumber inspirasi yang bisa diwujudkan. Alur yang kami bawa mulai dari buku dibaca, dipahami isinya, dipraktikkan dalam bentuk proyek, hingga akhirnya memantik siswa untuk menulis ceritanya sendiri. Jadi, output-nya sangat jelas dan terukur.”

Pelaksanaan kegiatan di SD Negeri 02 Jatirejo juga memberikan ruang interaksi langsung antara mahasiswa dan siswa. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi turut mendampingi siswa ketika membaca, berdiskusi, mengerjakan proyek, dan menulis.

Bagi siswa, rangkaian tersebut memberikan pengalaman bahwa kegiatan literasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Membaca tidak harus selalu dilakukan secara individual dan dalam suasana yang kaku. Buku dapat dibaca bersama, didiskusikan, didukung dengan media digital, dijadikan inspirasi untuk berkarya, bahkan dikembangkan menjadi cerita baru.

Mendorong Budaya Literasi yang Berkelanjutan

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara langsung di SD Negeri 02 Jatirejo, KKN Literasi 124 UNS berupaya mengimplementasikan dan mengembangkan program literasi hasil kolaborasi UNS dan Perpusnas agar tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berkembang menuju kemampuan memahami dan menghasilkan gagasan.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa bahwa buku memiliki manfaat yang lebih luas. Dari sebuah bacaan, siswa dapat memperoleh pengetahuan, menemukan inspirasi, berdiskusi dengan teman, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN 124 UNS dalam mendukung lingkungan belajar yang lebih aktif dan kreatif di SD Negeri 02 Jatirejo. Dengan melibatkan siswa secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mahasiswa berupaya menjadikan literasi sebagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan dan dunia anak.

Bagi Afrizal Muhammad Akhyar, Afifah Dira Istiana, Mohammad Yogi Caniggia, Raymondha Elva Sandra Aurelia, Bildi Atsani Firdaus, Artika Eka Nur Ardaning, Fayaadh Haryadi, Nur Indah Bunga Setyawati, dan Widya Indah Nurlaili, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengabdian melalui pendidikan dan literasi di masyarakat.

Pada akhirnya, rangkaian kegiatan literasi di SD Negeri 02 Jatirejo membawa satu pesan sederhana “membaca bukanlah akhir dari kegiatan literasi, melainkan awal dari proses untuk memahami, berpikir, berkreasi, dan menghasilkan karya.”

Dari buku yang dibaca siswa, tumbuh pemahaman. Dari pemahaman, lahir gagasan. Dari gagasan, tercipta karya. Melalui proses yang berkesinambungan tersebut, budaya literasi diharapkan dapat tumbuh dan terus berkembang di lingkungan SD Negeri 02 Jatirejo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

Penulis : KKN 124 UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah
KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi
KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas
Bukan Sekadar Menabung, Mahasiswa KKN 155 UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang dan Ciptakan Karya
KKN 241 UNS Dorong Penerapan SDGs melalui Pengelolaan Cangkang Telur di Desa Sawo
KKN 241 UNS Dorong Warga Dukuh Sawo Jadikan Sedekah Sampah sebagai Kebiasaan
Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi
Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:34 WIB

Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 11 September 2026 - 18:04 WIB

KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 9 September 2026 - 17:30 WIB

KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas

Rabu, 9 September 2026 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Menabung, Mahasiswa KKN 155 UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang dan Ciptakan Karya

Berita Terbaru