Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Kembangkan Rapelan untuk Atasi Serangan Serangga di Peternakan Sapi Perah

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berdialog dengan salah satu peternak sapi perah di Desa Bendungan Jati, Januari 2026, membahas permasalahan serangan serangga di kandang serta pengenalan inovasi Rapelan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Foto: Pribadi

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berdialog dengan salah satu peternak sapi perah di Desa Bendungan Jati, Januari 2026, membahas permasalahan serangan serangga di kandang serta pengenalan inovasi Rapelan sebagai solusi ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ternak. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menghadirkan inovasi ramah lingkungan untuk membantu peternak sapi perah di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto mengatasi serangan serangga di area kandang. Inovasi tersebut diberi nama Rapelan, bahan pengusir serangga berbasis material alami yang mudah diaplikasikan dan aman bagi ternak.

Rapelan dikembangkan sebagai respons atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi peternak sapi perah, terutama gangguan lalat dan serangga lain yang kerap muncul di lingkungan kandang. Serangan serangga tidak hanya mengganggu kenyamanan sapi, tetapi juga berpotensi menurunkan kesehatan dan produktivitas ternak.

Sejumlah peternak menyebut kehadiran Rapelan memberikan dampak nyata dalam kegiatan pemeliharaan harian. Salah satu peternak sapi perah di Desa Bendungan Jati mengatakan, sebelum ada inovasi tersebut, lalat menjadi persoalan yang sulit diatasi.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 128 Gandeng BTN Solo Adakan Saku Pintar di SMP N 18 Surakarta

“Dulu lalat sangat mengganggu sapi kami. Setelah ada Rapelan, penanganannya menjadi lebih mudah. Cara penggunaannya juga sederhana dan aman untuk ternak,” ujarnya.

Seorang peternak sapi perah di Desa Bendungan Jati memperlihatkan cairan Rapelan, bahan pengusir serangga ramah lingkungan hasil pendampingan mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang digunakan untuk mengurangi gangguan lalat di area kandang dan menjaga kesehatan ternak. Foto: Pribadi
Seorang peternak sapi perah di Desa Bendungan Jati memperlihatkan cairan Rapelan, bahan pengusir serangga ramah lingkungan hasil pendampingan mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, yang digunakan untuk mengurangi gangguan lalat di area kandang dan menjaga kesehatan ternak. Foto: Pribadi

Para peternak menilai Rapelan praktis karena tidak memerlukan peralatan khusus serta dapat diaplikasikan secara mandiri. Selain itu, penggunaan bahan yang relatif mudah diperoleh membuat inovasi ini dinilai lebih efisien dan ekonomis dalam jangka panjang dibandingkan produk kimia komersial.

Program KKN mahasiswa UNTAG Surabaya ini juga mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Bendungan Jati. Perangkat desa menilai Rapelan sebagai inovasi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

“Kami melihat inovasi ini sederhana, tetapi manfaatnya nyata. Selain membantu meningkatkan produktivitas peternak, bahan yang digunakan juga aman bagi lingkungan dan ternak,” kata salah satu perangkat desa.

Baca Juga :  Jejak Kolaborasi KKN UNS 335: Mendorong Desa Tangguh dari Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan

Menurut pemerintah desa, pendekatan ramah lingkungan yang diterapkan mahasiswa KKN sejalan dengan upaya desa dalam mendorong praktik pertanian dan peternakan berkelanjutan. Inovasi seperti Rapelan dinilai dapat menjadi solusi lokal yang relevan dan mudah direplikasi.

Selain menghadirkan program teknis, keberadaan mahasiswa KKN UNTAG Surabaya juga membawa dampak sosial bagi masyarakat. Perangkat desa mengapresiasi kemampuan mahasiswa dalam membangun komunikasi dan berbaur dengan warga.

“Mahasiswa KKN tahun ini aktif dan mudah beradaptasi. Mereka tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mendengarkan kebutuhan masyarakat,” ujar perwakilan perangkat desa.

Dengan berakhirnya rangkaian sosialisasi dan pendampingan, para peternak diharapkan dapat menerapkan Rapelan secara mandiri dan berkelanjutan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus menjaga kesehatan dan produktivitas sapi perah di Desa Bendungan Jati.


Penulis : Irzal Yudan | Prodi Ilmu Komunikasi | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pasang Jaring Penutup Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul
Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang
Tim KKN-Tematik UNDIP Bangun Sistem Pemetaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Bencana Desa Gulon
Lewat Sosialisasi Interaktif, KKN Untidar Ajak Siswa SD Tolak Bullying
Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dorong Inovasi dan Digitalisasi UMKM Tas Anyaman di Dusun Mungkut
Mahasiswa Teknik Industri UNTAG Surabaya Terapkan Ilmu Produksi dalam Pelatihan Olahan Ubi di Mojokerto
Bersama Warga Desa Bendunganjati, Mahasiswa UNTAG Surabaya Jalani Pengabdian KKN di Pacet Mojokerto
Diversifikasi Produk, Mahasiswa UNTAG Bantu UMKM Sate Komoh Perluas Pasar

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:37 WIB

Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pasang Jaring Penutup Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:23 WIB

Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang

Senin, 9 Februari 2026 - 13:49 WIB

Tim KKN-Tematik UNDIP Bangun Sistem Pemetaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Bencana Desa Gulon

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:31 WIB

Lewat Sosialisasi Interaktif, KKN Untidar Ajak Siswa SD Tolak Bullying

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:40 WIB

Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dorong Inovasi dan Digitalisasi UMKM Tas Anyaman di Dusun Mungkut

Berita Terbaru