Simfoni Milad ke-43, Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi Mantapkan Langkah Menuju Setengah Abad Pengabdian

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Drs. KH. Abdul Aziz, juga menyampaikan pesan kepada para santri dalam puncak Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi, Kamis (25/6/2026). Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Drs. KH. Abdul Aziz, juga menyampaikan pesan kepada para santri dalam puncak Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi, Kamis (25/6/2026). Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda

Sukabumi, Sorotnesia.com – Perjalanan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari lamanya usia lembaga, tetapi juga dari kemampuannya menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri di tengah perubahan zaman. Selama 43 tahun, Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi terus berupaya mempertahankan tradisi keilmuan, akhlak, dan pengabdian sosial yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.

Semangat tersebut kembali ditegaskan dalam rangkaian Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda yang berlangsung bertepatan dengan Muharram 1448 Hijriah. Mengusung tema “Menjaga Nilai, Melindungi Martabat, Mengawal Perubahan”, peringatan milad tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen lembaga dalam mempersiapkan langkah menuju usia emas setengah abad.

Muharram dipilih bukan tanpa alasan. Dalam tradisi Islam, bulan pertama dalam kalender Hijriah itu dimaknai sebagai momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Nilai tersebut kemudian menjadi benang merah seluruh rangkaian kegiatan yang melibatkan keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda (Yaspin), mulai dari santri, tenaga pendidik, alumni, hingga masyarakat sekitar.

Pesantren yang didirikan Almagfurlah KH. Asep Saeful Alam dan kini dipimpin Drs. KH. Abdul Aziz itu memanfaatkan peringatan milad sebagai ruang untuk memperkuat pendidikan karakter, mempererat ukhuwah, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan bahkan telah dimulai sejak awal Juni 2026. Selama beberapa pekan, lingkungan pesantren dipenuhi berbagai aktivitas pendidikan dan perlombaan yang melibatkan seluruh jenjang lembaga pendidikan di bawah naungan Yaspin Nurul Huda.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, serta semangat kebersamaan di lingkungan pesantren.

Musabaqah Jadi Ajang Mengasah Ilmu dan Karakter Santri

Salah satu agenda utama dalam rangkaian milad adalah penyelenggaraan Musabaqah, yang menjadi wadah bagi para santri menampilkan hasil pembelajaran selama menempuh pendidikan di pesantren.

Berbagai cabang perlombaan digelar, mulai dari hafalan kitab, Bahtsul Kutub, MMQ, MHQ, pidato, hingga Lomba Cerdas Cermat. Setiap perlombaan dirancang untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun keberanian, kedalaman pemahaman terhadap ilmu keislaman, serta kemampuan berpikir kritis para santri.

Namun, Musabaqah tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara. Melalui kompetisi tersebut, santri juga dididik untuk memahami makna kesungguhan, sportivitas, kerja keras, dan keikhlasan dalam menerima hasil. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dari tradisi pendidikan pesantren yang mengutamakan pembentukan akhlak sebelum mengejar prestasi.

Festival Shalawat Perkuat Syiar dan Ukhuwah

Penampilan grup Festival Shalawat Batch IX memeriahkan rangkaian Simfoni Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi. Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda
Penampilan grup Festival Shalawat Batch IX memeriahkan rangkaian Simfoni Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi. Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda

Nuansa religius juga terasa melalui penyelenggaraan Festival Shalawat Batch IX yang diikuti berbagai grup shalawat, khususnya dari kalangan pemudi dan ibu-ibu.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan membuat Sabun Ampas Kopi Eco-Conscious Bersama Warga Ngareanak

Lantunan shalawat yang menggema sepanjang kegiatan menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperlihatkan bahwa syiar Islam dapat disampaikan melalui pendekatan yang damai, indah, dan menyejukkan.

Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi gambaran eratnya hubungan pesantren dengan lingkungan sekitar. Festival tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai kalangan dalam satu majelis penuh kebersamaan.

Selain Festival Shalawat, rangkaian milad juga diisi dengan kegiatan pendidikan lainnya, seperti kenaikan kelas, akhirussanah, wisuda santri tahfiz Al-Qur’an, pentas seni santri, hingga Samen TPQ.

Seluruh agenda tersebut menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Nurul Huda memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui seni, kreativitas, kepemimpinan, serta kepercayaan diri sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat.

Istighasah Muharram dan Santunan Yatim

Memasuki malam 10 Muharram, suasana berubah menjadi lebih khusyuk melalui pelaksanaan Istighasah Muharram yang diikuti keluarga besar pesantren.

Dalam kegiatan tersebut, seluruh jamaah memanjatkan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan Pondok Pesantren Nurul Huda.

Pada kesempatan yang sama, pesantren juga menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari nilai pendidikan Islam yang dikembangkan lembaga tersebut.

Selain santunan, panitia juga memberikan penghargaan kepada para ustaz yang telah mengabdikan diri bagi pesantren maupun masyarakat. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kesinambungan pendidikan dan dakwah.

Malam penghargaan itu juga menjadi momen penyerahan hadiah kepada para pemenang Musabaqah serta berbagai perlombaan lain yang telah berlangsung selama rangkaian milad.

Konsep Simfoni Milad Satukan Seluruh Lembaga Pendidikan

Puncak Milad ke-43 berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2026, bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah.

Sejak pagi, ribuan santri, guru, wali murid, alumni, dan masyarakat memadati kawasan sekitar pesantren untuk mengikuti pawai dan atraksi drumband.

Berbagai kostum kreatif serta penampilan peserta menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan sepanjang rute kegiatan. Kehadiran warga menunjukkan hubungan erat yang telah terjalin antara pesantren dengan masyarakat selama puluhan tahun.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda dipadukan dalam satu konsep besar bertajuk “Simfoni Milad”.

Melalui konsep tersebut, seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK, TPQ, Madrasah Diniyah, MI, MTs, MA, Pondok Pesantren Salafi, hingga Pondok Pesantren Takhassus Al-Qur’an tampil dalam satu rangkaian perayaan.

Baca Juga :  GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”

Kolaborasi tersebut menjadi simbol harmonisasi seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yaspin Nurul Huda dengan tujuan bersama, yakni mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi umat.

Ketua Pelaksana Milad, Fahmi Amiruddin, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep Simfoni Milad dipilih sebagai gambaran sinergi seluruh unit pendidikan.

“Simfoni Milad dipilih sebagai gambaran harmonisasi seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah Yaspin Nurul Huda,” ujar Fahmi.

Menurutnya, usia ke-43 menjadi penanda bahwa pesantren telah melewati berbagai dinamika dengan tetap istiqamah menjaga kualitas pendidikan sekaligus bersiap menyongsong usia emas setengah abad.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memilih pesantren dengan mempertimbangkan kualitas guru, sanad keilmuan, serta tradisi pendidikan yang diwariskan, bukan semata karena popularitas.

Tabligh Akbar Tutup Rangkaian Milad

Antusias para santri saat pelaksanaan Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi, Kamis (25/6/2026). Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda
Antusias para santri saat pelaksanaan Milad ke-43 Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi, Kamis (25/6/2026). Foto: Tim Media Pesantren Nurul Huda

Memasuki malam hari, ribuan jamaah kembali memadati lokasi acara untuk mengikuti puncak peringatan Milad ke-43.

Acara diawali dengan penampilan grup terbaik Festival Shalawat Batch IX, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Internasional Ustadz Wahyu Andi.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Aby Salma dari Arjuna Cianjur.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda, Drs. KH. Abdul Aziz, juga menyampaikan pesan kepada para santri agar tetap menjaga semangat belajar selama masa liburan.

“Ilmu yang diperoleh di pesantren akan bernilai ketika diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar KH. Abdul Aziz.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada proses belajar di ruang kelas, melainkan diwujudkan melalui pengamalan ilmu dalam kehidupan nyata.

Memasuki usia ke-43, Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi kembali menegaskan komitmennya menjaga tradisi pendidikan Islam yang berpijak pada ilmu, akhlak, ibadah, dan kepedulian sosial.

Rangkaian Musabaqah, Festival Shalawat, istighasah, santunan sosial, apresiasi kepada para guru, hingga Tabligh Akbar menjadi cerminan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan kepedulian terhadap sesama.

Milad ke-43 pun menjadi pijakan penting menuju perjalanan baru menyongsong usia setengah abad. Dengan tetap menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri, Pondok Pesantren Nurul Huda berharap terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Penulis : Riani / Santri Putri Pesantren Nurul Huda

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musda GEMABUDHI Kalimantan Utara Tetapkan Hendy Darmawan sebagai Ketua DPD Periode 2026–2031
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
GEMABUDHI Sulsel Gelar Bergema Temple Explorer Perdana, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Pemuda Buddhis
Rajut Kebersamaan Waisak 2026, Bimas Buddha, PERGABI, dan GEMABUDHI Sulsel Dorong Kreativitas Anak Asuh Yayasan Ratanajoti Mawang
Harmoni Waisak 2026, GEMABUDHI Sulsel dan Tokoh Lintas Lembaga Tanam 45 Pohon di Gowa
Dialog Kebangsaan GEMABUDHI Sulsel Tekankan Aktualisasi Nilai Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI
Semangat Vesak 2026, DPD GEMABUDHI Sulsel Bagikan 50 Snack Box kepada Masyarakat Makassar
GEMABUDHI Sulsel Gelar Dialog Kebangsaan, Andre Prasetyo Tanta Resmi Jadi Dewan Kehormatan

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:12 WIB

Simfoni Milad ke-43, Pondok Pesantren Nurul Huda Yaspin Sukabumi Mantapkan Langkah Menuju Setengah Abad Pengabdian

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:41 WIB

Musda GEMABUDHI Kalimantan Utara Tetapkan Hendy Darmawan sebagai Ketua DPD Periode 2026–2031

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:05 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:29 WIB

GEMABUDHI Sulsel Gelar Bergema Temple Explorer Perdana, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Pemuda Buddhis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:53 WIB

Rajut Kebersamaan Waisak 2026, Bimas Buddha, PERGABI, dan GEMABUDHI Sulsel Dorong Kreativitas Anak Asuh Yayasan Ratanajoti Mawang

Berita Terbaru