Makassar, Sorotnesia.com – Pengurus Organisasi dan Kaderisasi (OKK) Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI), Anes Dwi Prasetya, menekankan pentingnya penguatan nilai toleransi, persaudaraan, dan persatuan bangsa dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertema “Aktualisasi Nilai Universal Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI” di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2026).
Dalam forum yang dihadiri tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah itu, Anes menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Karena itu, menurut dia, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan bangsa, bukan ancaman yang memecah persatuan.
Ia menjelaskan, nilai universal Hari Raya Waisak memiliki keselarasan dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Nilai tersebut meliputi cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, kedamaian, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama.
“Nilai universal Waisak sejatinya sejalan dengan semangat Pancasila. Persatuan, kemanusiaan, penghormatan terhadap keyakinan, serta semangat gotong royong harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Anes dalam pemaparannya.
Menurut Anes, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Ia menilai polarisasi sosial, intoleransi, ujaran kebencian, hingga perpecahan akibat perbedaan pandangan menjadi ancaman nyata yang perlu dihadapi bersama.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan nasional. Generasi muda, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman, tetapi harus tampil sebagai pelopor toleransi dan penjaga kebhinekaan.
Anes juga mengajak kalangan pemuda untuk aktif membangun ruang dialog di tengah masyarakat. Selain itu, budaya gotong royong dan sikap saling menghormati perlu terus diperkuat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Sebagai bagian dari Generasi Muda Buddhis Indonesia, Anes menegaskan bahwa kontribusi pemuda Buddhis tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui aksi sosial yang memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan.
“Keutuhan NKRI bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat negara, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Persatuan harus dirawat melalui tindakan nyata, menghargai perbedaan, menolak provokasi, dan menjaga semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut, Anes berharap lahir komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk terus mengaktualisasikan nilai universal Waisak dan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai penguatan nilai toleransi dan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, maju, dan berkeadaban.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadiran berbagai unsur lintas agama dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi simbol nyata komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui dialog dan kerja sama antarelemen masyarakat.
Penulis : Justine Sun
Editor : Intan Permata









