Dialog Kebangsaan GEMABUDHI Sulsel Tekankan Aktualisasi Nilai Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI

- Redaksi

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Dialog Kebangsaan bertajuk “Aktualisasi Nilai Universal Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI” yang digelar DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan di Aula Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2026). Foto: Pribadi

Suasana Dialog Kebangsaan bertajuk “Aktualisasi Nilai Universal Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI” yang digelar DPD GEMABUDHI Sulawesi Selatan di Aula Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2026). Foto: Pribadi

Makassar, Sorotnesia.com – Pengurus Organisasi dan Kaderisasi (OKK) Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI), Anes Dwi Prasetya, menekankan pentingnya penguatan nilai toleransi, persaudaraan, dan persatuan bangsa dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertema “Aktualisasi Nilai Universal Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI” di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (29/5/2026).

Dalam forum yang dihadiri tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah itu, Anes menyampaikan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Karena itu, menurut dia, keberagaman harus dipandang sebagai kekuatan bangsa, bukan ancaman yang memecah persatuan.

Ia menjelaskan, nilai universal Hari Raya Waisak memiliki keselarasan dengan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara. Nilai tersebut meliputi cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, kedamaian, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama.

“Nilai universal Waisak sejatinya sejalan dengan semangat Pancasila. Persatuan, kemanusiaan, penghormatan terhadap keyakinan, serta semangat gotong royong harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Anes dalam pemaparannya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS Dorong Digitalisasi Keuangan BUMDes dan Tertib Administrasi Kelompok Tani di Gunungsari

Menurut Anes, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Ia menilai polarisasi sosial, intoleransi, ujaran kebencian, hingga perpecahan akibat perbedaan pandangan menjadi ancaman nyata yang perlu dihadapi bersama.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan nasional. Generasi muda, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman, tetapi harus tampil sebagai pelopor toleransi dan penjaga kebhinekaan.

Anes juga mengajak kalangan pemuda untuk aktif membangun ruang dialog di tengah masyarakat. Selain itu, budaya gotong royong dan sikap saling menghormati perlu terus diperkuat sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Sebagai bagian dari Generasi Muda Buddhis Indonesia, Anes menegaskan bahwa kontribusi pemuda Buddhis tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui aksi sosial yang memperkuat persaudaraan dan semangat kebangsaan.

Baca Juga :  FIFA Ancam Coret Bahrain dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Jika Tolak Bermain di Indonesia

“Keutuhan NKRI bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat negara, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Persatuan harus dirawat melalui tindakan nyata, menghargai perbedaan, menolak provokasi, dan menjaga semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut, Anes berharap lahir komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat untuk terus mengaktualisasikan nilai universal Waisak dan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai penguatan nilai toleransi dan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang damai, harmonis, maju, dan berkeadaban.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadiran berbagai unsur lintas agama dan organisasi kepemudaan dinilai menjadi simbol nyata komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui dialog dan kerja sama antarelemen masyarakat.

Penulis : Justine Sun

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semangat Vesak 2026, DPD GEMABUDHI Sulsel Bagikan 50 Snack Box kepada Masyarakat Makassar
GEMABUDHI Sulsel Gelar Dialog Kebangsaan, Andre Prasetyo Tanta Resmi Jadi Dewan Kehormatan
Enrique Justine Sun Kutuk Dugaan Diskriminasi terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar
Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa
Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk
Rapimnas 2026, LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Program dengan Asta Cita
Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII dengan Penangkalan Radikalisme dan Intolerasi Beragama
Kakesbangpol Buka Musda VI LDII Trenggalek, Apresiasi Peran Ormas Islam dalam Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:56 WIB

Dialog Kebangsaan GEMABUDHI Sulsel Tekankan Aktualisasi Nilai Waisak dan Pancasila demi Keutuhan NKRI

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:38 WIB

Semangat Vesak 2026, DPD GEMABUDHI Sulsel Bagikan 50 Snack Box kepada Masyarakat Makassar

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:59 WIB

GEMABUDHI Sulsel Gelar Dialog Kebangsaan, Andre Prasetyo Tanta Resmi Jadi Dewan Kehormatan

Senin, 25 Mei 2026 - 22:53 WIB

Enrique Justine Sun Kutuk Dugaan Diskriminasi terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:52 WIB

Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa

Berita Terbaru