Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Tim Teman Riset dengan para siswa(Doc. Pribadi.)

Foto bersama Tim Teman Riset dengan para siswa(Doc. Pribadi.)

Surakarta, Krajan.id – Penelitian ilmiah tidak selalu berhenti di laboratorium. Semangat itulah yang dibawa Tim Teman Riset 1790 Universitas Sebelas Maret (UNS) saat memperkenalkan hasil riset mereka kepada siswa SMA Al-Islam Surakarta melalui program Hibah Kampus Berdampak. Kegiatan tersebut menjadi jembatan antara dunia akademik dan pendidikan menengah sekaligus mengenalkan konsep kimia hijau serta pentingnya penelitian kimia dalam menjawab tantangan kesehatan di masa depan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung pada Kamis, 8 Mei 2026, dengan mengangkat tema “Sintesis Senyawa C-4-Etoksifenil Kaliks[4]Resorsinarena sebagai Agen Antibakteri”. Program ini diketuai oleh Qeisya Fadwa Naila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS angkatan 2023, di bawah bimbingan Prof. Dr. Suryadi Budi Utomo, M.Si.

Salah satu fokus penelitian yang diperkenalkan kepada siswa adalah sintesis senyawa C-4-etoksifenil kaliks[4]resorsinarena. Senyawa ini termasuk ke dalam kelompok senyawa makrosiklik yang memiliki struktur unik dan berpotensi digunakan dalam berbagai bidang, termasuk sebagai agen antibakteri.

Sosialisasi diikuti oleh siswa kelas X SMA Al-Islam Surakarta sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dunia riset sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, tim ingin menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak hanya menjadi laporan ilmiah, tetapi juga memiliki peluang dikembangkan menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Topik yang diperkenalkan berangkat dari penelitian mengenai sintesis senyawa C-4-etoksifenil kaliks[4]resorsinarena, yang tengah dikaji sebagai senyawa dengan potensi aktivitas antibakteri. Penelitian tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana ilmu kimia dapat berkontribusi dalam pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Latar belakang riset ini tidak terlepas dari meningkatnya tantangan penanganan infeksi bakteri, termasuk munculnya bakteri yang semakin resisten terhadap antibiotik. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk terus mencari dan mengembangkan senyawa baru yang berpotensi menjadi alternatif dalam pengembangan agen antibakteri.

Melalui pemaparan yang disampaikan kepada para siswa, Tim Teman Riset 1790 ingin memperlihatkan bahwa kimia bukan sekadar mata pelajaran di ruang kelas, melainkan ilmu yang memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi kehidupan.

Baca Juga :  Mahasiswa UNS Ciptakan Patch Edible Film dari Limbah Tahu dan Daun Kersen untuk Atasi Sariawan

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Guru Kimia SMA Al-Islam Surakarta, Bu Izzah, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim mahasiswa UNS.

“Materi yang disampaikan sangat menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Kehadiran Tim Teman Riset 1790 UNS memberikan wawasan baru bahwa penelitian kimia memiliki manfaat nyata bagi kehidupan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa yang termotivasi untuk mengenal dan mencintai dunia riset,” ujar Bu Izzah.

Membawa Hasil Penelitian Keluar dari Laboratorium

Dalam sesi utama, Tim Teman Riset 1790 mengajak siswa mengenal perjalanan sebuah penelitian sejak tahap awal hingga menghasilkan temuan ilmiah. Para peserta diperkenalkan pada proses sintesis senyawa, teknik karakterisasi menggunakan berbagai instrumen analisis, hingga tahapan pengujian aktivitas antibakteri.

Materi disampaikan dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa. Pendekatan tersebut membuat konsep-konsep kimia yang selama ini dipelajari di sekolah menjadi lebih dekat dengan penerapannya di dunia nyata.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh gambaran bahwa proses penelitian merupakan rangkaian kegiatan yang sistematis, mulai dari penyusunan hipotesis, eksperimen di laboratorium, analisis hasil, hingga pengujian manfaat suatu senyawa.

Tim juga memperkenalkan konsep kaliks[4]resorsinarena, yakni kelompok senyawa makrosiklik yang memiliki struktur molekul unik dan berpotensi dimanfaatkan dalam berbagai bidang ilmu, termasuk sebagai agen antibakteri.

Pengenalan terhadap senyawa tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman bahwa perkembangan ilmu kimia terus melahirkan inovasi yang dapat mendukung kemajuan ilmu kesehatan sekaligus menjawab tantangan global.

Antusiasme Siswa Warnai Jalannya Sosialisasi

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari menyimak materi, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi mengenai proses penelitian yang dipaparkan oleh tim.

Antusiasme peserta terlihat ketika berbagai pertanyaan muncul mengenai bagaimana suatu senyawa dapat dikembangkan menjadi bahan yang bermanfaat bagi kesehatan. Interaksi tersebut menciptakan suasana belajar yang hidup sekaligus menunjukkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap dunia penelitian.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMBY Edukasi Pemuda Banyusumurup tentang Literasi Digital dan Kejahatan Dunia Maya

Momen menarik terjadi ketika salah seorang siswa kelas X, Narendra Atha, menyampaikan tanggapan spontan setelah mengikuti pemaparan materi.

“Oalah, Mbak, ternyata kimia keren ya. Tadi kan Mbak menjelaskan tentang senyawa antibakteri, saya jadi kepikiran, apa nanti saya bikin obat bentuknya es krim aja ya, Mbak,” ujar Narendra yang langsung disambut tawa guru, tim sosialisasi, dan peserta lainnya.

Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan sosialisasi tidak hanya berhasil memperkenalkan penelitian mengenai sintesis C-4-etoksifenil kaliks[4]resorsinarena sebagai agen antibakteri, tetapi juga mampu memantik imajinasi serta kreativitas siswa dalam membayangkan berbagai inovasi yang mungkin lahir dari ilmu kimia.

Menumbuhkan Minat Generasi Muda terhadap Dunia Riset

Melalui program Hibah Kampus Berdampak, Tim Teman Riset 1790 berharap semakin banyak pelajar yang tertarik mengenal dunia penelitian sejak bangku sekolah.

Kegiatan seperti ini dinilai penting untuk memperlihatkan bahwa riset merupakan bagian dari proses menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan. Dengan mengenalkan penelitian secara langsung kepada siswa, mereka dapat memahami bahwa pembelajaran kimia memiliki keterkaitan erat dengan berbagai persoalan nyata, mulai dari kesehatan hingga pengembangan teknologi.

Foto bersama dengan guru mapel Kimia setelah melakukan sosialisasi di kelas. (Dok. Pribadi)
Foto bersama dengan guru mapel Kimia setelah melakukan sosialisasi di kelas. (Dok. Pribadi)

Selain memperluas wawasan mengenai penelitian kimia, sosialisasi tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di bidang sains dan berkontribusi dalam pengembangan inovasi di masa mendatang.

Bagi Tim Teman Riset 1790 UNS, membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium menuju ruang kelas merupakan langkah penting untuk mendekatkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan siswa, hasil riset tidak hanya dipahami sebagai temuan akademik, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa sains dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan.

Penulis : Tim Teman Riset 1790 / Universitas Sebelas Maret (UNS)

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara
Tidak Hanya Turun ke Jalan, Aliansi BEM Solo Dorong Gerakan Mahasiswa Masuk ke Ruang Digital

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:47 WIB

Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan

Berita Terbaru