Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demonstrasi pembuatan baglog berbasis sekam padi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)

Demonstrasi pembuatan baglog berbasis sekam padi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)

Boyolali, Sorotnesia.com – Tumpukan limbah sekam padi yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai mulai dilirik sebagai sumber ekonomi baru di Desa Jeron, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Melalui program Membangun Desa yang dijalankan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS), limbah hasil penggilingan padi tersebut diolah menjadi media tanam jamur tiram yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Program yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026 di Balai Desa Jeron itu tidak hanya mengenalkan teknologi pengolahan sekam padi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha budidaya jamur berbasis potensi lokal. Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas perangkat desa, kelompok tani, dan warga mengikuti pelatihan tersebut.

Pemanfaatan sekam padi dipilih karena ketersediaannya melimpah di Desa Jeron. Selama ini, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sehingga memiliki nilai ekonomi yang rendah. Melalui proses fermentasi menggunakan EM4 dan sterilisasi baglog, sekam padi diolah menjadi media tanam yang layak digunakan untuk budidaya jamur tiram.

Ketua PKK Desa Jeron, Fauziyah Nur, menyambut positif program tersebut. Menurut dia, inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat desa.

Baca Juga :  Sinergi Akademisi dan Inovasi Mahasiswa Dorong UMKM “Jajanan Bu Sri” Naik Kelas

Dalam sambutannya, Fauziyah mengatakan, “Pentingnya inovasi pengolahan limbah pertanian untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.”

Penyampaian materi sosialisasi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)
Penyampaian materi sosialisasi. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)

Selama pelatihan, tim mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari pengenalan karakteristik sekam padi, proses fermentasi, pembuatan baglog, sterilisasi media, inokulasi bibit jamur, hingga teknik pemeliharaan dan panen. Materi disusun agar dapat langsung diterapkan oleh masyarakat menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain aspek budidaya, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan usaha. Tim MBKM memperkenalkan strategi pengemasan produk, pengelolaan usaha skala rumah tangga, hingga pemanfaatan platform digital seperti Instagram, WhatsApp Business, TikTok Shop, dan marketplace sebagai sarana pemasaran hasil panen.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai usaha budidaya jamur, mulai dari produksi hingga pemasaran. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga memahami cara menjangkau pasar yang lebih luas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim mahasiswa menyerahkan sejumlah peralatan produksi berupa alat press, kompor, drum sterilisasi, dan timbangan. Warga juga menerima brosur yang memuat panduan lengkap mengenai pembuatan media tanam dan teknik budidaya jamur tiram.

Tim MBKM juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk melihat sejauh mana teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan masyarakat sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan program di masa mendatang.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN 74 UNS Dorong Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga di Desa Gunungsari Magelang

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan temuan yang mendukung pemanfaatan sekam padi sebagai media tanam. Tim berhasil menyusun lima variasi media tanam berbasis sekam padi yang kemudian diuji karakteristik kimianya.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh media memiliki pH sebesar 7 atau berada pada kondisi netral. Sementara itu, rasio karbon dan nitrogen (C/N) berada pada kisaran 15,69 hingga 25,34, dengan kandungan nitrogen total sebesar 1,7–2,2 persen serta karbon organik sebesar 31,50–44,59 persen.

Data tersebut menunjukkan media tanam hasil olahan limbah sekam padi memiliki karakteristik kimia yang mendukung pertumbuhan jamur tiram. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Penyerahan alat kepada perangkat Desa Jeron. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)
Penyerahan alat kepada perangkat Desa Jeron. (Dok. Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS)

Melalui program ini, mahasiswa UNS berharap masyarakat Desa Jeron mampu memanfaatkan potensi lokal secara lebih produktif. Pengolahan limbah sekam padi menjadi media tanam jamur tiram dinilai dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat desa yang menggabungkan aspek lingkungan, inovasi teknologi, dan penguatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Penulis : Tim Hibah MBKM ID [2132] UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru