Mahasiswa KKN UMBY Dorong Siswa SD di Pakis Mengenali Potensi Diri Sejak Dini

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan bertajuk “Mengenali Potensi, Merangkai Mimpi” itu diarahkan untuk membantu siswa memahami kemampuan, minat, dan cita-cita mereka sejak dini. Sumber: Dok. Pribadi/KKN Kelompok 68 UMBY

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kegiatan bertajuk “Mengenali Potensi, Merangkai Mimpi” itu diarahkan untuk membantu siswa memahami kemampuan, minat, dan cita-cita mereka sejak dini. Sumber: Dok. Pribadi/KKN Kelompok 68 UMBY

Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN Kelompok 68 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengajak siswa sekolah dasar di Dusun Pakis Tengah, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, mengenali potensi diri melalui program psikoedukasi. Kegiatan bertajuk “Mengenali Potensi, Merangkai Mimpi” itu diarahkan untuk membantu siswa memahami kemampuan, minat, dan cita-cita mereka sejak dini.

Psikoedukasi tersebut menyasar siswa kelas 4 dan dilaksanakan di dua sekolah. Kegiatan berlangsung di SDIT Jam’iyyatul Ihsan Pakis pada Rabu (29/7/2026), kemudian dilanjutkan di SDN Pakis 1 pada Kamis (30/7/2026).

Program ini tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi. Mahasiswa KKN mengemas kegiatan melalui permainan dan aktivitas yang mendorong siswa mengenali serta menyampaikan kemampuan mereka secara langsung.

Sebelum program dilaksanakan, mahasiswa KKN Kelompok 68 melakukan wawancara, observasi, dan diskusi dengan perangkat dusun serta pihak sekolah. Dari proses tersebut, mahasiswa melihat siswa di Dusun Pakis Tengah memiliki semangat belajar yang tinggi, aktif mengikuti kegiatan di sekolah, dan memiliki ketertarikan untuk mencoba berbagai hal baru.

Namun, masih terdapat siswa yang belum sepenuhnya menyadari potensi dan kelebihan yang dimilikinya. Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar penyusunan kegiatan psikoedukasi.

Mahasiswa memperkenalkan pemahaman bahwa potensi diri tidak selalu berkaitan dengan nilai akademik atau prestasi dalam perlombaan. Kemampuan menggambar, berolahraga, bernyanyi, berbicara di depan orang lain, membantu teman, hingga kemauan untuk terus belajar juga merupakan bentuk potensi yang dapat dikembangkan.

Baca Juga :  Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan

Salah satu aktivitas yang digunakan ialah permainan Bola Bingo Potensi. Dalam permainan tersebut, bola diputar dari satu siswa kepada siswa lainnya dengan iringan musik. Ketika musik berhenti, siswa yang memegang bola diminta menyebutkan kelebihan dirinya atau kemampuan yang dimiliki temannya.

Permainan itu membuat suasana kelas lebih interaktif. Siswa secara bergantian menyebutkan berbagai kemampuan yang mereka miliki, seperti menggambar, bermain sepak bola, bernyanyi, hingga membantu guru.

Setelah permainan, mahasiswa mengajak siswa mengisi Lembar Aktivitas Pohon Potensi. Dalam lembar tersebut, siswa menuliskan hobi, kemampuan, cita-cita, orang-orang yang memberikan dukungan, serta keterampilan yang ingin terus mereka kembangkan.

Mahasiswa KKN juga mendampingi siswa yang masih kesulitan menemukan jawaban. Mereka diajak mengingat kembali aktivitas yang disukai, pelajaran yang membuat mereka bersemangat, serta pujian yang pernah diterima dari orang tua atau guru.

Aktivitas tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi di depan kelas. Beberapa siswa mendapat kesempatan menceritakan hasil Pohon Potensi yang telah mereka kerjakan.

Di SDIT Jam’iyyatul Ihsan Pakis, salah seorang siswa bernama Nizam menyampaikan cita-citanya menjadi pemain sepak bola. Ia menyebut ayah, ibu, dan kakaknya sebagai sosok yang memberikan dukungan.

“Saya ingin terus mengembangkan kemampuan bermain sepak bola dan juga belajar olahraga lain seperti badminton dan voli,” ujar Nizam.

Baca Juga :  Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen

Nizam juga menyampaikan keinginannya untuk menjadi atlet terkenal. Ia menyampaikan cita-cita tersebut di depan teman-temannya dengan percaya diri.

Sementara itu, di SDN Pakis 1, seorang siswi bernama Mello turut mempresentasikan hasil Pohon Potensinya. Ia menyampaikan keinginannya menjadi seorang guru karena senang membantu teman memahami pelajaran.

Mello menyebut ayah, ibu, kakak, serta adiknya sebagai sumber semangat untuk belajar di rumah. Cerita tersebut kemudian diikuti siswa lainnya yang mulai berani menyampaikan kemampuan dan cita-cita mereka.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 68, sesi berbagi tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan. Siswa tidak hanya belajar mengenali dirinya sendiri, tetapi juga mendapat kesempatan untuk mendengar dan menghargai kemampuan teman-temannya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi bersama. Mahasiswa mengingatkan siswa bahwa setiap anak memiliki keunikan, bakat, dan kemampuan yang berbeda. Potensi tersebut dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, latihan, dan keberanian untuk mencoba.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan jargon “Setiap Anak Punya Keunikan!” dan “Mengenali Potensi, Merangkai Mimpi!”. Siswa kemudian mengikuti sesi foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, KKN Kelompok 68 UMBY berharap siswa semakin mampu mengenali kemampuan dirinya, memiliki keberanian untuk menetapkan cita-cita, serta memahami bahwa setiap potensi membutuhkan proses untuk berkembang.

Penulis : Baiq Khairunnisa Adinda

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi
PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi
Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener
Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga
KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut
Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 297 Perkuat Budaya Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Segorogunung
Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:17 WIB

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi

Rabu, 2 September 2026 - 10:12 WIB

PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi

Selasa, 1 September 2026 - 14:35 WIB

Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:03 WIB

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut

Berita Terbaru