Puworejo, Sorotnesia.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 214 Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong peningkatan daya saing UMKM Desa Brunosari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, melalui pengembangan variasi rasa dan penguatan identitas kemasan produk.
Program bertajuk “Pengembangan UMKM di Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo” tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (5/8/2026) di UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Dusun Kalicurug, Desa Brunosari, serta Kamis (6/8/2026) di UMKM keripik pisang, talas, dan pangsit di Dusun Singojoyo, Desa Brunosari.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Tim KKN memandang inovasi produk dan penguatan identitas visual sebagai salah satu aspek yang dapat membantu UMKM menghadapi persaingan usaha. Variasi produk dapat menjadi pilihan bagi konsumen dengan selera yang berbeda, sedangkan kemasan yang memiliki identitas jelas dapat membantu produk lebih mudah dikenali.
Kegiatan diawali dengan kunjungan dan observasi langsung ke lokasi produksi UMKM mitra. Dalam tahap tersebut, Tim KKN mengamati proses produksi, kondisi kemasan, serta melakukan wawancara dengan pemilik usaha untuk mengetahui kebutuhan yang dapat dikembangkan.
Dari hasil observasi terhadap dua UMKM mitra, tim mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih dapat ditingkatkan. Salah satunya adalah tampilan dan identitas kemasan produk.
Pada UMKM keripik, tim juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan variasi rasa. Diversifikasi tersebut ditujukan untuk menjangkau selera konsumen yang lebih beragam, termasuk kalangan anak muda yang dinilai memiliki ketertarikan terhadap produk dengan pilihan rasa.
Tim KKN kemudian menentukan beberapa varian rasa menggunakan bubuk tabur. Keripik pisang dikembangkan dengan rasa cokelat, keripik talas dengan rasa balado, sedangkan pangsit diberikan varian rasa BBQ.
Selain mengembangkan rasa, Tim KKN 214 UNS merancang desain stiker kemasan dan spanduk untuk kedua UMKM. Proses perancangan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemilik usaha agar desain yang dibuat sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing produk.
Setelah desain dan bahan pendukung tersedia, tim kembali mendatangi lokasi UMKM untuk melakukan pendampingan pengembangan produk. Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.
Pada UMKM keripik, Tim KKN membantu mengembangkan beberapa varian rasa sekaligus memperbarui kemasan dengan menggunakan alternatif standing pouch. Kemasan tersebut kemudian dilengkapi stiker sebagai identitas produk sehingga tampilannya lebih mudah dikenali.
Tim juga memberikan alat press plastik untuk membantu proses penyegelan kemasan. Penggunaan alat tersebut diharapkan dapat membuat kemasan lebih rapi sekaligus mendukung proses pengemasan produk.
Sementara itu, pada UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Tim KKN memberikan alat press plastik sebagai alternatif pengganti staples yang sebelumnya digunakan untuk menyegel kemasan.
Selain itu, stiker identitas produk dipasang pada kemasan lanting kuning. Tim KKN juga memasang spanduk di depan tempat produksi. Keberadaan spanduk tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk sekaligus memudahkan konsumen menemukan lokasi produksi.

Program tersebut mendapat respons positif dari pemilik UMKM. Mereka menyampaikan apresiasi atas inovasi dan fasilitas pendukung yang diberikan Tim KKN selama kegiatan pendampingan.
Pemilik UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Murtadho, mengatakan konsumen juga memberikan respons positif terhadap penggunaan stiker sebagai identitas produk pada kemasan.
“Pembeli langganan saya juga mendukung dengan diberikannya label identitas produk pada kemasan dan berharap untuk terus dilanjutkan,” ujar Murtadho, pemilik UMKM lanting kuning.
Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN 214 UNS berharap berbagai inovasi dan fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh UMKM di Desa Brunosari.
Pengembangan variasi rasa, perbaikan kemasan, serta penguatan identitas produk diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya UMKM dalam meningkatkan kualitas tampilan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
Program tersebut juga menjadi bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM agar pengembangan produk tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi turut memperhatikan aspek kemasan dan identitas yang menjadi bagian dari pengenalan produk kepada konsumen.Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
Penulis : Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 214 | Universitas Sebelas Maret (UNS)
Editor : Intan Permata









