Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim KKN 214 UNS bersama pemilik UMKM Lanting Kuning Khas Bruno saat penyerahan barang dan hasil pengembangan kemasan yang telah dilengkapi identitas visual (Dok. Pribadi/KKN 214 UNS)

Tim KKN 214 UNS bersama pemilik UMKM Lanting Kuning Khas Bruno saat penyerahan barang dan hasil pengembangan kemasan yang telah dilengkapi identitas visual (Dok. Pribadi/KKN 214 UNS)

Puworejo, Sorotnesia.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 214 Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong peningkatan daya saing UMKM Desa Brunosari, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, melalui pengembangan variasi rasa dan penguatan identitas kemasan produk.

Program bertajuk “Pengembangan UMKM di Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo” tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu (5/8/2026) di UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Dusun Kalicurug, Desa Brunosari, serta Kamis (6/8/2026) di UMKM keripik pisang, talas, dan pangsit di Dusun Singojoyo, Desa Brunosari.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Tim KKN memandang inovasi produk dan penguatan identitas visual sebagai salah satu aspek yang dapat membantu UMKM menghadapi persaingan usaha. Variasi produk dapat menjadi pilihan bagi konsumen dengan selera yang berbeda, sedangkan kemasan yang memiliki identitas jelas dapat membantu produk lebih mudah dikenali.

Kegiatan diawali dengan kunjungan dan observasi langsung ke lokasi produksi UMKM mitra. Dalam tahap tersebut, Tim KKN mengamati proses produksi, kondisi kemasan, serta melakukan wawancara dengan pemilik usaha untuk mengetahui kebutuhan yang dapat dikembangkan.

Dari hasil observasi terhadap dua UMKM mitra, tim mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih dapat ditingkatkan. Salah satunya adalah tampilan dan identitas kemasan produk.

Baca Juga :  Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda

Pada UMKM keripik, tim juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan variasi rasa. Diversifikasi tersebut ditujukan untuk menjangkau selera konsumen yang lebih beragam, termasuk kalangan anak muda yang dinilai memiliki ketertarikan terhadap produk dengan pilihan rasa.

Tim KKN kemudian menentukan beberapa varian rasa menggunakan bubuk tabur. Keripik pisang dikembangkan dengan rasa cokelat, keripik talas dengan rasa balado, sedangkan pangsit diberikan varian rasa BBQ.

Selain mengembangkan rasa, Tim KKN 214 UNS merancang desain stiker kemasan dan spanduk untuk kedua UMKM. Proses perancangan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemilik usaha agar desain yang dibuat sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing produk.

Setelah desain dan bahan pendukung tersedia, tim kembali mendatangi lokasi UMKM untuk melakukan pendampingan pengembangan produk. Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Pada UMKM keripik, Tim KKN membantu mengembangkan beberapa varian rasa sekaligus memperbarui kemasan dengan menggunakan alternatif standing pouch. Kemasan tersebut kemudian dilengkapi stiker sebagai identitas produk sehingga tampilannya lebih mudah dikenali.

Tim juga memberikan alat press plastik untuk membantu proses penyegelan kemasan. Penggunaan alat tersebut diharapkan dapat membuat kemasan lebih rapi sekaligus mendukung proses pengemasan produk.

Sementara itu, pada UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Tim KKN memberikan alat press plastik sebagai alternatif pengganti staples yang sebelumnya digunakan untuk menyegel kemasan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dorong Kesadaran Gender Lewat Seminar “Perempuan dan Keadilan” di Tamanrejo

Selain itu, stiker identitas produk dipasang pada kemasan lanting kuning. Tim KKN juga memasang spanduk di depan tempat produksi. Keberadaan spanduk tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk sekaligus memudahkan konsumen menemukan lokasi produksi.

Tim KKN 214 UNS bersama pemilik UMKM Keripik saat penyerahan barang dan hasil pengembangan produk serta kemasan yang telah dilengkapi identitas visual (Dok. Pribadi/KKN 214 UNS)
Tim KKN 214 UNS bersama pemilik UMKM Keripik saat penyerahan barang dan hasil pengembangan produk serta kemasan yang telah dilengkapi identitas visual (Dok. Pribadi/KKN 214 UNS)

Program tersebut mendapat respons positif dari pemilik UMKM. Mereka menyampaikan apresiasi atas inovasi dan fasilitas pendukung yang diberikan Tim KKN selama kegiatan pendampingan.

Pemilik UMKM Lanting Kuning Khas Bruno, Murtadho, mengatakan konsumen juga memberikan respons positif terhadap penggunaan stiker sebagai identitas produk pada kemasan.

“Pembeli langganan saya juga mendukung dengan diberikannya label identitas produk pada kemasan dan berharap untuk terus dilanjutkan,” ujar Murtadho, pemilik UMKM lanting kuning.

Melalui kegiatan tersebut, Tim KKN 214 UNS berharap berbagai inovasi dan fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh UMKM di Desa Brunosari.

Pengembangan variasi rasa, perbaikan kemasan, serta penguatan identitas produk diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya UMKM dalam meningkatkan kualitas tampilan produk dan memperluas jangkauan pemasaran.

Program tersebut juga menjadi bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM agar pengembangan produk tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi turut memperhatikan aspek kemasan dan identitas yang menjadi bagian dari pengenalan produk kepada konsumen.Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Penulis : Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 214 | Universitas Sebelas Maret (UNS)

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual
Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo
KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet
Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini
Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo
Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Selasa, 15 September 2026 - 22:31 WIB

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Selasa, 15 September 2026 - 13:22 WIB

Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet

Berita Terbaru