Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS

Boyolali, Sorotnesia.com – Warga Dusun Tegalrejo, Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, didorong mulai mengubah cara pandang terhadap sampah organik rumah tangga. Sisa sayuran, kulit buah, hingga sisa makanan yang selama ini dibuang atau dibakar diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan menjadi kompos.

Upaya tersebut dilakukan melalui program penerapan LAHSAMOR (Pengolah Sampah Organik) yang digelar Kelompok 033 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS), Senin (10/8/2026). Kegiatan berlangsung di Pendopo RT 03 RW 06 Dusun Tegalrejo dengan melibatkan warga dan pengelola Bank Sampah Miguna.

Penanggung jawab kegiatan, Dhimas Julios Kartifin, mengatakan persoalan utama yang ditemukan di lingkungan warga bukan hanya jumlah sampah organik, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah tersebut.

“Masih ada sampah rumah tangga yang dibuang dalam kondisi tercampur antara organik dan anorganik. Karena itu, kami mengenalkan pemilahan sejak dari rumah sekaligus cara mengolah sampah organik menggunakan LAHSAMOR,” kata Dhimas.

Dusun Tegalrejo merupakan salah satu wilayah di Desa Ngesrep yang terdiri atas dua RW dan delapan RT. Aktivitas rumah tangga masyarakat setiap hari menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang cukup banyak.

Namun, keterbatasan fasilitas penampungan dan belum optimalnya pemilahan sampah di tingkat keluarga membuat sampah organik masih bercampur dengan sampah lainnya. Sebagian warga juga masih membuang atau membakar sampah secara terbuka di sekitar rumah.

Baca Juga :  Latih Keterampilan Bernilai Ekonomis, KKN 74 UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Gunungsari

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan KKN UNS 033 memilih pengelolaan sampah organik sebagai program kerja. Kelompok mahasiswa berupaya memperkenalkan metode yang dapat dilakukan masyarakat dengan memanfaatkan sampah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai dampak pengelolaan sampah yang kurang baik, tetapi juga mengikuti praktik penggunaan LAHSAMOR. Warga diperkenalkan dengan tahapan pemilahan sampah organik, pencacahan, hingga memasukkannya ke media pengomposan.

Pengenalan alat dan penjelasan proses kerja alat. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS
Pengenalan alat dan penjelasan proses kerja alat. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS

Dhimas menjelaskan, praktik tersebut penting karena masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa sampah dapur memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali.

“Harapannya warga tidak lagi melihat sampah organik hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Sampah tersebut masih bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos,” ujarnya.

Antusiasme warga turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Ketersediaan bahan baku sampah organik dari aktivitas rumah tangga juga menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung penerapan pengolahan sampah secara berkelanjutan.

Selain memberikan pengetahuan dan praktik kepada warga, kelompok KKN UNS 033 juga menyerahkan alat LAHSAMOR kepada Bank Sampah Miguna Dusun Tegalrejo. Alat tersebut dihibahkan agar dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pengelolaan sampah organik setelah kegiatan KKN selesai.

Menurut Dhimas, keberadaan alat di Bank Sampah Miguna menjadi salah satu bentuk tindak lanjut agar pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung.

Baca Juga :  Optimalkan Promosi Wisata, Mahasiswa KKN UNS Latih Digital Branding di Desa Tlahab

“Alat LAHSAMOR kami hibahkan kepada Bank Sampah Miguna supaya dapat terus dimanfaatkan dan menjadi bagian dari upaya pengelolaan sampah organik di Dusun Tegalrejo,” katanya.

Meski demikian, perubahan kebiasaan masyarakat masih menjadi tantangan. Kebiasaan mencampur sampah sejak dari rumah membutuhkan proses untuk diubah. Karena itu, penerapan pemilahan sampah secara rutin menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program.

Penyerahan alat kepada Pengelola Bank Miguno Dusun Tegaalrejo, Desa Ngersep. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS
Penyerahan alat kepada Pengelola Bank Miguno Dusun Tegaalrejo, Desa Ngersep. Foto: Dok. Pribadi/KKN 033 UNS

Pengolahan sampah organik juga membuka peluang pemanfaatan kembali hasil dekomposisi sebagai pupuk organik. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk tanaman di pekarangan maupun mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Program LAHSAMOR tersebut menjadi bagian dari tema besar KKN UNS Kelompok 033 Desa Ngesrep, yakni optimalisasi potensi lingkungan hidup melalui implementasi program Zero Waste Village, edukasi kesehatan, dan pemberdayaan sosial menuju Desa Ngesrep yang berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa KKN UNS Kelompok 033, yaitu Annisa Putri Atikasari, Ade Danur Windy, Cicilia Tarisa Chelsy Dea Puspita, Eka Shinta Yunia, Rhosa Monica, Nally Amalia, Alya Irsya Anggraeni, Anandito Zaky Maulana, Raihan Restu Bhakti, dan Dhimas Julios Kartifin. Kelompok tersebut berada di bawah bimbingan DPL Prof. Dr. Ir. Sumani, M.Si.

Penulis : Wira Pratama

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo
KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi
KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas
Bukan Sekadar Menabung, Mahasiswa KKN 155 UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang dan Ciptakan Karya
KKN 241 UNS Dorong Penerapan SDGs melalui Pengelolaan Cangkang Telur di Desa Sawo
KKN 241 UNS Dorong Warga Dukuh Sawo Jadikan Sedekah Sampah sebagai Kebiasaan
Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi
Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

Sabtu, 12 September 2026 - 19:34 WIB

Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 11 September 2026 - 18:04 WIB

KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Rabu, 9 September 2026 - 17:30 WIB

KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas

Rabu, 9 September 2026 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Menabung, Mahasiswa KKN 155 UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang dan Ciptakan Karya

Berita Terbaru