Latih Keterampilan Bernilai Ekonomis, KKN 74 UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Gunungsari

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok KKN 74 UNS bersama ibu-ibu PKK Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Kelompok KKN 74 UNS bersama ibu-ibu PKK Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring ramah lingkungan bagi ibu-ibu PKK di Kantor Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan praktis sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan.

Puluhan ibu rumah tangga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Dalam pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan mengenai cara membuat sabun cuci piring secara mandiri, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan langsung proses pembuatannya.

Koordinator kegiatan, Novrea Katarisna, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap produk sabun kemasan yang berpotensi menambah limbah plastik.

“Sabun cuci piring merupakan kebutuhan harian setiap rumah tangga. Melalui pelatihan ini, kami berharap warga dapat lebih hemat karena mampu membuatnya sendiri, sekaligus mengurangi limbah plastik yang mencemari lingkungan,” ujar Novrea.

Baca Juga :  KKN UNS 301 Dorong Digitalisasi Desa Musuk untuk Perkuat Branding dan Promosi

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan pembuatan sabun. Tahapan dimulai dari pengenalan alat dan bahan, proses pencampuran, hingga pengemasan produk.

Praktek pembuatan sabun cuci Piring bersama Ibu-ibu PKK Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS
Praktek pembuatan sabun cuci Piring bersama Ibu-ibu PKK Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Bahan-bahan yang digunakan tergolong mudah ditemukan di pasaran dan memiliki harga yang relatif terjangkau. Di antaranya texapon, garam halus, ekstrak jeruk nipis, serta pewarna makanan. Dengan bahan tersebut, peserta dapat menghasilkan sabun cuci piring dalam jumlah cukup banyak dengan biaya produksi yang rendah.

Antusiasme peserta terlihat saat mereka mencoba mengaduk campuran bahan dan memperhatikan proses pelarutan sabun hingga menghasilkan cairan yang siap digunakan. Beberapa peserta juga aktif bertanya mengenai takaran bahan serta jumlah sabun yang dapat dihasilkan dari setiap proses pembuatan.

Baca Juga :  Dari Logo hingga WhatsApp Business, Mahasiswa KKN-PPM 34 UMBY Dorong Transformasi Digital UMKM Aneka Keripik Mbok Wi

Ketua PKK Desa Gunungsari, Siti Ngatofah (45), mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKN tersebut. Menurut dia, pelatihan semacam ini memberikan pengetahuan baru sekaligus manfaat langsung bagi masyarakat.

“Bagus, ini sangat bermanfaat. Apalagi setengah kilogram texapon bisa menjadi sekitar lima liter sabun. Kalau nanti ada acara besar di rumah atau kegiatan warga, tidak perlu membeli lagi sehingga lebih hemat,” kata Siti.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Desa Gunungsari tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk kebutuhan rumah tangga maupun peluang usaha rumahan bernilai ekonomis.

Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga desa secara berkelanjutan.

Penulis : Mahasiswa KKN Kelompok 74 UNS

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu
Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi
Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha
Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru
Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Perkuat Branding Tiga UMKM Unggulan di Jambangan untuk Tingkatkan Daya Saing
960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko
Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:46 WIB

Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:00 WIB

Mahasiswa KKN UINSA Dampingi UMKM Desa Jabung Bangun Jejak Digital dan Perkuat Legalitas Usaha

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:13 WIB

Outbound di Kendal Tutup Rangkaian MATAMUDA MI Muhammadiyah 11 Jabung, Perkuat Kekompakan Siswa Baru

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:53 WIB

960 Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Diterima di Kabupaten Semarang, Siap Jalankan Pengabdian di 64 Posko

Berita Terbaru