Atasi Genangan Air, Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Biopori di Desa Gunungsari

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok KKN UNS 74 bersama salah satu warga Desa Gunungsari. Foto: KKN UNS 74

Kelompok KKN UNS 74 bersama salah satu warga Desa Gunungsari. Foto: KKN UNS 74

Magelang, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memperkenalkan teknologi lubang resapan biopori sebagai solusi mengatasi genangan air sekaligus mengelola sampah organik rumah tangga di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Program yang berlangsung selama periode KKN Januari–Februari 2026 tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Selain membantu mengurangi genangan air saat musim hujan, teknologi sederhana ini juga mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Raden Kunto Adi, S.P., M.P. Sementara pelaksanaan program diprakarsai oleh Anggie Saputri, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Pengelolaan Hutan UNS yang menjadi penanggung jawab kegiatan di lapangan.

Anggie menjelaskan, ide program ini muncul setelah mahasiswa KKN melakukan pengamatan di sejumlah titik di Desa Gunungsari, khususnya di Dusun Gugu 2. Di kawasan tersebut, genangan air kerap muncul saat musim hujan. Di sisi lain, warga juga menghadapi persoalan pengelolaan sampah dapur.

Baca Juga :  KKN UNS Tematik Literasi 349 dan Pemdes Sumberejo Gelar Sosialisasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting dengan Pendekatan Literasi Gizi dan Pola Asuh

“Kami melihat beberapa titik di Desa Gunungsari, khususnya Dusun Gugu 2, sering mengalami genangan saat musim hujan. Sementara itu, sampah dapur warga juga belum terkelola dengan baik. Lubang resapan biopori dapat menjadi solusi untuk dua persoalan tersebut sekaligus,” ujar Anggie.

Teknologi yang diterapkan tergolong sederhana dan mudah dilakukan masyarakat. Mahasiswa KKN menggunakan bor tanah untuk membuat lubang berdiameter sekitar 10 sentimeter dengan kedalaman kurang lebih 80 sentimeter. Lubang tersebut kemudian dipasangi pipa PVC yang dilengkapi tutup berlubang.

Setelah itu, lubang diisi dengan berbagai sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, maupun limbah dapur lainnya. Bahan-bahan tersebut akan terurai secara alami dan berubah menjadi kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Proses pembuatan lubang resapan biopori di salah satu lahan milik warga Desa Gunungsari. Foto: KKN UNS 74
Proses pembuatan lubang resapan biopori di salah satu lahan milik warga Desa Gunungsari. Foto: KKN UNS 74

Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi kepada warga, survei lokasi, pembuatan lubang biopori, hingga pelatihan perawatan. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami fungsi biopori, tetapi juga mampu merawatnya secara mandiri.

Baca Juga :  Inovasi Mahasiswa KKN UNS 131: Ubah Limbah Makanan Jadi Kompos Cair untuk Dukung SDGs dan Kemandirian Pangan

Hasilnya, mahasiswa KKN bersama warga berhasil membuat 10 lubang biopori di Dusun Gugu 2. Kegiatan ini juga diikuti sekitar 20 warga yang antusias mengikuti sosialisasi dan praktik langsung pembuatan biopori.

Salah satu warga, Waluyo (57), mengaku merasakan manfaat dari program tersebut. Ia mengatakan halaman rumahnya yang sebelumnya sering tergenang kini lebih cepat menyerap air setelah dibuatkan lubang biopori.

“Saya sangat terbantu dengan adanya lubang resapan biopori ini. Halaman rumah saya sekarang tidak lagi tergenang ketika hujan. Selain itu, sampah dapur juga bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang sehingga lebih praktis,” kata Waluyo.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Selain mengurangi genangan air, penggunaan biopori juga diharapkan menjadi langkah sederhana dalam mendukung pengelolaan sampah organik dan konservasi tanah serta air di tingkat desa.

Penulis : Mahasiswa KKN UNS 33

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perguruan Tinggi Jadi Mitra Siswa SMA Mengembangkan Inovasi Pangan
Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma
Mengubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk untuk Pertanian Berkelanjutan
Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda
BBK 8 UNAIR Hadirkan Plang Peta Potensi Strategis untuk Memberdayakan Sumber Daya Wisata Desa Tawun
Mahasiswa KKN Dorong UMKM Sumberanyar Urus Legalitas dan Beralih ke Pembayaran Digital
Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu
Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Perguruan Tinggi Jadi Mitra Siswa SMA Mengembangkan Inovasi Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Mengubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:11 WIB

BBK 8 UNAIR Hadirkan Plang Peta Potensi Strategis untuk Memberdayakan Sumber Daya Wisata Desa Tawun

Berita Terbaru