Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama KKN UIN Walisongo Semarang Posko 51 dan orang tua atau pendamping masing-masing serta kader Posyandu Madya Raras. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)

Foto Bersama KKN UIN Walisongo Semarang Posko 51 dan orang tua atau pendamping masing-masing serta kader Posyandu Madya Raras. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)

Jambu Kulon, Sorotnesia.com – Pemahaman orang tua menjadi salah satu perhatian dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Hal itu menjadi fokus kegiatan edukasi stimulasi sensorik dan motorik anak usia 0–3 tahun yang digelar Karyabhaga KKN UIN Walisongo Semarang Posko 51 di Posyandu Madya Raras, Desa Jambu Kulon, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut diikuti sembilan anak usia 0–3 tahun bersama orang tua atau pendamping masing-masing. Sejumlah kader Posyandu Madya Raras juga turut mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Berbeda dari kegiatan penyuluhan yang hanya berfokus pada penyampaian materi, mahasiswa KKN menggabungkan edukasi bagi orang tua dengan aktivitas bermain yang melibatkan anak secara langsung. Pendekatan tersebut memungkinkan orang tua melihat contoh stimulasi yang dapat dilakukan menggunakan bahan sederhana di lingkungan rumah.

Dalam kegiatan itu, orang tua diperkenalkan dengan pengertian sensorik dan motorik, perkembangan kemampuan anak berdasarkan tahapan usia, serta manfaat pemberian stimulasi yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Kemampuan sensorik berkaitan dengan cara anak menerima dan merespons rangsangan melalui pancaindra, seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan mengecap. Adapun kemampuan motorik berkaitan dengan kemampuan anak mengendalikan dan mengoordinasikan gerakan tubuh.

Kedua kemampuan tersebut merupakan bagian dari perkembangan anak yang perlu mendapat stimulasi secara tepat. Pemberian stimulasi juga tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang kompleks atau menggunakan peralatan khusus.

Melalui kegiatan bermain yang sederhana, orang tua dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali berbagai rangsangan sekaligus mengembangkan kemampuan geraknya. Aktivitas tersebut dapat dilakukan secara rutin dalam suasana menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan pembuka dan perkenalan antara mahasiswa KKN, orang tua, anak-anak, serta kader Posyandu Madya Raras. Setelah itu, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pentingnya stimulasi sensorik dan motorik serta cara memberikan rangsangan yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

Mahasiswa KKN Posko 51 mendampingi anak dalam kegiatan stimulasi sensorik. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)
Mahasiswa KKN Posko 51 mendampingi anak dalam kegiatan stimulasi sensorik. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)

Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Dengan cara tersebut, orang tua tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkembangan anak, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai aktivitas yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

Baca Juga :  Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan yang memberikan pengalaman sensorik kepada anak. Anak-anak diajak mengenali berbagai tekstur melalui bahan yang telah disiapkan. Mereka diberi kesempatan untuk menyentuh, merasakan, dan mengamati bahan tersebut dengan pendampingan mahasiswa KKN dan orang tua.

Anak mengeksplorasi tekstur jelly melalui aktivitas stimulasi sensorik. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)
Anak mengeksplorasi tekstur jelly melalui aktivitas stimulasi sensorik. (Dok. Pribadi/KKN 51 UIN Walisongo)

Sejumlah bahan yang digunakan antara lain jelly, biji chia seed, tepung maizena, dan tepung terigu. Masing-masing bahan memberikan pengalaman tekstur yang berbeda bagi anak.

Jelly memiliki permukaan lembut dan licin. Sementara itu, biji chia seed memberikan sensasi berbeda ketika disentuh. Tepung maizena dan tepung terigu memiliki tekstur lebih halus sehingga anak dapat mengenali perbedaan karakteristik bahan melalui indra peraba.

Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi bahan menggunakan tangan. Selain merangsang indra peraba, kegiatan juga menjadi ruang bagi anak untuk membangun rasa ingin tahu dan keberanian dalam berinteraksi dengan benda di sekitarnya.

Biskuit Regal turut digunakan sebagai salah satu objek yang dapat dikenali anak berdasarkan bentuk dan teksturnya. Anak-anak juga diajak bermain menggunakan mainan dinosaurus dan mobil-mobilan.

Dalam permainan tersebut, anak memegang, menggerakkan, dan memindahkan mainan. Aktivitas sederhana itu melibatkan gerakan tangan dan tubuh sehingga dapat menjadi bagian dari permainan yang memberikan stimulasi terhadap kemampuan motorik anak.

Anak-anak kemudian mengikuti aktivitas memindahkan benda dari satu tempat ke tempat lainnya. Permainan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing anak.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN, orang tua, dan kader posyandu memberikan pendampingan. Anak-anak juga diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi bahan yang tersedia sesuai dengan keberanian dan kemampuan mereka.

Pendampingan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan karena setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap rangsangan. Ada anak yang dapat langsung berinteraksi dengan bahan permainan, sementara anak lainnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Baca Juga :  Pengajian Selapanan Mahasiswa KKN Posko 26 UIN Walisongo Semarang Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Melalui aktivitas tersebut, orang tua juga dapat mengamati secara langsung bagaimana anak merespons tekstur, benda, maupun permainan tertentu. Pengalaman tersebut diharapkan membantu orang tua memahami bahwa stimulasi tumbuh kembang anak dapat dimasukkan ke dalam aktivitas bermain sehari-hari.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa bahan sederhana yang tersedia di rumah dapat dimanfaatkan untuk menciptakan aktivitas bermain yang memberikan rangsangan bagi anak. Namun, penggunaan bahan tetap perlu memperhatikan keamanan, kebersihan, serta kenyamanan anak selama bermain.

Mahasiswa KKN Posko 51 berharap edukasi tersebut dapat membantu orang tua memahami pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak dan mendorong keterlibatan keluarga dalam memberikan stimulasi secara berkelanjutan di rumah.

Bagi orang tua, keterlibatan dalam aktivitas bermain tidak hanya menjadi sarana memberikan stimulasi. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk mengamati perkembangan kemampuan anak sekaligus membangun interaksi antara orang tua dan anak.

Dalam konteks kegiatan di Posyandu Madya Raras, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan informasi secara teoritis. Orang tua juga memperoleh contoh aktivitas yang dapat diamati dan dipraktikkan kembali bersama anak.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada pengenalan konsep sensorik dan motorik, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas sederhana di lingkungan keluarga.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan rangkuman dan pengulangan sejumlah poin penting mengenai stimulasi sensorik dan motorik. Orang tua kembali mendapatkan penjelasan mengenai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama anak di rumah.

Melalui kegiatan tersebut, orang tua diharapkan dapat menjadikan waktu bermain sebagai bagian dari proses stimulasi tumbuh kembang anak. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin, menyenangkan, dan disesuaikan dengan kemampuan anak dapat menjadi salah satu cara keluarga memberikan dukungan terhadap perkembangan anak usia dini.

Penulis : KKN 51 | UIN Walisongo Semarang

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru