Bukan Sekadar Karbohidrat: Pati Sang Pengatur Tekstur Makanan

- Redaksi

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari karbohidrat jadi lebih nikmat! Pati bukan cuma bikin kenyang, tapi juga pengatur tekstur makanan biar bubur, puding, dan saus jadi lezat. Sumber: Canva.com

Dari karbohidrat jadi lebih nikmat! Pati bukan cuma bikin kenyang, tapi juga pengatur tekstur makanan biar bubur, puding, dan saus jadi lezat. Sumber: Canva.com

Kalian pasti sudah nggak asing lagi dengan yang namanya pati. Buat banyak orang, pati identik dengan karbohidrat yang bikin kenyang atau jadi sumber energi buat tubuh. Kita mengenalnya lewat nasi, kentang, jagung, singkong, sampai sagu.

Tapi, tahukah kamu kalau pati punya peran lain yang diam-diam bikin makanan jadi lebih nikmat? Yup, pati bukan cuma bahan bakar tubuh, tapi juga pengatur tekstur makanan.

Bayangin deh bubur ayam yang kental, puding yang kenyal, atau saus yang pas nempel di lidah. Coba kalau sup encer ditambahin sedikit tepung maizena, seketika kuahnya berubah jadi kental. Banyak orang mengira ini sekadar “trik dapur”, padahal ada reaksi kimia seru di baliknya. Semua itu terjadi karena pati bekerja saat dipanaskan bersama air.

Baca Juga :  Tantangan dan Peluang Perbankan di Indonesia dalam Era Digital

Saat butiran pati kena panas, mereka menyerap air, membengkak, lalu pecah. Proses ini disebut gelatinisasi. Hasilnya, cairan yang tadinya encer berubah jadi kental. Kalau prosesnya lebih lama dengan banyak air, lahirlah bubur yang lembut. Gampangnya, makin lama dimasak, makin creamy teksturnya.

Contohnya, pada bubur, butiran pati pecah total sehingga menghasilkan tekstur lembut dan creamy. Pada saus, sedikit tambahan tepung maizena aja udah bisa bikin teksturnya berubah dari encer jadi lebih kental. Sementara di puding, pati berfungsi buat mengikat air, bikin adonannya padat tapi tetap empuk.

Coba bayangkan kalau nggak ada pati: bubur cuma jadi air beras encer, saus tetap cair dan nggak bisa nempel, sedangkan puding cuma jadi air manis tanpa bentuk. Rasanya jelas beda banget, bahkan mungkin nggak enak dimakan.

Baca Juga :  Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat

Dari sini bisa disimpulkan, peran pati di dapur bukan cuma soal “ngisi perut”, tapi juga ngasih pengalaman makan yang lebih asik. Memang benar pati dikenal sebagai sumber karbohidrat, tapi perannya jauh lebih besar dari itu. Ia adalah pengatur tekstur yang bikin makanan terasa lezat dan berkesan di lidah.

Jadi, lain kali saat kamu menikmati sepiring bubur hangat, saus gurih, atau puding favoritmu, jangan lupa, ada kerja keras pati di balik semua itu. Dialah si kecil yang bikin makanan terasa istimewa.


Penulis : Tiara Adistya Ramadhani | Program Studi Teknologi Pangan | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran
Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban
Bahaya Durasi Penggunaan Komputer di Tempat Kerja terhadap Kesehatan Mata
Di Balik Keindahan Pulau Bali: Problematika Akut Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Pariwisata
Ancaman di Balik Rutinitas Kerja: Mengungkap Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Modern

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:38 WIB

Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:56 WIB

Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban

Berita Terbaru