KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Desa Sedayu. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu

Kantor Desa Sedayu. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu

Karanganyar, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN Literasi 123 Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong pengembangan potensi Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, melalui sejumlah program yang menyasar digitalisasi ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga penguatan karakter anak.

Program KKN Tematik UNS Membangun Desa tersebut mengangkat tema “Pengembangan Desa Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sedayu”. Kegiatan membawa judul “Pemberdayaan Masyarakat Desa Sedayu melalui Program Edukasi, Kesehatan, Pengembangan Karakter Anak, dan Digitalisasi Potensi Desa Menuju Masyarakat yang Mandiri dan Berdaya Saing.”

Kegiatan dilaksanakan pada 7 Agustus 2025 hingga 21 Agustus 2026. Sebanyak sembilan mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan program dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Anton Subarno, S. Pd., M. Pd., Ph. D.

Dari hasil survei dan wawancara dengan perangkat desa, mahasiswa menemukan bahwa kondisi umum Desa Sedayu relatif baik. Sarana dasar seperti air bersih dan listrik telah berjalan dengan lancar. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, terutama terkait promosi produk masyarakat, pemasaran UMKM, pengembangan karakter generasi muda, serta pemanfaatan teknologi digital.

Persoalan pemasaran menjadi salah satu temuan yang kemudian memengaruhi arah program KKN. Padahal, Desa Sedayu memiliki potensi pertanian dan ekonomi yang cukup besar. Desa tersebut memiliki mesin pengering jagung berkapasitas 15 ton yang menjadi aset BUMDes, traktor, mesin pompa, serta peralatan pertanian lainnya. Di sektor kelembagaan pertanian, terdapat satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan lima kelompok tani yang aktif.

“Potensi tersebut sebenarnya bisa dikembangkan lebih jauh apabila didukung dengan pemasaran yang lebih baik, terutama melalui media digital,” demikian hasil wawancara mahasiswa terkait kondisi Desa Sedayu.

Temuan lainnya adalah mulai munculnya kenakalan remaja. Meski kondisi tersebut belum dinilai mengkhawatirkan, mahasiswa memandang diperlukan ruang kegiatan yang positif dan produktif bagi anak-anak serta generasi muda. Karena itu, program KKN tidak hanya diarahkan pada aspek ekonomi, tetapi juga pendidikan dan pembentukan karakter.

Secara keseluruhan, mahasiswa menyiapkan sembilan program kerja. Program tersebut mencakup penguatan empati dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar, permainan edukatif untuk meningkatkan kemampuan motorik anak, sosialisasi kesehatan gigi dan mulut, pendampingan digitalisasi UMKM melalui Google Maps dan QRIS, Sekolah Tani Cilik melalui budidaya kangkung dalam polybag, edukasi literasi keuangan dan gemar menabung, edukasi perlindungan diri anak, pengembangan web dashboard potensi ekonomi desa, serta pengenalan Bahasa Arab dasar bagi anak usia dini.

Baca Juga :  Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan web dashboard potensi ekonomi Desa Sedayu. Program ini dilaksanakan bersama Pemerintah Desa Sedayu untuk mendigitalisasi data UMKM sekaligus menyediakan media informasi mengenai potensi ekonomi desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, mengumpulkan data UMKM, serta melakukan proses verifikasi. Informasi yang dirancang untuk ditampilkan dalam dashboard antara lain nama usaha, jenis usaha, produk, lokasi, kontak pemilik, foto produk, jam operasional, serta informasi mengenai pemesanan atau pembayaran.

Mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan menyerahkan manual book. Langkah tersebut dilakukan agar pengelolaan dashboard dapat diteruskan setelah kegiatan KKN berakhir.

Namun, mahasiswa tidak menyebutkan angka pasti mengenai jumlah UMKM yang berhasil dihimpun maupun dampak kuantitatif terhadap omzet usaha. Berdasarkan data yang tersedia, belum terdapat angka pasti mengenai peningkatan omzet atau jumlah transaksi setelah pendampingan digitalisasi. Karena itu, keberhasilan program tersebut belum dapat diukur melalui peningkatan ekonomi secara kuantitatif.

Pendampingan Google Maps dan QRIS sendiri diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap teknologi digital. Google Maps dapat membantu usaha lebih mudah ditemukan, termasuk oleh masyarakat dari luar desa. Sementara QRIS memberikan pilihan pembayaran non-tunai yang lebih praktis.

Proses pendataan UMKM juga memiliki tantangan tersendiri. Desa Sedayu memiliki 5.434 jiwa yang tersebar di 12 RW. Sejumlah usaha masyarakat merupakan usaha rumahan yang kemungkinan belum memiliki data usaha secara lengkap. Karena itu, mahasiswa melakukan pendataan secara langsung, melakukan wawancara dengan pemilik usaha, mencatat lokasi dan kontak, serta melakukan pengecekan dengan perangkat desa atau tokoh masyarakat.

Selain digitalisasi, perhatian diberikan kepada anak-anak melalui program pendidikan dan pengembangan karakter. Desa Sedayu memiliki tujuh lembaga PAUD dan TK sehingga akses pendidikan anak telah tersedia. Kegiatan KKN kemudian diarahkan untuk melengkapi proses tersebut melalui permainan kelompok, praktik, diskusi, seni, serta pembelajaran di luar kelas.

Mahasiswa belum memiliki data khusus yang menunjukkan perubahan perilaku anak setelah mengikuti kegiatan. Karena itu, perubahan perilaku tidak dapat disimpulkan secara kuantitatif. Namun, program dirancang untuk mendorong anak menjadi lebih aktif, mampu bekerja sama, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Program Sekolah Tani Cilik menjadi salah satu bentuk pendidikan berbasis potensi lokal. Budidaya kangkung menggunakan polybag dipilih karena praktis, tidak membutuhkan lahan luas, dan memungkinkan anak mengamati proses pertumbuhan tanaman secara langsung.

Baca Juga :  KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar menanam. Mereka juga dikenalkan pada tanggung jawab, kedisiplinan, kesabaran, kerja sama, serta pentingnya menjaga lingkungan. Program ini sekaligus memperkenalkan pertanian sebagai salah satu potensi penting Desa Sedayu.

Potensi pertanian Desa Sedayu dinilai cukup kuat dari sisi aset maupun kelembagaan. Selain mesin pengering jagung berkapasitas 15 ton, desa memiliki traktor dan mesin pompa serta didukung satu Gapoktan dan lima kelompok tani aktif. Tantangannya bukan semata-mata pada ketersediaan sumber daya, melainkan bagaimana potensi tersebut dapat dipromosikan dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Mahasiswa juga mencatat potensi budaya yang masih aktif di masyarakat, seperti karawitan, klenengan, campursari, serta tradisi rasulan atau bersih dusun. Potensi tersebut dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan karena masih mendapat partisipasi masyarakat.

Dari sembilan program yang dijalankan, pendampingan UMKM melalui Google Maps dan QRIS serta web dashboard potensi ekonomi dinilai memiliki peluang keberlanjutan yang cukup besar. Alasannya, program tersebut berangkat dari kebutuhan yang ditemukan di lapangan, yakni promosi dan pemasaran produk yang belum optimal.

Program Sekolah Tani Cilik juga berpeluang dilanjutkan karena memiliki keterkaitan langsung dengan potensi pertanian Desa Sedayu. Pelaksanaannya dapat melibatkan kelompok tani maupun Gapoktan sehingga pembelajaran pertanian bagi anak dapat terus dilakukan.

Mahasiswa menilai keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada produk yang dihasilkan selama KKN. Faktor yang lebih penting adalah adanya kebutuhan masyarakat, pihak yang melanjutkan program, kemudahan pelaksanaan, serta manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

“Program KKN sebaiknya tidak hanya selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, tetapi dapat diteruskan oleh masyarakat dan pemerintah desa,” demikian pandangan mahasiswa dalam hasil wawancara.

Dokumentasi bersama. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu
Dokumentasi bersama. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok KKN Literasi 123 Desa Sedayu

Dalam pelaksanaan KKN Literasi 123, sembilan mahasiswa terlibat, yakni Aldo Juliah Saputro, Faisal Fakhruddin Nazhir, Aditya Alwijaya, Salsabila Nadiva Faicha Putri, Prawesti Dini Sekar Puri, Gala Septio Wamar, Okthia Maharani, Nimas Ayu Winong Nawangsih, dan Sahira Hariozi.

Dengan menggabungkan edukasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan karakter, pertanian, dan digitalisasi, KKN Literasi 123 UNS menempatkan kebutuhan lokal sebagai dasar pelaksanaan program. Desa Sedayu tidak diposisikan semata sebagai lokasi kegiatan mahasiswa, tetapi sebagai ruang kolaborasi untuk mengidentifikasi potensi sekaligus mencari bentuk pengembangan yang dapat diteruskan oleh masyarakat.

Penulis : Rizka Amalia

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi
PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi
Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener
Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga
KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut
Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 297 Perkuat Budaya Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Segorogunung
Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:17 WIB

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi

Rabu, 2 September 2026 - 10:12 WIB

PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi

Selasa, 1 September 2026 - 14:35 WIB

Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:03 WIB

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut

Berita Terbaru