Kebondowo, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 57 menggelar sosialisasi gizi bertema “Cerdas Mengolah Pangan, Optimal Menjaga Gizi dalam Masakan” di GOR Ahmad Yani, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang mengangkat materi “Metode Dasar Pengolahan Makanan” itu diikuti masyarakat, khususnya kader PKK dan Posyandu.

Sosialisasi menghadirkan Asmiyarsih, S.Gz., Ahli Gizi Puskesmas Banyubiru, sebagai pemateri. Kegiatan diawali sambutan Ketua TP PKK Desa Kebondowo, Siti Mukaromah, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, tutorial video ide olahan nugget lele, sesi tanya jawab, dan foto bersama.
Siti Mukaromah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi menjadi sarana menambah pengetahuan dan pengalaman, terutama bagi kader PKK dan Posyandu.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah mengadakan kegiatan ini. Ilmu yang kita terima perlu terus dipelajari dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat agar dapat bermanfaat dan diterapkan bersama,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Asmiyarsih menekankan bahwa pemahaman gizi tidak berhenti pada teknik mengolah makanan. Pengetahuan itu juga dimulai dari kemampuan memilih bahan pangan yang aman dan berkualitas. Peserta diingatkan memperhatikan kondisi bahan pangan, terutama ikan, serta menghindari bahan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin.
“Cerdas mengolah pangan itu dimulai dari cerdas memilih bahan pangan. Kita perlu memperhatikan kondisi dan kualitas bahan, terutama ikan, serta menghindari bahan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin,” ujarnya.
Tutorial olahan nugget lele menjadi bagian praktik yang membantu peserta melihat penerapan materi secara lebih konkret. Sesi tanya jawab juga membuka ruang bagi peserta untuk mendiskusikan persoalan pengolahan pangan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Asmiyarsih berharap pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada kader PKK dan masyarakat lainnya. Penyebaran informasi mengenai pemilihan bahan yang aman dan teknik pengolahan yang tepat dinilai penting agar keluarga mampu menjaga kualitas makanan sekaligus kandungan gizinya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan kebutuhan sehari-hari. Terlebih, pemahaman tersebut relevan bagi keluarga yang setiap hari menyiapkan makanan sederhana.
Penulis : Yuha Fathiyyah Mardhatillah | Kepala Divisi Pendidikan dan Keagamaan
Editor : Intan Permata









