Edukasi Gizi dari Dapur Keluarga, Mahasiswa KKN Dorong Warga Kebondowo Cerdas Mengolah Pangan

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57 bersama kader PKK dan peserta sosialisasi gizi berfoto bersama usai kegiatan. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57 bersama kader PKK dan peserta sosialisasi gizi berfoto bersama usai kegiatan. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)

Kebondowo, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 57 menggelar sosialisasi gizi bertema “Cerdas Mengolah Pangan, Optimal Menjaga Gizi dalam Masakan” di GOR Ahmad Yani, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan yang mengangkat materi “Metode Dasar Pengolahan Makanan” itu diikuti masyarakat, khususnya kader PKK dan Posyandu.

Penyampaian materi oleh Ahli Gizi Puskesmas Banyubiru, Asmiyarsih, S.Gz., tentang metode dasar pengolahan makanan kepada peserta sosialisasi gizi di GOR Ahmad Yani, Desa Kebondowo. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)
Penyampaian materi oleh Ahli Gizi Puskesmas Banyubiru, Asmiyarsih, S.Gz., tentang metode dasar pengolahan makanan kepada peserta sosialisasi gizi di GOR Ahmad Yani, Desa Kebondowo. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)

Sosialisasi menghadirkan Asmiyarsih, S.Gz., Ahli Gizi Puskesmas Banyubiru, sebagai pemateri. Kegiatan diawali sambutan Ketua TP PKK Desa Kebondowo, Siti Mukaromah, S.Pd., kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi, tutorial video ide olahan nugget lele, sesi tanya jawab, dan foto bersama.

Siti Mukaromah mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi menjadi sarana menambah pengetahuan dan pengalaman, terutama bagi kader PKK dan Posyandu.

Baca Juga :  Antusias Anak-anak Dusun Gempol Semarakkan Peringatan Hari Santri Nasional

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah mengadakan kegiatan ini. Ilmu yang kita terima perlu terus dipelajari dan dibagikan kepada keluarga serta masyarakat agar dapat bermanfaat dan diterapkan bersama,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Asmiyarsih menekankan bahwa pemahaman gizi tidak berhenti pada teknik mengolah makanan. Pengetahuan itu juga dimulai dari kemampuan memilih bahan pangan yang aman dan berkualitas. Peserta diingatkan memperhatikan kondisi bahan pangan, terutama ikan, serta menghindari bahan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin.

“Cerdas mengolah pangan itu dimulai dari cerdas memilih bahan pangan. Kita perlu memperhatikan kondisi dan kualitas bahan, terutama ikan, serta menghindari bahan yang berpotensi mengandung zat berbahaya seperti formalin,” ujarnya.

Baca Juga :  Peringatan Hari Santri Nasional: KKN UIN Walisongo Gelar Perlombaan Bernuansa Toleransi di Lodoyong

Tutorial olahan nugget lele menjadi bagian praktik yang membantu peserta melihat penerapan materi secara lebih konkret. Sesi tanya jawab juga membuka ruang bagi peserta untuk mendiskusikan persoalan pengolahan pangan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Penyerahan sertifikat kepada Asmiyarsih, S.Gz., selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi gizi KKN MIT UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)
Penyerahan sertifikat kepada Asmiyarsih, S.Gz., selaku pemateri dalam kegiatan sosialisasi gizi KKN MIT UIN Walisongo Semarang dan UIN Saizu Purwokerto Posko 57. (Dok. Pribadi/Mahasiswa KKN MIT UIN)

Asmiyarsih berharap pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada kader PKK dan masyarakat lainnya. Penyebaran informasi mengenai pemilihan bahan yang aman dan teknik pengolahan yang tepat dinilai penting agar keluarga mampu menjaga kualitas makanan sekaligus kandungan gizinya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan kebutuhan sehari-hari. Terlebih, pemahaman tersebut relevan bagi keluarga yang setiap hari menyiapkan makanan sederhana.

Penulis : Yuha Fathiyyah Mardhatillah | Kepala Divisi Pendidikan dan Keagamaan

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma
Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Sosialisasi Stunting dan Cek Kesehatan Gratis di Posyandu Delima 2, Upaya Tingkatkan Kesehatan Balita
SIGARASA, Program Sederhana yang Bantu Lansia Tetap Aktif dan Bahagia
Sosialisasi Hipertensi dan PHBS, KKN UNS Dorong Kesadaran Kesehatan Lansia di Desa Jrakah
KKN UNS 301 Bersama Bidan Desa Gelar Sosialisasi Cegah Stunting di Musuk
Satu KKN, Dua Manfaat: Sinergi Mahasiswa UMBY dan Posyandu Karangkulon Hadirkan Layanan Kesehatan dan Edukasi PHBS

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Edukasi Gizi dari Dapur Keluarga, Mahasiswa KKN Dorong Warga Kebondowo Cerdas Mengolah Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:52 WIB

Semangat Waisak 2570, PERMABUDHI Sulsel Gelar Donor Darah Kemanusiaan di Vihara Sasanadipa

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:02 WIB

Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API

Jumat, 24 April 2026 - 15:49 WIB

Sosialisasi Stunting dan Cek Kesehatan Gratis di Posyandu Delima 2, Upaya Tingkatkan Kesehatan Balita

Berita Terbaru