Semarang, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 226 Desa Pager memberikan edukasi mengenai pemanfaatan serai merah sebagai bahan pembuatan spray penolak nyamuk alami kepada ibu-ibu TP-PKK Desa Pager, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.
Kegiatan yang berlangsung pada 4 Agustus 2026 tersebut digelar di Balai Desa Pager. Sebanyak 40 ibu-ibu TP-PKK mengikuti kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam itu.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemanfaatan tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi produk sederhana yang dapat digunakan dalam kehidupan rumah tangga.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN UNS Kelompok 226 menyampaikan materi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pengenalan serai merah, potensi pemanfaatannya, serta demonstrasi pembuatan spray.

Demonstrasi dimulai dengan mencuci serai hingga bersih. Serai kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil sebelum direbus selama kurang lebih 30 menit.
Setelah didinginkan dan disaring, larutan hasil rebusan tersebut dicampurkan dengan alkohol 70 persen. Campuran kemudian dimasukkan ke dalam botol spray sebagai produk demonstrasi.
Hasil pembuatan spray dalam kegiatan tersebut memiliki warna kuning bening dan aroma khas serai. Secara visual, tidak ditemukan endapan pada larutan. Produk demonstrasi dikemas dalam botol spray berukuran 100 mililiter.
Selain mempraktikkan proses pembuatan, peserta juga mendapat kesempatan untuk berdiskusi mengenai pemanfaatan serai merah dan kemungkinan pengembangan produk.
Sejumlah pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari penggunaan spray untuk keperluan lain, kemungkinan membuat spray tanpa alkohol, pemanfaatan serai untuk produk lain, hingga peluang mengembangkan spray sebagai produk yang memiliki nilai jual.
Antusiasme peserta juga terlihat setelah kegiatan berlangsung. Beberapa peserta membawa pulang sisa serai dan akar serai untuk ditanam di rumah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa ketertarikan peserta tidak hanya muncul terhadap produk spray yang diperagakan, tetapi juga terhadap tanaman yang menjadi bahan bakunya.
Kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada ibu-ibu TP-PKK Desa Pager mengenai alternatif pemanfaatan tanaman melalui proses pengolahan sederhana.
Pemanfaatan tanaman lokal menjadi salah satu materi yang dapat dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dalam kegiatan KKN UNS Kelompok 226, serai merah diperkenalkan tidak hanya sebagai tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk rumah tangga.
Spray yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut masih merupakan produk demonstrasi. Pengembangannya sebagai produk yang dapat digunakan atau dipasarkan secara lebih luas masih memerlukan proses lanjutan, termasuk pengujian dan penyesuaian formulasi sesuai tujuan penggunaannya.
Kegiatan edukasi ini juga membuka pembahasan mengenai kemungkinan pemanfaatan serai untuk berbagai produk lain. Ketertarikan peserta terhadap penanaman kembali serai menjadi salah satu bagian dari kegiatan yang menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan bahan baku di lingkungan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, KKN UNS Kelompok 226 Desa Pager berharap masyarakat semakin mengenali potensi tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar. Edukasi dilakukan dengan pendekatan sederhana dan aplikatif agar pengetahuan yang diberikan dapat dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi ibu-ibu TP-PKK Desa Pager, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan tanaman lokal, sekaligus mengenal salah satu cara sederhana mengolah serai merah menjadi produk rumah tangga.
Penulis : Tim KKN UNS 226 Desa Pager, Kaliwungu, Semarang
Editor : Fadli Akbar









