Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Tim Hibah JARPAK UNS bersama perangkat Desa Sumbung usai pelaksanaan kajian potensi dan pengembangan wilayah di Kantor Desa Sumbung, Boyolali.

Dokumentasi Tim Hibah JARPAK UNS bersama perangkat Desa Sumbung usai pelaksanaan kajian potensi dan pengembangan wilayah di Kantor Desa Sumbung, Boyolali.

Boyolali, Sorotnesia.id – Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelesaikan kajian mengenai fungsi wilayah, kedudukan, aksesibilitas, dan potensi lokal Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kajian tersebut menyoroti peran Desa Sumbung sebagai salah satu wilayah yang memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan dataran tinggi Kecamatan Cepogo, terutama melalui sektor hortikultura, peternakan sapi perah, dan peluang pengembangan wisata desa.

Kajian dilaksanakan selama lima hari, pada 21–25 Mei 2026, oleh tim yang terdiri atas 10 mahasiswa. Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, dokumentasi, serta pengumpulan data wilayah untuk memetakan kondisi desa secara menyeluruh.

Desa Sumbung berada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepat di kawasan kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Secara administratif, desa ini terdiri atas tiga RW dan 17 RT. Wilayahnya berbatasan dengan Desa Mliwis di sebelah utara, Desa Paras di sebelah timur, Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk, di sebelah selatan, serta Desa Gedangan di sebelah barat.

Dalam kajian tersebut, tim menemukan bahwa Desa Sumbung memiliki keterkaitan yang erat dengan desa-desa di sekitarnya. Interaksi antarwilayah berlangsung aktif, terutama pada sektor pertanian, peternakan, hingga perdagangan hasil produksi. Kondisi tersebut menjadikan Desa Sumbung tidak hanya berfungsi sebagai wilayah produksi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam rantai ekonomi kawasan Kecamatan Cepogo.

Meski memiliki peran strategis, kajian mengenai posisi Desa Sumbung dalam mendukung perkembangan wilayah sekitar masih relatif terbatas. Karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fungsi desa dalam konteks pembangunan wilayah.

Baca Juga :  Pemberdayaan Perempuan Melalui Dapur, Mahasiswa KKN 44 UINSA Edukasi Cegah Stunting Lewat Olahan Pisang

Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor pertanian hortikultura dan peternakan sapi perah menjadi kekuatan utama Desa Sumbung. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada kedua sektor tersebut sehingga menjadi penggerak utama perekonomian desa.

Selain potensi ekonomi, kondisi geografis Desa Sumbung yang berada di kawasan pegunungan menghadirkan lingkungan yang sejuk dan asri. Didukung budaya gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat, kondisi tersebut dinilai membuka peluang pengembangan wisata desa berbasis edukasi pertanian maupun peternakan.

Dari aspek aksesibilitas, Desa Sumbung memiliki jaringan transportasi yang memadai untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi. Konektivitas menuju pusat Kecamatan Cepogo maupun Kabupaten Boyolali dinilai cukup baik sehingga memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Kedekatan dengan desa-desa sekitar, seperti Desa Mliwis dan Desa Gedangan, juga memperkuat interaksi antarkawasan. Hubungan tersebut berkontribusi terhadap kelancaran arus barang, jasa, maupun aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Tim Hibah JARPAK UNS Desa Sumbung, Niko Diaz Anugerah, mengatakan bahwa kajian tersebut bertujuan mengidentifikasi posisi strategis desa sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Desa Sumbung memiliki potensi lokal yang sangat mendukung pengembangan wilayah, khususnya pada sektor pertanian, peternakan, dan wisata desa,” ujar Niko Diaz Anugerah.

Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) memfasilitasi diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dalam rangka pemetaan fungsi wilayah dan identifikasi potensi lokal. Forum ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayah, aksesibilitas, serta potensi unggulan desa yang meliputi sektor hortikultura, peternakan sapi perah, dan peluang pengembangan wisata desa. Hasil diskusi menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi pembangunan desa yang berbasis data dan potensi lokal.
Tim Hibah JARPAK Universitas Sebelas Maret (UNS) memfasilitasi diskusi bersama perangkat desa dan masyarakat Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, dalam rangka pemetaan fungsi wilayah dan identifikasi potensi lokal. Forum ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayah, aksesibilitas, serta potensi unggulan desa yang meliputi sektor hortikultura, peternakan sapi perah, dan peluang pengembangan wisata desa. Hasil diskusi menjadi bagian dari penyusunan rekomendasi pembangunan desa yang berbasis data dan potensi lokal.

Menurutnya, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan arah pembangunan desa yang lebih terencana dan berbasis potensi lokal. Dengan memahami karakteristik wilayah secara lebih mendalam, pemerintah desa dapat menentukan prioritas program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 130 Gelar Sosialiasi Pembuatan Mini Biopori Composter: Solusi Kreatif Daur Ulang Sampah untuk Lingkungan Berkelanjutan

Selain menghasilkan pemetaan mengenai fungsi wilayah, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Kerja sama diwujudkan melalui proses observasi, wawancara, pengumpulan data, hingga penyusunan rekomendasi pengembangan wilayah.

Pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus mendukung implementasi beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 11 mengenai kota dan permukiman yang berkelanjutan, SDGs 15 tentang ekosistem daratan, serta SDGs 17 yang menitikberatkan pada kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui identifikasi potensi wilayah yang dilakukan secara sistematis, hasil kajian diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi Pemerintah Desa Sumbung, tetapi juga bagi pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat di masa mendatang.

Tim JARPAK UNS berencana menyerahkan hasil kajian kepada Pemerintah Desa Sumbung sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan desa. Dokumen tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan pengembangan sektor pertanian, peternakan, maupun wisata desa yang menjadi potensi unggulan wilayah.

Di sisi lain, hasil kajian juga berpotensi menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan yang dilakukan mahasiswa maupun dosen Universitas Sebelas Maret. Dengan demikian, pemetaan potensi Desa Sumbung tidak berhenti pada aspek akademik semata, tetapi juga dapat mendukung upaya pembangunan desa yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis pada kekuatan lokal yang dimiliki masyarakat.


Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara
Tidak Hanya Turun ke Jalan, Aliansi BEM Solo Dorong Gerakan Mahasiswa Masuk ke Ruang Digital
Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2026 - 07:47 WIB

Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan

Berita Terbaru