Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

- Redaksi

Minggu, 12 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Ekstraksi Antosianin dari Buah Murbei
(Sumber: Dokumentasi Pribadi Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 Tim 2562)

Proses Ekstraksi Antosianin dari Buah Murbei (Sumber: Dokumentasi Pribadi Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 Tim 2562)

Surakarta, Sorotnesia.com – Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) tengah melaksanakan penelitian yang membandingkan empat metode ekstraksi antosianin dari buah murbei (Morus nigra). Penelitian tersebut didanai melalui Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 skema riset sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis penelitian bagi mahasiswa.

Riset ini bertujuan mengidentifikasi metode ekstraksi yang paling efektif untuk menghasilkan antosianin berkualitas tinggi. Selain itu, penelitian juga diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi ekstraksi yang lebih efisien, berkelanjutan, serta memiliki potensi penerapan pada berbagai bidang industri.

Antosianin merupakan pigmen alami yang memberikan warna merah, ungu, hingga biru pada berbagai jenis buah dan sayuran. Senyawa ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami, tetapi juga dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi diaplikasikan dalam industri pangan, farmasi, kosmetik, hingga pengembangan material fungsional.

Keunggulan lain dari antosianin adalah kemampuannya berubah warna sesuai tingkat keasaman atau pH lingkungan. Senyawa ini akan berwarna merah pada kondisi asam, ungu pada pH mendekati netral, serta berubah menjadi biru hingga hijau pada kondisi basa. Karakteristik tersebut menjadikan antosianin berpotensi dimanfaatkan sebagai indikator pH alami, biosensor, maupun komponen dalam smart packaging atau kemasan cerdas untuk memantau kualitas produk pangan.

Meski demikian, kualitas, stabilitas, serta karakteristik antosianin sangat dipengaruhi oleh metode ekstraksi yang digunakan. Karena itu, penelitian mengenai teknik ekstraksi menjadi penting untuk memperoleh metode yang mampu menghasilkan ekstrak dengan mutu terbaik.

Perubahan Warna Antosianin pada pH 1-12 
(Sumber: Dokumentasi Pribadi Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 Tim 2562)
Perubahan Warna Antosianin pada pH 1-12
(Sumber: Dokumentasi Pribadi Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 Tim 2562)

Dalam penelitian ini, tim memilih buah murbei (Morus nigra) sebagai objek penelitian karena dikenal memiliki kandungan antosianin yang tinggi, terutama pada buah yang telah matang. Selain antosianin, murbei juga mengandung senyawa fenolik, flavonoid, vitamin C, dan berbagai antioksidan yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Baca Juga :  Kolaborasi UNS dan KTH Sari Bunga Giyanti, Dari Legalitas Produk hingga Peningkatan Daya Saing UMKM Hutan Desa

Pemanfaatan murbei di Indonesia hingga kini masih relatif terbatas. Buah tersebut umumnya hanya dikonsumsi sebagai buah segar atau diolah menjadi produk sederhana. Melalui penelitian ini, tim berharap potensi murbei sebagai sumber senyawa bioaktif bernilai tinggi dapat dikembangkan lebih luas untuk mendukung industri pangan, farmasi, kosmetik, maupun biomaterial ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, penelitian membandingkan empat metode ekstraksi, yakni metode maserasi, maserasi berbantuan enzim pektinase, Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), serta Ultrasound-Assisted Enzymatic Extraction (UAEE). Keempat metode tersebut dievaluasi secara komprehensif untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas ekstrak antosianin yang dihasilkan.

Pengujian dilakukan melalui sejumlah parameter analisis, meliputi Total Phenolic Content (TPC), Total Flavonoid Content (TFC), serta Total Monomeric Anthocyanin Content (TMAC) guna mengukur kandungan senyawa bioaktif.

Selain itu, karakterisasi struktur kimia dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS) untuk mengidentifikasi gugus fungsi maupun profil senyawa dalam ekstrak. Tim juga meneliti laju degradasi antosianin untuk mengetahui stabilitas pigmen selama penyimpanan pada rentang pH 1 hingga 12.

Sebagai bagian dari pengembangan riset, penelitian turut mengevaluasi potensi aktivitas antikanker secara in vitro. Tahapan ini menjadi langkah awal untuk menilai prospek pemanfaatan antosianin sebagai senyawa bioaktif bernilai tinggi yang berpotensi dikembangkan pada berbagai aplikasi di masa mendatang.

Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia FKIP UNS serta UPT Laboratorium Terpadu UNS sebagai lokasi utama proses ekstraksi, karakterisasi awal, dan berbagai analisis penelitian. Untuk memperoleh karakterisasi senyawa yang lebih mendalam, analisis menggunakan LC-MS dilakukan di Laboratorium Kimia Instrumen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Sementara itu, pengujian aktivitas antikanker secara in vitro dilaksanakan di Laboratorium Riset Translasional Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad). Kolaborasi pemanfaatan fasilitas laboratorium di sejumlah perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data penelitian yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat kualitas luaran riset.

Baca Juga :  Mahasiswa Kukerta UNRI Pererat Silaturahmi Warga Desa Belading Lewat Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Ketua tim penelitian, Serly Putri Rahmawati, mengatakan penelitian ini tidak hanya berfokus pada pencarian metode ekstraksi antosianin yang paling efektif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis riset bagi mahasiswa.

“Melalui Hibah Pembelajaran Berdampak, kami memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari penyusunan rancangan penelitian, pelaksanaan eksperimen di laboratorium, hingga analisis data menggunakan berbagai teknik karakterisasi. Pengalaman ini tidak hanya memperkuat kompetensi riset mahasiswa, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam menghasilkan luaran ilmiah yang bermanfaat,” ujar Serly.

Penelitian tersebut dilaksanakan bersama anggota tim, yakni Endika Zhergi Aryanendra, Luthfi Amalia Zulfa, Rifatul Nur Azizah, dan Wahyu Nurmalasari, di bawah bimbingan dosen pembimbing Dr. Muhammad Hizbul Wathon, M.Sc.

Saat ini penelitian telah menyelesaikan tahapan ekstraksi sampel serta karakterisasi laboratorium. Data yang diperoleh selanjutnya akan dianalisis untuk membandingkan performa masing-masing metode ekstraksi dalam menghasilkan antosianin dengan kandungan, stabilitas, dan karakteristik terbaik.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan proses ekstraksi yang lebih efisien sekaligus mendukung pemanfaatan antosianin dari sumber daya hayati lokal sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Luaran riset ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan inovasi berbasis bahan alam yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat secara aktif dalam penelitian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata melalui pendekatan ilmiah. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi riset, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Penulis : Serly Putri Rahmawati (Hibah Pembelajaran Berdampak UNS 2026 Tim 2562)

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perguruan Tinggi Jadi Mitra Siswa SMA Mengembangkan Inovasi Pangan
Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma
Mengubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk untuk Pertanian Berkelanjutan
Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda
BBK 8 UNAIR Hadirkan Plang Peta Potensi Strategis untuk Memberdayakan Sumber Daya Wisata Desa Tawun
Mahasiswa KKN Dorong UMKM Sumberanyar Urus Legalitas dan Beralih ke Pembayaran Digital
Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu
Wujudkan Anak Desa Sehat dan Mandiri, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ Padukan Gerakan PHBS dengan Pelatihan Lilin Aromaterapi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Perguruan Tinggi Jadi Mitra Siswa SMA Mengembangkan Inovasi Pangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Edukasi Menstruasi di SMK Sabilul Huda Demak Libatkan Siswa Laki-laki untuk Cegah Stigma

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Mengubah Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk untuk Pertanian Berkelanjutan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:32 WIB

Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 00:11 WIB

BBK 8 UNAIR Hadirkan Plang Peta Potensi Strategis untuk Memberdayakan Sumber Daya Wisata Desa Tawun

Berita Terbaru