Mahasiswa KKN UMBY Olah Tomat Menjadi Manisan, Dorong Nilai Tambah Hasil Panen Warga Sekendi

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok 42 KKN-PPM XLIX UMBY memanen tomat secara langsung di kebun Dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memahami potensi hasil pertanian sekaligus menggali peluang pengolahan tomat agar memiliki nilai tambah bagi warga. (Doc. Pribadi)

Kelompok 42 KKN-PPM XLIX UMBY memanen tomat secara langsung di kebun Dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kabupaten Magelang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memahami potensi hasil pertanian sekaligus menggali peluang pengolahan tomat agar memiliki nilai tambah bagi warga. (Doc. Pribadi)

Sekendi, Sorotnesia.com. Melimpahnya hasil panen tomat tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan petani. Kondisi itu mendorong Kelompok 42 KKN-PPM XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memperkenalkan manisan tomat sebagai alternatif pengolahan hasil pertanian kepada warga Dusun Sekendi, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

Gagasan tersebut berawal ketika mahasiswa Kelompok 42 ikut membantu warga memanen tomat secara langsung. Dalam kegiatan itu, mahasiswa mengetahui harga tomat di tingkat petani dapat turun hingga Rp1.000 per kilogram ketika produksi melimpah.

Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan diskusi kelompok untuk mencari cara meningkatkan nilai ekonomi tomat tanpa mengubah komoditas utama yang selama ini dibudidayakan warga.

Ketua Kelompok 42 KKN-PPM XLIX UMBY, Muhammad Tio Wisnu Anggara, mengatakan pengolahan tomat menjadi manisan dipilih karena dapat memperpanjang daya simpan sekaligus memberikan bentuk produk baru yang berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Saat ikut memanen di kebun warga, kami merasakan langsung proses kerja keras para petani. Ketika mengetahui harganya Rp. 1000 per kilogram, kami berdiskusi untuk mencari cara meningkatkan nilai jualnya. Setelah beberapa kali uji coba resep, kami berhasil membuat manisan tomat dengan cita rasa yang pas dan siap di konsumsi,” kata Muhammad Tio Wisnu Anggara, Ketua Kelompok 42.

Baca Juga :  Digitalisasi Dusun Dodogan: KKN-PPM XLVI Kelompok 20 UMBY Dorong Transformasi Teknologi

Sebelum diperkenalkan kepada warga, mahasiswa melakukan sejumlah uji coba resep untuk memperoleh rasa dan tekstur yang dinilai sesuai. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan tomat tidak hanya dikonsumsi sebagai hasil panen segar, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk olahan.

Program kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan kepada warga Dusun Sekendi. Kegiatan tidak hanya membahas proses pengolahan, tetapi juga aspek yang diperlukan agar produk dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Salah satu materi yang diberikan adalah pengemasan produk. Warga dikenalkan pada cara mencari referensi desain kemasan melalui berbagai platform digital sehingga produk memiliki tampilan yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan pemasaran.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang

Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai sertifikasi halal, termasuk pentingnya legalitas tersebut serta gambaran mengenai alur pengajuannya. Aspek legalitas dinilai menjadi salah satu bagian penting apabila produk nantinya dikembangkan sebagai usaha warga.

Selain itu, pelatihan mencakup strategi pemasaran, baik secara langsung maupun melalui kanal digital. Materi tersebut diarahkan untuk membantu warga memperluas jangkauan pemasaran apabila manisan tomat diproduksi secara berkelanjutan.

Program Kelompok 42 tidak berhenti pada pengenalan produk. Pendekatan yang dilakukan juga diarahkan pada bagaimana hasil pertanian yang selama ini dijual dalam bentuk segar dapat memiliki alternatif pemanfaatan ketika harga di tingkat petani mengalami penurunan.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN-PPM XLIX UMBY berharap manisan tomat dapat dikembangkan menjadi salah satu produk olahan warga Dusun Sekendi. Diversifikasi hasil panen diharapkan membuka peluang peningkatan nilai ekonomi sekaligus membantu warga menghadapi fluktuasi harga tomat saat musim panen melimpah.

Penulis : Kelompok 42 KKN-PPM XLIX / Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY)

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JAGATARA Dorong Gurami, Jagung, dan Kangkung Rowokangkung Naik Kelas
KKN UIN Walisongo Dorong Sekolah Perkuat Pencegahan Bullying di SD Wirogomo
Mahasiswa KKN 74 UNS Dorong Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga di Desa Gunungsari Magelang
Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNS dan DLH Pacitan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Sanggrahan
KUHP Baru dan Persoalan Poligami serta Nikah Siri
Rahasia Jelly Kenyal: Peran Gelatinisasi di Balik Teksturnya
Kenapa Makan Sayur Itu Penting? Peran Serat dalam Hidup Kita
Bikin Penasaran! Aan Doang Bocorkan ‘Kisah Tanpa Jeda’, Mini Album Perdana Penuh Kejutan

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Mahasiswa KKN UMBY Olah Tomat Menjadi Manisan, Dorong Nilai Tambah Hasil Panen Warga Sekendi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:37 WIB

JAGATARA Dorong Gurami, Jagung, dan Kangkung Rowokangkung Naik Kelas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:54 WIB

KKN UIN Walisongo Dorong Sekolah Perkuat Pencegahan Bullying di SD Wirogomo

Senin, 9 Maret 2026 - 10:35 WIB

Mahasiswa KKN 74 UNS Dorong Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga di Desa Gunungsari Magelang

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:47 WIB

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNS dan DLH Pacitan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Sanggrahan

Berita Terbaru