Bondowoso, Sorotnesia.com – Pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari upaya membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus menumbuhkan kreativitas sejak usia dini. Pendidikan di luar ruang kelas menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai tersebut karena memberi kesempatan kepada anak belajar melalui pengalaman langsung. Berangkat dari pemahaman itu, PPK Ormawa BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember (FKEP UNEJ) menghadirkan program edukatif yang mengintegrasikan Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi bagi anak-anak di Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026 itu diikuti 40 peserta dari lima dusun dengan rentang usia Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ dalam memperkuat ekosistem pembelajaran nonformal yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, keterampilan hidup, serta kemandirian anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan.
Sesi pertama diisi dengan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Materi disampaikan secara interaktif melalui permainan, diskusi, dan praktik sederhana sehingga anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Peserta diajak membiasakan mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan makanan, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Pendekatan partisipatif tersebut membuat proses belajar terasa lebih menarik sekaligus mendorong anak aktif bertanya dan berdiskusi.

Pembelajaran kemudian berlanjut pada pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan memanfaatkan bahan dan potensi lokal. Melalui kegiatan praktik, peserta diperkenalkan pada tahapan pembuatan lilin sekaligus manfaat aromaterapi dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan motorik, tetapi juga menanamkan keberanian untuk berkreasi, bekerja sama, dan menghasilkan produk sederhana yang memiliki nilai guna.
Kolaborasi antara edukasi kesehatan dan pelatihan keterampilan menunjukkan bahwa pembelajaran bagi anak tidak harus berlangsung secara terpisah. Kebiasaan hidup sehat akan lebih mudah tertanam ketika dipadukan dengan aktivitas kreatif yang menyenangkan. Sebaliknya, keterampilan praktis akan lebih bermakna apabila dibangun di atas kesadaran menjaga kesehatan dan lingkungan. Pendekatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang utuh karena anak memperoleh pengetahuan sekaligus kesempatan menerapkannya secara langsung.
Ketua PPK Ormawa, Hagum Mashuda, menegaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak sekadar menerima materi secara teoritis, melainkan memperoleh pengalaman nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya hidup bersih dan sehat, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelatihan lilin aromaterapi, mereka belajar bahwa kreativitas dapat menjadi bekal untuk tumbuh mandiri sekaligus memberikan nilai manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Respon positif juga datang dari para peserta. Salah seorang anak mengaku senang karena proses belajar berlangsung interaktif dan tidak membosankan.
“Belajarnya seru karena bisa bermain sambil belajar. Sekarang saya jadi tahu cara hidup lebih bersih dan bisa membuat lilin aromaterapi sendiri. Saya ingin mengajarkannya juga kepada teman-teman di rumah,” tuturnya.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pemberdayaan anak di desa tidak selalu membutuhkan program berskala besar. Langkah sederhana yang dirancang secara kreatif mampu memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hidup sehat, serta pengembangan keterampilan sejak dini. Ketika anak memperoleh ruang untuk belajar, berkreasi, dan mempraktikkan pengetahuan secara langsung, mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
Melalui inisiatif tersebut, PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ tidak hanya menghadirkan kegiatan edukasi sesaat, tetapi juga menanamkan fondasi penting bagi lahirnya generasi desa yang sehat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Program semacam ini menjadi contoh bahwa pengabdian mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia mulai dari tingkat desa.
Penulis : Dimas Anang Musa / PPK ORMAWA BEM FKEP UNEJ
Editor : Intan Permata









