Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan Program GEBYUR (Gerakan Ibu Makan Sayur) bersama Tim Penggerak PKK Kalurahan Tegaltirto. (doc pribadi)

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan Program GEBYUR (Gerakan Ibu Makan Sayur) bersama Tim Penggerak PKK Kalurahan Tegaltirto. (doc pribadi)

Sleman, Sorotnesia.com – Upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga tidak selalu dimulai dari program besar. Di Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, langkah sederhana justru ditempuh melalui gerakan membiasakan makan sayur di rumah.

Kesadaran itulah yang mendorong mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terlibat dalam pendampingan Program GEBYUR (Gerakan Ibu Makan Sayur) bersama PKK Kalurahan Tegaltirto, Sabtu (4/4/2026). Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat perubahan perilaku konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga, khususnya di Dusun Karang Wetan RT 04.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi kesehatan. Mahasiswa hadir untuk memantau sejauh mana kebiasaan mengonsumsi sayur mulai diterapkan warga setelah program dijalankan. Pendekatan tersebut dipilih karena rendahnya tingkat konsumsi sayur masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Tegaltirto.

Padahal, konsumsi sayur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya dibutuhkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular.

Program GEBYUR sendiri diluncurkan oleh PKK Kalurahan Tegaltirto pada (18/4/2026) sebagai gerakan yang menempatkan ibu rumah tangga sebagai motor perubahan pola konsumsi keluarga. Peran ibu dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan pengaturan menu harian keluarga, termasuk kebiasaan makan anak.

Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY foto bersama saat pelaksanaan kegiatan pendampingan berupa pembagian jurnal harian konsumsi sayur di PKK Karang Wetan RT 04, Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. (doc pribadi)
Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY foto bersama saat pelaksanaan kegiatan pendampingan berupa pembagian jurnal harian konsumsi sayur di PKK Karang Wetan RT 04, Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. (doc pribadi)

Salah satu tokoh PKK Kalurahan Tegaltirto menyebutkan, gerakan ini lahir dari kondisi di lapangan yang menunjukkan masih banyak anak enggan mengonsumsi sayur.

“Awalnya banyak anak kecil yang tidak suka makan sayur, jadi dibuat Program GEBYUR untuk membangun pemahaman ibu akan pentingnya mengonsumsi sayur,” ujar salah satu tokoh PKK Kalurahan Tegaltirto.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa Pendidikan IPS UNY memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayuran sebagai bagian dari pola makan seimbang. Materi yang disampaikan mencakup kandungan gizi pada berbagai jenis sayuran, manfaat kesehatan jangka panjang, hingga pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Baca Juga :  Menyelamatkan Generasi Muda dari Kosmetik Berbahaya, Mahasiswa Abdurrab Hadirkan Edukosme di SMAN 8 Pekanbaru

Pendekatan edukasi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta. Diskusi juga diarahkan pada persoalan sehari-hari yang kerap dihadapi keluarga, seperti anak yang sulit makan sayur hingga cara mengolah bahan makanan agar tetap diminati anggota keluarga.

Mahasiswa Pendidikan IPS UNY melakukan sosialisasi sebagai upaya peningkatan konsumsi sayur dalam keluarga di PKK Karang Wetan RT 04, Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. (doc pribadi)
Mahasiswa Pendidikan IPS UNY melakukan sosialisasi sebagai upaya peningkatan konsumsi sayur dalam keluarga di PKK Karang Wetan RT 04, Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman. (doc pribadi)

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan jurnal harian konsumsi sayur kepada peserta. Jurnal tersebut digunakan sebagai alat monitoring untuk mencatat kebiasaan makan keluarga setelah program berjalan.

Pendampingan berbasis pencatatan itu diharapkan dapat membantu warga melihat perkembangan pola konsumsi mereka secara lebih nyata. Dengan demikian, perubahan perilaku tidak hanya bersifat sesaat, tetapi perlahan menjadi rutinitas di rumah.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Anggota PKK tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan membiasakan konsumsi sayur, terutama kepada anak-anak yang cenderung memilih makanan tertentu.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta yang juga Ketua RT 04 membagikan pengalaman sederhana yang diterapkan di rumahnya agar konsumsi sayur tetap berjalan tanpa terasa merepotkan.

“Menurut saya, memasak sayur sebaiknya dilakukan dalam jumlah yang cukup untuk sekali masak. Setelah disajikan sesuai porsi, sisa sayur dapat disimpan di dalam kulkas dan dihangatkan kembali saat akan dikonsumsi,” ujarnya.

Praktik sederhana tersebut menjadi contoh bagaimana kebiasaan makan sehat dapat dimulai dari pengelolaan makanan rumah tangga yang lebih efisien. Cara itu dinilai cukup membantu keluarga yang memiliki keterbatasan waktu dalam memasak sehari-hari.

Selain mengajak masyarakat rutin makan sayur, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan yang tepat agar kandungan gizi sayuran tetap terjaga. Hal ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa metode memasak tertentu dapat mengurangi kandungan nutrisi bahan makanan.

Baca Juga :  Jejak Kolaborasi KKN UNS 335: Mendorong Desa Tangguh dari Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan

Mahasiswa menjelaskan bahwa pengolahan sayur yang baik bukan hanya menjaga kualitas gizi, tetapi juga dapat membuat tampilan makanan lebih menarik sehingga lebih mudah diterima anak-anak. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi solusi praktis bagi orang tua dalam membangun kebiasaan makan sehat di rumah.

Kegiatan pendampingan Program GEBYUR turut mendapat arahan dari dosen pendamping UNY, yakni Agustina Tri Wijayanti dan Rusyda Nasyita Rahman. Keterlibatan akademisi menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik sosial yang diterapkan kampus.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman lapangan untuk memahami persoalan sosial secara langsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori pemberdayaan masyarakat di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan bagaimana perubahan perilaku kesehatan dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian warga.

Di sisi lain, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan berbasis keluarga. Pendekatan sederhana yang digunakan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Kolaborasi antara mahasiswa dan kader PKK juga menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dapat dibangun melalui kerja bersama di tingkat komunitas. Gerakan kecil seperti membiasakan makan sayur dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan keluarga.

Jika dilakukan secara konsisten, Program GEBYUR berpotensi menjadi model edukasi kesehatan masyarakat berbasis keluarga yang berkelanjutan. Kesadaran mengonsumsi sayur bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kebiasaan yang tumbuh dari rumah dan diwariskan kepada anak-anak sejak dini.

Penulis : Dr. Agustina Tri Wijayanti, S.Pd., M.Pd , Rusyda Nasyita Rahman, S.Pd., M.Pd (Dosen) dan Arsihlika, Fia Pramita, Abidah Tanjung Assyifa, Izzul Iqbal Daru Dewantara (mahasiswa) | Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”
Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan
KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah
Mahasiswa KKN UNS 112 Gelar Pelatihan AutoCAD untuk Perkuat Perencanaan Infrastruktur Desa Binade
Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan
KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:02 WIB

Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API

Jumat, 24 April 2026 - 16:52 WIB

Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Kamis, 23 April 2026 - 18:06 WIB

Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan

Berita Terbaru