Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair

- Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemaparan materi oleh Tim MBKM. (doc. pribadi)

Pemaparan materi oleh Tim MBKM. (doc. pribadi)

Klaten, Sorotnesia.com – Limbah cair hasil pengolahan aren yang selama ini kerap dipandang sebagai masalah lingkungan ternyata menyimpan potensi ekonomi bagi masyarakat. Potensi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Kimia Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Melalui program pengabdian masyarakat di Dukuh Srijaya, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, para mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan limbah cair aren menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular.

Program tersebut dipimpin oleh Fatiyyah Nurul Izzah dengan bimbingan Dr. Ir. Joko Waluyo, S.T., M.T. Selain bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan nilai tambah dari limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dukuh Srijaya dikenal sebagai salah satu sentra industri rumah tangga pengolahan pati aren. Produk turunannya berupa mi soun telah menjadi sumber penghidupan masyarakat secara turun-temurun. Aktivitas produksi tersebut sekaligus menghasilkan limbah cair dalam jumlah cukup besar yang berasal dari proses pencucian dan pengendapan pati.

Limbah tersebut mengandung bahan organik yang berpotensi meningkatkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) apabila dibuang langsung ke lingkungan. Kondisi itu dapat menurunkan kualitas perairan dan memunculkan bau tidak sedap di sekitar lokasi produksi.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim mahasiswa UNS memperkenalkan pengolahan limbah cair menjadi pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Sosialisasi pertama dilaksanakan pada 13 Mei 2026 dengan melibatkan sekitar 40 warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai dampak limbah cair industri aren terhadap lingkungan serta memperkenalkan tahapan pembuatan pupuk organik cair.

Baca Juga :  Penguatan SDG Desa oleh Mahasiswa UNS melalui Pemberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Potensi Lokal

Sebagai bagian dari praktik langsung, mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan POC menggunakan limbah cair aren sebagai bahan utama yang dipadukan dengan molase, EM4, perasan sayuran hijau, serta air cucian beras. Selanjutnya, campuran tersebut difermentasi selama kurang lebih dua minggu hingga siap digunakan.

Demonstrasi pembuatan POC. (doc. pribadi)
Demonstrasi pembuatan POC. (doc. pribadi)

Antusiasme warga terlihat sepanjang sesi diskusi. Para petani yang selama ini mengandalkan pupuk cair komersial banyak mempertanyakan kualitas pupuk yang dihasilkan, terutama terkait kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Ketua Tim MBKM UNS, Fatiyyah Nurul Izzah, menegaskan bahwa program yang dijalankan lebih berfokus pada pengurangan pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk cair komersial.

“Kegiatan yang kami lakukan lebih menekankan pada upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah cair aren. Pupuk organik cair yang dihasilkan dapat digunakan sebagai tambahan pupuk utama yang digunakan warga sehingga konsumsi pupuk cair utama dapat dikurangi,” jelas Fatiyyah.

Menurutnya, pupuk organik cair yang dihasilkan tidak dimaksudkan untuk menggantikan pupuk utama yang selama ini digunakan petani. Produk tersebut lebih diarahkan sebagai pupuk pendamping yang dapat membantu efisiensi penggunaan pupuk cair utama.

Program pengabdian tersebut kemudian dilanjutkan melalui sosialisasi kedua yang berlangsung pada 12 Juni 2026. Dalam kegiatan lanjutan tersebut, mahasiswa memaparkan perkembangan hasil penelitian mengenai pembuatan pupuk organik cair dengan beberapa variasi komposisi bahan.

Warga juga memperoleh penjelasan mengenai cara penggunaan pupuk organik cair, termasuk penerapan dengan pengenceran 1:10 sebelum diaplikasikan pada tanaman.

Tidak hanya memberikan edukasi, tim MBKM UNS turut menyerahkan produk Pupuk Organik Cair (POC) hasil pengolahan limbah cair aren kepada masyarakat Dukuh Srijaya. Produk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petani untuk mendukung kegiatan budidaya.

Baca Juga :  Kolaborasi KUA Banyuanyar dan Mahasiswa KKN UINSA Dorong Remaja MA Ihyaul Islam Tunda Pernikahan Dini

Mahasiswa juga membagikan brosur berisi informasi mengenai manfaat pupuk organik cair, bahan-bahan yang digunakan, tahapan pembuatan, serta tata cara penggunaannya. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat memproduksi pupuk secara mandiri dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.

Selain memberi manfaat bagi lingkungan dan pertanian, pemanfaatan limbah cair aren menjadi pupuk organik cair dinilai memiliki peluang ekonomi. Produk yang dihasilkan berpotensi dipasarkan melalui berbagai platform digital maupun toko daring sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Pohon aren sendiri selama ini dikenal sebagai tanaman dengan banyak manfaat. Selain menghasilkan nira yang diolah menjadi gula aren, tanaman tersebut juga menghasilkan kolang-kaling, serat ijuk untuk berbagai kebutuhan industri, serta pati batang yang digunakan sebagai bahan baku mi soun. Keberadaan tanaman ini juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui sistem perakarannya yang kuat sehingga mampu mengurangi risiko erosi.

Foto bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pertama. (doc. pribadi)
Foto bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pertama. (doc. pribadi)

Melalui program ini, mahasiswa Teknik Kimia UNS berupaya menunjukkan bahwa limbah bukan sekadar sisa produksi yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penerapan konsep ekonomi sirkular yang dilakukan di Dukuh Srijaya menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan lingkungan dapat diubah menjadi peluang. Di tangan masyarakat dan generasi muda, limbah cair aren yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini memiliki peluang untuk menjadi produk yang mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi warga.

Penulis : Tim Hibah MBKM UNS Dukuh Srijaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:53 WIB

Mahasiswa UNS Dorong Ekonomi Sirkular di Klaten, Limbah Cair Aren Disulap Menjadi Pupuk Organik Cair

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Berita Terbaru