Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Observasi tempat bersejarah di Cungkup Mbah Iro Truno.  Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS

Observasi tempat bersejarah di Cungkup Mbah Iro Truno. Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS

Ngawi, Sorotnesia.com – Kelompok 97 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta periode Januari–Februari 2026 meluncurkan buku berjudul “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah” di Kantor Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jumat (13/1/2026). Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah desa sekaligus digitalisasi kearifan lokal yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis.

Program kerja bertajuk “Dokumentasi dan Digitalisasi Kearifan Lokal” ini digagas oleh penanggung jawab kegiatan, Faizatul Irbah, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Gagasan tersebut muncul dari kesulitan tim dalam menemukan dokumen resmi terkait sejarah dan profil Desa Geneng saat melakukan riset awal.

Menurut Irbah, keterbatasan arsip tertulis berpotensi menyebabkan hilangnya pengetahuan lokal.

“Tidak banyak dokumen yang memuat sejarah dan profil desa, baik dari aspek sosial, budaya, maupun ekonomi. Jika tidak didokumentasikan, kearifan lokal hanya akan tersisa dalam ingatan para sesepuh yang jumlahnya semakin berkurang,” ujarnya.

Dalam proses penyusunan, mahasiswa melakukan penggalian data melalui studi pustaka, wawancara mendalam, serta observasi langsung ke sejumlah titik bersejarah. Narasumber yang dilibatkan antara lain kepala dusun, tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga pensiunan guru.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Efektif di Klaten
Hasil cetak buku. Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS
Hasil cetak buku. Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS

Hasilnya, buku tersebut memuat berbagai informasi tentang kearifan lokal Desa Geneng, baik yang berwujud (tangible) maupun tak berwujud (intangible). Kearifan lokal berwujud yang diangkat antara lain Punden Mbah Margo Salam dan Cungkup Mbah Iro Truno. Sementara itu, kearifan tak benda meliputi kisah babat alas, tradisi bersih desa, hingga asal-usul sembilan dusun di wilayah tersebut.

Meski berbasis fakta sejarah dan nilai budaya, buku ini disajikan dalam bentuk narasi fiksi kreatif. Pendekatan ini dipilih agar lebih mudah dipahami dan menarik minat baca generasi muda tanpa menghilangkan substansi informasi.

Selain penerbitan buku fisik, tim KKN juga memanfaatkan teknologi dalam proses dokumentasi. Penggunaan perangkat perekam seperti clip-on microphone membantu menjaga keakuratan data wawancara, sementara sistem QRCBN diterapkan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi secara digital.

Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah” kini telah didistribusikan ke sejumlah instansi strategis. Di antaranya Kantor Desa Geneng, Kantor Kecamatan Geneng, Kantor Bupati Ngawi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ngawi.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang
Launching Buku dalam Pameran Hasil Program KKN (13/2). Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS
Launching Buku dalam Pameran Hasil Program KKN (13/2). Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS

Untuk menjangkau kalangan pelajar, buku tersebut juga diserahkan ke perpustakaan SD Negeri 2 Geneng dan TPQ Masjid Al-Furqon di Dusun Alas Pecah.

Kepala Desa Geneng menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi masyarakat dan pemerintah desa.

“Sebelumnya memang pernah ada dokumen profil desa, tetapi belum terstruktur dan rawan hilang. Adanya buku fisik ini sangat membantu masyarakat untuk mengenali dan melestarikan sejarah desa,” ujarnya.

Penyerahan buku ke TPQ Masjid Al-Furqon Dusun Alas Pecah. Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS
Penyerahan buku ke TPQ Masjid Al-Furqon Dusun Alas Pecah. Foto: Dokumentasi pribadi Kelompok 97 KKN UNS

Ke depan, keberadaan buku ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi jembatan literasi bagi masyarakat luas. Selain itu, dokumen ini dinilai dapat memudahkan peneliti yang ingin mengkaji lebih dalam mengenai sejarah dan budaya Desa Geneng.

Upaya yang dilakukan mahasiswa KKN UNS ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat berperan penting dalam menjaga identitas lokal. Di tengah arus modernisasi, dokumentasi yang sistematis menjadi kunci agar sejarah desa tidak hilang ditelan zaman.


Penulis : Tim KKN 97 UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas
Bukan Sekadar Menabung, Mahasiswa KKN 155 UNS Ajarkan Siswa SDN Lebak Kelola Uang dan Ciptakan Karya
KKN 241 UNS Dorong Penerapan SDGs melalui Pengelolaan Cangkang Telur di Desa Sawo
KKN 241 UNS Dorong Warga Dukuh Sawo Jadikan Sedekah Sampah sebagai Kebiasaan
Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi
Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan
Dari Rumah ke Rumah, KKN UNS 165 Petakan Kebutuhan UMKM Progowati
Siswa SDN 01 Sumberdem Kenali Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreasi Layang-Layang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:30 WIB

KKN 10 UNS Kenalkan Budikdamber, Solusi Budidaya Lele dan Kangkung di Lahan Terbatas

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

KKN 241 UNS Dorong Penerapan SDGs melalui Pengelolaan Cangkang Telur di Desa Sawo

Selasa, 8 September 2026 - 11:37 WIB

KKN 241 UNS Dorong Warga Dukuh Sawo Jadikan Sedekah Sampah sebagai Kebiasaan

Senin, 7 September 2026 - 22:48 WIB

Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi

Senin, 7 September 2026 - 22:40 WIB

Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan

Berita Terbaru