Pacitan, sorotnesia.com – Mahasiswa KKN-T Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 100 melaksanakan program pelatihan dan kompetisi Bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar di Desa Sanggrahan, Pacitan, pada 23–24 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar sekaligus mendorong motivasi belajar anak-anak di wilayah tersebut.
Program yang mengusung nama tim “Sanggrahan Berkelanjutan” ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pelatihan pada Jumat (23/1/2026) dan tahap kompetisi pada Sabtu (24/1/2026). Tahap pelatihan digelar di seluruh SD dan MI di Desa Sanggrahan dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 120 siswa.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menggunakan metode pengajaran berbasis segmentasi kelas. Setiap kelompok kecil yang terdiri atas 2–4 mahasiswa ditempatkan di masing-masing sekolah untuk memberikan materi sesuai jenjang, mulai dari kelas I hingga kelas VI. Materi yang disampaikan berfokus pada tema “animals around us”, yang disesuaikan dengan konteks keseharian siswa.

Pendekatan ini dipilih agar siswa lebih mudah memahami kosakata dan konsep dasar Bahasa Inggris melalui lingkungan terdekat mereka. Di akhir sesi pelatihan, siswa mengikuti tes tertulis untuk mengukur tingkat pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.
Dalam keterangan yang diberikan menyebutkan bahwa distribusi mahasiswa tidak dilakukan secara merata, melainkan disesuaikan dengan jumlah siswa di tiap sekolah. SD Negeri 2 Sanggrahan, misalnya, mendapatkan alokasi pengajar terbanyak karena memiliki jumlah siswa paling besar, yakni sekitar 80 anak.
“Penyesuaian ini kami lakukan agar proses pembelajaran tetap efektif dan semua siswa mendapat pendampingan yang optimal,” tulis tim KKN.

Tahap berikutnya adalah kompetisi yang diikuti oleh 30 siswa perwakilan dari masing-masing sekolah. Kompetisi dikemas dalam bentuk lomba cerdas cermat Bahasa Inggris, yang berlangsung dalam dua sesi, yakni penyisihan dan final.
Pada sesi penyisihan, peserta diuji melalui sejumlah pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari. Lima peserta dengan nilai tertinggi kemudian melaju ke babak final. Dari babak ini, ditentukan tiga pemenang berdasarkan perolehan poin tertinggi.
Selain menguji kemampuan akademik, kompetisi ini juga dirancang untuk melatih kepercayaan diri serta kemampuan berpikir cepat siswa dalam menjawab pertanyaan.

Para pemenang lomba mendapatkan trofi dan bingkisan berupa alat tulis serta buku. Hadiah tersebut diharapkan dapat mendukung semangat belajar siswa ke depannya.
Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan minat belajar serta daya saing siswa sejak dini. Mahasiswa KKN berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi nyata dunia akademik terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UNS menunjukkan peran aktif dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi yang menuntut kemampuan berbahasa asing sejak usia dini.
Penulis : Bintang Ihza Padika | KKN-T UNS Kelompok 100 Periode Januari–Februari 2026
Editor : Anisa Putri









