Alat Penebar Pupuk Jagung Dorong Efisiensi Pertanian di Desa Kuripansari

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya berfoto bersama petani di lahan pertanian Desa Kuripansari usai kegiatan pendampingan pemanfaatan alat penebar pupuk jagung, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas hasil panen. Foto: Pribadi

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya berfoto bersama petani di lahan pertanian Desa Kuripansari usai kegiatan pendampingan pemanfaatan alat penebar pupuk jagung, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan produktivitas hasil panen. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Pemupukan tanaman jagung di Desa Kuripansari, Jawa Timur, hingga kini masih banyak dilakukan secara manual. Cara ini membuat distribusi pupuk ke setiap tanaman tidak merata. Sebagian tanaman menerima pupuk berlebih, sementara tanaman lain justru kekurangan unsur hara yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada produktivitas jagung. Hasil panen kerap tidak stabil dari musim ke musim. Selain itu, pemupukan manual membutuhkan waktu dan tenaga cukup besar. Situasi ini menjadi kendala tersendiri, terutama bagi petani berusia lanjut yang memiliki keterbatasan fisik. Penggunaan pupuk tanpa takaran yang jelas juga berpotensi menimbulkan pemborosan dan meningkatkan biaya produksi.

Melihat persoalan itu, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Kuripansari memperkenalkan alat penebar pupuk jagung sederhana. Alat tersebut dirancang agar mudah dioperasikan dan sesuai dengan kondisi lahan pertanian setempat.

Baca Juga :  Kreatif dengan Canva, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Belajar Promosikan Pariwisata Desa Sumberdem

Alat penebar pupuk ini memungkinkan petani menyalurkan pupuk secara lebih merata ke setiap tanaman. Dosis pupuk dapat diatur sehingga penggunaannya lebih terkontrol. Dengan demikian, potensi pemborosan pupuk dapat ditekan, sementara kebutuhan nutrisi tanaman dapat terpenuhi secara lebih tepat.

Selain meningkatkan ketepatan distribusi pupuk, penggunaan alat ini juga mempercepat proses pemupukan. Waktu kerja menjadi lebih singkat dan tenaga yang dikeluarkan petani berkurang signifikan. Efisiensi ini dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan aktivitas pertanian, terutama bagi petani yang selama ini mengandalkan tenaga manual.

Mahasiswa UNTAG Surabaya tidak hanya menyediakan alat, tetapi juga melakukan pendampingan kepada petani. Mereka memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan, perawatan, serta prinsip dasar pemupukan yang efisien. Pendekatan ini dilakukan agar petani tidak sekadar menggunakan alat, tetapi juga memahami manfaat dan cara mengoptimalkannya.

Peran mahasiswa dalam program ini difokuskan sebagai fasilitator inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian. Melalui pendampingan langsung, mahasiswa mendorong terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat desa. Harapannya, setelah program pengabdian selesai, petani dapat mengoperasikan dan merawat alat penebar pupuk secara mandiri.

Baca Juga :  Kolaborasi Edukasi Digital, KKN UNS 157 Perkuat Literasi Anti-Penipuan Warga Watangasono

Penerapan alat penebar pupuk jagung di Desa Kuripansari mulai menunjukkan manfaat. Penyebaran pupuk yang lebih merata membantu tanaman memperoleh nutrisi sesuai kebutuhan. Efisiensi tenaga kerja meningkat, sementara biaya produksi dapat ditekan karena penggunaan pupuk lebih terukur.

Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas pertanian desa melalui inovasi sederhana. Meski berskala kecil, penggunaan alat penebar pupuk dinilai mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen jagung.

Ke depan, keberlanjutan penggunaan alat ini diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa. Dengan pengelolaan yang konsisten, inovasi tersebut berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian di tingkat desa.

Penulis : Muhammad Alfian Ramadhani, Anastasia Tiffany Situngkir, Sazhana Nurul Jannah, Bima Kristiano Suroso, Reza Azahra Ramadhani | UNTAG

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru