Belajar Mengelola Emosi, Kelompok 103 KKN-PPM UMBY Gunakan Permainan Ekspresi untuk Siswa SDN Tawangharjo

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa kelompok 103 KKN-PPM saat penyampaian materi emosi, dan berdiskusi bersama. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok 103 KKN-PPM UMBY

Mahasiswa kelompok 103 KKN-PPM saat penyampaian materi emosi, dan berdiskusi bersama. Sumber: Dok. Pribadi/Kelompok 103 KKN-PPM UMBY

Yogyakarta, Sorotnesia.com – Mengajarkan anak mengenali emosi tidak selalu harus dilakukan melalui penjelasan di dalam kelas. Kelompok 103 KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) memilih permainan dan aktivitas interaktif untuk membantu siswa memahami berbagai perasaan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam kegiatan psikoedukasi bertema pengenalan dan pengelolaan emosi di SDN Tawangharjo, Kalurahan Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). Kegiatan diikuti 25 siswa kelas III, IV, dan V.

Program ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 103 KKN-PPM UMBY XLIX. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan jenis-jenis emosi, tetapi juga mengajak siswa memahami cara mengekspresikan dan mengendalikan emosi agar tidak menimbulkan reaksi negatif.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan sejumlah emosi yang umum dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti senang, sedih, marah, takut, terkejut, dan jijik. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dengan contoh yang dekat dengan pengalaman anak.

Salah satu media yang digunakan adalah gambar emoji. Melalui gambar tersebut, siswa diajak mengenali perbedaan ekspresi wajah sekaligus menghubungkannya dengan emosi tertentu.

Mahasiswa kemudian memberikan sejumlah contoh situasi. Siswa diminta membayangkan perasaan ketika mendapatkan hadiah, dimarahi, melihat hantu, atau menghadapi situasi lainnya. Setelah itu, mereka diajak menentukan emosi yang kemungkinan muncul dalam kondisi tersebut.

Metode tersebut membuat siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan. Mereka terlibat langsung dalam proses mengenali dan memahami emosi melalui permainan ekspresi dan diskusi.

Dari Emoji hingga Permainan Kelompok

Kegiatan diawali dengan perkenalan dan boarding raport untuk membangun suasana yang nyaman dan menyenangkan. Setelah suasana terbentuk, mahasiswa menyampaikan materi singkat mengenai perasaan dan emosi yang dialami anak dalam keseharian.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari

Pembelajaran dilanjutkan menggunakan stiker ekspresi. Siswa diajak mengenali berbagai macam emosi berdasarkan ekspresi yang ditampilkan. Aktivitas tersebut menjadi cara mahasiswa menyederhanakan materi psikologis agar lebih mudah diterima oleh siswa sekolah dasar.

Siswa juga dibagi ke dalam beberapa kelompok. Mereka berdiskusi dan bekerja sama dalam aktivitas yang diberikan. Selain membantu memahami materi, kegiatan kelompok menjadi sarana untuk meningkatkan interaksi dan kekompakan antarsiswa.

Setelah pengenalan emosi, mahasiswa Kelompok 103 memberikan pemahaman mengenai cara merespons emosi yang muncul. Salah satu metode yang dikenalkan adalah STOP, yang terdiri dari empat tahapan.

Huruf S berarti Stop, yaitu berhenti sejenak ketika emosi muncul dan tidak langsung berteriak atau melakukan tindakan secara spontan.

Huruf T berarti Tarik napas. Anak diajak menarik napas selama tiga detik untuk menenangkan diri sebelum memberikan reaksi.

Selanjutnya, O berarti Observasi. Pada tahap ini, anak diajak bertanya kepada dirinya sendiri mengenai apa yang sedang dirasakan dan apa penyebab munculnya perasaan tersebut.

Tahap terakhir adalah P, yaitu Pilih. Setelah mengetahui perasaan dan penyebabnya, anak diajak memilih tindakan atau reaksi yang tidak memberikan dampak negatif bagi dirinya maupun orang-orang terdekat.

Melalui metode tersebut, mahasiswa berupaya memberikan cara sederhana kepada anak untuk menghadapi emosi. Anak tidak hanya diajak mengetahui bahwa dirinya sedang marah, sedih, takut, atau senang, tetapi juga belajar menentukan tindakan setelah emosi tersebut muncul.

Baca Juga :  KKN UNS 301 Dorong Digitalisasi Desa Musuk untuk Perkuat Branding dan Promosi

Kelompok 103 KKN-PPM UMBY berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa SDN Tawangharjo. Pengenalan emosi sejak dini diharapkan membantu anak memahami dirinya, berani mengungkapkan perasaan, serta belajar memilih respons yang lebih positif ketika menghadapi berbagai situasi.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan pemahaman psikologis kepada anak melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Penggunaan permainan, emoji, diskusi, serta contoh dari kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan karakteristik peserta yang masih berada pada jenjang sekolah dasar.

Bagian dari Program KKN-PPM UMBY

Kelompok 103 KKN-PPM merupakan kelompok mahasiswa yang ditempatkan di Dusun Sudimoro, Padukuhan Wringin, Kalurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Kelompok tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum.

Kelompok 103 diketuai Deny Darmawan dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Sementara itu, penanggung jawab kegiatan psikoedukasi terdiri atas Jihan Azizah Deskia Washila, Arnita Tri Syahriyani, Cahya Putri Kamila, dan Ferli Nur Hariyati.

Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh seluruh anggota KKN Kelompok 103. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap pengenalan emosi pada anak tidak berhenti pada pemahaman mengenai nama dan ekspresi perasaan, tetapi berkembang menjadi kemampuan untuk mengenali, mengungkapkan, dan mengelola emosi secara lebih tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Kelompok 103 KKN-PPM / Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru