Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok KKN UNS 74 bersama Siswa SD Negeri 1 Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Kelompok KKN UNS 74 bersama Siswa SD Negeri 1 Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Magelang, Sorotnesia.com – Pendidikan lingkungan sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap alam. Upaya tersebut dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan mengenalkan teknik menanam kokedama kepada siswa SD Negeri 1 Gunungsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Kegiatan bertajuk “Pembuatan Kokedama Menggunakan Serabut Kelapa sebagai Media Pembelajaran Menanam Sejak Dini” ini dilaksanakan pada periode Januari–Februari 2026. Program tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik UNS Membangun Desa yang berfokus pada edukasi lingkungan melalui metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS Program Studi Agroteknologi, Arimbi Prima Hapsari, selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa kokedama merupakan teknik menanam yang berasal dari Jepang. Teknik ini memadukan unsur seni dan ekologi dengan cara membentuk media tanam menjadi bola yang kemudian dibungkus menggunakan serabut kelapa sebagai pengganti pot.

Menurut Arimbi, pemilihan bahan alami menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada teknik menanam, tetapi juga diajak memahami pemanfaatan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan cara menanam yang sederhana sekaligus menyenangkan. Penggunaan serabut kelapa sebagai media tanam juga mengajarkan anak-anak untuk memanfaatkan bahan alami secara bijak dan ramah lingkungan,” ujar Arimbi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kokedama, mulai dari pengertian, manfaat, hingga tahapan pembuatannya. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Baca Juga :  Dari Logo hingga WhatsApp Business, Mahasiswa KKN-PPM 34 UMBY Dorong Transformasi Digital UMKM Aneka Keripik Mbok Wi

Para siswa tampak antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Setelah sesi pengenalan materi, mahasiswa KKN kemudian melakukan demonstrasi pembuatan kokedama agar siswa dapat melihat langsung prosesnya secara lebih jelas.

Pada tahap praktik, setiap siswa diminta membuat satu kokedama secara mandiri dengan pendampingan dari tim mahasiswa. Proses pembuatannya dimulai dari mencampur dan membentuk media tanam hingga menjadi bola yang cukup padat. Bibit tanaman kemudian ditempatkan di bagian tengah bola media tanam tersebut.

Praktik pembuatan Kokedama bersama Siswa SD Negeri 1 Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS
Praktik pembuatan Kokedama bersama Siswa SD Negeri 1 Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Setelah itu, bola media tanam dibungkus menggunakan serabut kelapa dan diikat dengan tali agar bentuknya tetap kuat dan rapi. Teknik sederhana ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa menggunakan pot, sekaligus memberikan tampilan yang unik dan menarik.

Dalam praktiknya, beberapa siswa sempat mengalami kesulitan saat membentuk media tanam agar cukup padat. Namun, dengan bimbingan mahasiswa KKN, mereka dapat menyelesaikan kokedama yang dibuat hingga selesai.

Seluruh siswa berhasil menghasilkan satu kokedama sebagai karya mereka sendiri. Hasil tersebut sekaligus menjadi pengalaman belajar langsung yang memberi pemahaman praktis mengenai cara menanam tanaman secara sederhana.

Kepala SD Negeri 1 Gunungsari mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNS tersebut. Ia menilai metode pembelajaran berbasis praktik seperti ini mampu meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi lingkungan hidup.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Selama ini pembelajaran tentang lingkungan lebih banyak disampaikan secara teori di kelas. Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa langsung praktik menanam dan memiliki tanaman yang bisa mereka rawat sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Inovasi Tungku Minim Asap, Mahasiswa KKN UNS Dorong Desa Sambirejo Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Ia menambahkan, pendekatan pembelajaran yang bersifat interaktif membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan dari guru, tetapi juga merasakan langsung proses belajar melalui pengalaman praktik.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenai teknik menanam kokedama, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan bahan alami secara berkelanjutan. Pengalaman praktik yang mereka lakukan diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tanaman dan lingkungan sekitar.

Sebagai tindak lanjut, kokedama yang telah dibuat oleh siswa akan dirawat di lingkungan sekolah. Guru akan memantau perkembangan tanaman tersebut sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran mengenai pertumbuhan tanaman.

Dengan cara ini, siswa dapat melihat secara langsung perubahan yang terjadi pada tanaman dari waktu ke waktu. Proses tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman mereka mengenai pentingnya merawat makhluk hidup serta menjaga keseimbangan lingkungan.

Program pembuatan kokedama yang diinisiasi mahasiswa KKN UNS ini menjadi salah satu contoh penerapan pendidikan lingkungan berbasis praktik di sekolah dasar. Melalui kegiatan sederhana namun edukatif ini, kesadaran lingkungan diharapkan dapat tumbuh sejak usia dini.

Ketika anak-anak mulai terbiasa merawat tanaman dan memahami manfaatnya bagi kehidupan, mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan di masa depan.

Penulis : Mahasiswa KKN 74 UNS

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Perlukah Indonesia Memiliki Hukum Pailit Khusus UMKM?

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:03 WIB