Bambang Patijaya Bekali Kader GEMABUDHI dengan Wawasan Strategis untuk Hadirkan Kontribusi Nyata

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP GEMABUDHI, Dr. Bambang Patijaya, memberikan pengarahan kepada kader mengenai pentingnya memahami isu strategis nasional, mulai dari energi, pangan, lingkungan, hingga regenerasi organisasi.

Ketua Umum DPP GEMABUDHI, Dr. Bambang Patijaya, memberikan pengarahan kepada kader mengenai pentingnya memahami isu strategis nasional, mulai dari energi, pangan, lingkungan, hingga regenerasi organisasi.

Jakarta, Sorotnesia.com – Ketua Umum DPP GEMABUDHI yang juga Ketua Komisi XII DPR RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., mengajak seluruh kader GEMABUDHI untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman terhadap berbagai isu strategis yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, kader organisasi kepemudaan tidak cukup hanya memahami persoalan internal organisasi, tetapi juga harus mampu membaca tantangan kebangsaan dan menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bambang Patijaya saat membuka sekaligus memberikan pengarahan kepada kader GEMABUDHI dalam agenda penguatan kapasitas kader yang berlangsung di Jakarta, Jumat (24/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari energi, ketahanan pangan, air, lingkungan, hingga pentingnya regenerasi organisasi sebagai fondasi keberlanjutan kepemimpinan.

Dalam arahannya, Bambang menegaskan bahwa proses kaderisasi harus menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki cara pandang luas dan mampu memahami dinamika sosial, ekonomi, maupun kebijakan publik. Menurutnya, kader tidak boleh berhenti pada aktivitas seremonial atau rutinitas organisasi semata.

Kader harus memiliki pemahaman yang lebih luas. Jangan hanya berhenti pada persoalan ritual, tetapi harus mampu melihat persoalan bangsa dan hadir sebagai warga negara yang berbobot serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Bambang Patijaya.

Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk memahami berbagai persoalan yang akan menentukan masa depan bangsa. Isu energi, pangan, dan air, kata dia, merupakan persoalan mendasar yang tidak hanya berkaitan dengan kebijakan pemerintah, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Nyoman Suriadarma, Kepemimpinan Sejati Dimulai dari Kemampuan Memimpin Diri Sendiri

Karena itu, Bambang mendorong setiap kader GEMABUDHI untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan komprehensif. Dengan bekal tersebut, kader diharapkan mampu kembali ke daerah masing-masing membawa perspektif yang lebih luas serta berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.

Selain membahas ketahanan energi dan pangan, Bambang juga memberikan perhatian pada isu lingkungan. Ia menekankan bahwa organisasi kepemudaan harus mampu menghadirkan dampak nyata melalui berbagai aksi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

Komitmen tersebut, menurutnya, telah diwujudkan GEMABUDHI melalui sejumlah kegiatan berbasis pelestarian lingkungan, salah satunya gerakan eco enzyme. Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk mendorong kepedulian kader terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus membangun budaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Kader harus mampu melampaui kegiatan formal, menciptakan peluang kehidupan, dan membangun ekosistem yang lebih baik,” kata Bambang dalam sesi penguatan kapasitas tersebut.

Ia menambahkan, kaderisasi yang baik tidak hanya melahirkan individu yang aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai yang dipelajari ke dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyoroti pentingnya regenerasi organisasi. Menurutnya, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada proses kaderisasi yang berjalan secara konsisten dan mampu melahirkan generasi penerus yang memiliki integritas, kapasitas, serta kesiapan menjadi pemimpin di masa depan.

Baca Juga :  Menelisik Perjalanan Anak Muda Bandung, Menemukan Jati Diri hingga ke Negeri Sakura

Di tengah derasnya arus informasi digital, ia turut mengingatkan kader agar memiliki kemampuan menyaring informasi secara kritis. Literasi digital dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru maupun menyesatkan.

Kemampuan berpikir kritis, lanjut Bambang, menjadi modal utama bagi kader dalam memahami persoalan secara objektif sekaligus menentukan langkah yang tepat ketika terlibat dalam berbagai aktivitas sosial maupun organisasi.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas tersebut, para kader diharapkan tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih komprehensif mengenai tantangan bangsa. Bekal tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya kader yang mampu mengambil peran sesuai kapasitasnya masing-masing, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.

Agenda tersebut sekaligus menegaskan komitmen GEMABUDHI dalam membangun kader yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki kepedulian terhadap persoalan publik, serta siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Penguatan kapasitas dipandang sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter kader agar mampu menjawab tantangan masa kini sekaligus mempersiapkan kepemimpinan masa depan.

Dengan menempatkan isu energi, ketahanan pangan, lingkungan, dan regenerasi sebagai bagian dari materi kaderisasi, GEMABUDHI berupaya membentuk kader yang tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan strategis nasional. Harapannya, kader mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Penulis : Justine Sun

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nyoman Suriadarma, Kepemimpinan Sejati Dimulai dari Kemampuan Memimpin Diri Sendiri
Tanda-Tanda Rumah Mulai Diserang Rayap yang Sering Tidak Disadari
Kehilangan Mestika: Ketika Identitas, Tradisi, dan Modernitas Saling Bertabrakan
Srintil dan Tradisi Ronggeng dalam Kehidupan Masyarakat Dukuh Paruk
Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?
Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Kebijakan untuk Akselerasi Program Prioritas Presiden
Kebun Markisa Blunyahrejo, Dari Lahan Kosong Menjadi Nadi Ekonomi Warga
Mahasiswa UNPAM Tumbuhkan Minat Belajar Akuntansi Sejak Dini Lewat Kegiatan PKM

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:31 WIB

Nyoman Suriadarma, Kepemimpinan Sejati Dimulai dari Kemampuan Memimpin Diri Sendiri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:07 WIB

Bambang Patijaya Bekali Kader GEMABUDHI dengan Wawasan Strategis untuk Hadirkan Kontribusi Nyata

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:12 WIB

Tanda-Tanda Rumah Mulai Diserang Rayap yang Sering Tidak Disadari

Senin, 22 Juni 2026 - 08:33 WIB

Kehilangan Mestika: Ketika Identitas, Tradisi, dan Modernitas Saling Bertabrakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:16 WIB

Srintil dan Tradisi Ronggeng dalam Kehidupan Masyarakat Dukuh Paruk

Berita Terbaru