Magelang, Sorotnesia.com – Berangkat dari keluhan warga terkait kualitas air bersih, Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 15 melaksanakan program optimalisasi talang air di Dusun Ngepoh Kidul, Desa Banyusidi, Kabupaten Magelang, Minggu 8 Februari 2026. Program ini difokuskan pada pemasangan jaring penutup talang dan perbaikan sistem penyaluran air guna mencegah kontaminasi hama.
Kegiatan ini merupakan bentuk respons atas aspirasi warga yang disampaikan oleh Ketua RT 02, Bapak Bagus Sumadi (43). Ia mengaku sempat mendapati air di bak mandinya berbau dan terlihat kotor. Setelah ditelusuri, sumber permasalahan bukan berasal dari bak mandi, melainkan dari tempat penampungan air dusun dan talang yang belum tertutup optimal.
“Awalnya saya kira karena kurang bersih saja. Tapi setelah dicek, ternyata masalahnya ada di talang dan penampungan air. Saya menyampaikan keluhan ini karena air tersebut digunakan bersama oleh warga,” ujar Bagus Sumadi.
Keluhan tersebut kemudian diangkat menjadi salah satu program kerja unggulan KKN sebagai bentuk pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat. Ketua Kelompok KKN, Raihanah Rahma Hendrayani, menegaskan bahwa program ini lahir dari dialog langsung dengan warga.
“Kami ingin memastikan setiap program kerja benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika Pak Bagus menyampaikan keluhan, kami melihat ini sebagai isu penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan warga,” jelas Raihanah.
Program yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Imam Suharjo, S.T., M.Eng., MCF. tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.

Penanggung jawab program, Candra Setiawan dan Eli Ezer Angri Sitorus, menjelaskan bahwa pemasangan jaring penutup talang menjadi solusi preventif agar kotoran dan hama tidak masuk ke sistem penampungan air.
“Talang yang terbuka berisiko dilalui tikus atau hewan kecil lainnya. Kotoran tersebut bisa terbawa aliran air hujan menuju bak penampungan. Dengan pemasangan jaring, risiko kontaminasi dapat ditekan,” terang mereka.
Apfia Chindy Theodora, Bayu Aghinta S. Brahmana, Lintang Aulia Pratiwi, Maulida Nur Malikhah, Muhammad Fahreza Sipayung, dan Natasya Diana Saputri yang tergabung dalam KKN-PPM UMBY Kelompok 15, juga turut mendampingi warga dalam praktik identifikasi kerusakan dan pemasangan pelindung talang. Mereka memastikan setiap tahapan dapat dipahami dan diterapkan secara mandiri oleh masyarakat.

Selain pemasangan jaring, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai perawatan talang dan pentingnya menjaga kebersihan sistem penampungan air secara berkala. Warga turut dilibatkan dalam proses pemasangan agar ke depan dapat melakukan perawatan secara mandiri.
Bagus Sumadi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai mahasiswa tidak hanya mendengar keluhan, tetapi juga menghadirkan solusi yang aplikatif dan bermanfaat bagi seluruh warga.
“Saya merasa sangat terbantu. Sekarang air lebih terjaga kebersihannya, dan warga juga tidak perlu bekerja sendiri-sendiri untuk mengamankan tampungan air,” katanya.
Mahasiswa KKN berharap langkah sederhana ini dapat menjadi awal peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas air bersih di lingkungan dusun. Dengan sistem talang yang lebih aman dan tertutup, risiko penyebaran penyakit akibat kontaminasi air diharapkan dapat diminimalkan.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan warga.
Penulis : Fitri Handayani
Editor : Anisa Putri









