Perkembangan teknologi digital membawa banyak perubahan dalam cara manusia berpikir, belajar, dan berkreasi. Di dunia pendidikan dan industri kreatif, teknologi tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan sudah menjadi bagian dari proses imajinasi itu sendiri.
Kehadiran platform visual seperti Canva dan kecerdasan buatan berbasis bahasa seperti ChatGPT menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat membuka ruang kreativitas yang lebih luas dan inklusif.
Pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran digital terbukti mampu meningkatkan minat dan keterlibatan pengguna. Proses belajar yang sebelumnya terasa kaku kini bisa menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Pratiwi dan rekan-rekannya pada 2025 menyebut Canva sebagai salah satu solusi pembelajaran inovatif yang efektif di era digital. Di sisi lain, ChatGPT hadir sebagai mitra berpikir yang mampu membantu pengguna merangkai ide, menyusun teks, hingga mengeksplorasi sudut pandang baru secara dialogis.
Kontribusi Canva serta ChatGPT terhadap Penguatan Imajinasi
Ketika Canva dan ChatGPT digunakan secara bersamaan, keduanya membentuk kombinasi yang saling melengkapi. ChatGPT berperan sebagai pemantik ide dan pengembang gagasan, sementara Canva menjadi ruang untuk menerjemahkan ide tersebut ke dalam bentuk visual yang konkret. Kolaborasi ini membuat proses berimajinasi tidak berhenti di kepala, tetapi langsung diwujudkan dalam karya nyata yang bisa dilihat dan dibagikan.
Canva sendiri dikenal sebagai platform desain visual yang ramah pengguna. Dengan berbagai template, ikon, dan fitur edit yang intuitif, siapa pun bisa membuat desain menarik tanpa harus memiliki latar belakang desain grafis. Muhammadiah pada 2024 menekankan bahwa kemudahan ini mendorong pengguna, termasuk pemula, untuk lebih berani bereksperimen secara visual. Rasa percaya diri tumbuh seiring dengan keberhasilan menuangkan ide ke dalam karya yang terlihat profesional.
Sementara itu, ChatGPT memberikan kontribusi dari sisi bahasa dan pemikiran. Fitri dan timnya pada 2025 menyebut ChatGPT sebagai alat bantu intelektual yang mampu merangsang pemikiran divergen, yaitu kemampuan untuk melihat banyak kemungkinan dari satu ide. Melalui interaksi berbasis teks, pengguna bisa mengembangkan gagasan awal, memperkaya narasi, atau sekadar mencari sudut pandang baru. Proses ini membuat imajinasi terasa lebih hidup dan berkembang secara bertahap.
Pengaruh Kolaborasi Canva serta ChatGPT terhadap Kreativitas Imajinasi
Dalam konteks pembelajaran, dampak kolaborasi Canva dan ChatGPT semakin terasa. Penelitian Bahy dan rekan-rekan pada 2025 menunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan ChatGPT dan peningkatan kreativitas serta literasi digital siswa dalam pembuatan presentasi visual menggunakan Canva. ChatGPT membantu menyusun kerangka cerita, sementara Canva mengubahnya menjadi visual yang komunikatif dan estetis.
Temuan serupa juga disampaikan Hayu dan timnya pada 2024, yang mencatat peningkatan signifikan kreativitas siswa melalui pembuatan komik digital berbasis Canva. Ketika digabung dengan bantuan ide dari ChatGPT, proses kreatif menjadi lebih menyeluruh, mencakup aspek verbal dan visual sekaligus. Meski begitu, Kusumaningtyas dan rekan-rekannya mengingatkan pentingnya pengawasan agar penggunaan AI tidak mengurangi orisinalitas ide.
Upaya Penguatan Imajinasi dan Kreativitas melalui Kolaborasi Canva serta ChatGPT
Agar kolaborasi ini benar-benar berdampak, dukungan literasi digital dan pelatihan teknologi menjadi kunci. Wicaksana pada 2025 menunjukkan bahwa pelatihan integrasi Canva dan ChatGPT mampu meningkatkan kualitas desain visual sekaligus kemampuan menyusun teks.
Ayu dan timnya pada 2024 menambahkan bahwa strategi pedagogis yang tepat dapat membuat teknologi ini tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga membangun kemandirian, kepercayaan diri, dan imajinasi yang relevan dengan tantangan zaman.
Penulis : Devy Inayah Arrahma | S1 Manajemen | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Indah Permata









