Dampak Tekanan Akademik terhadap Mental Health Gen Z dalam Pendidikan Modern

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendidikan modern membawa banyak peluang, tetapi juga menghadirkan tekanan yang tidak ringan bagi Generasi Z. Di tengah sistem pendidikan yang serba cepat, kompetitif, dan berbasis capaian, Gen Z dituntut untuk terus berprestasi melalui nilai, tugas, dan ujian.

Tekanan akademik ini tidak jarang berujung pada kelelahan mental, meningkatnya kecemasan, bahkan penurunan kesehatan psikologis. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tuntutan akademik yang tidak diimbangi dengan kemampuan pengelolaan diri dapat berdampak serius pada kesejahteraan mental Gen Z.

Kondisi tersebut semakin kompleks karena Gen Z tumbuh di era digital dengan ekspektasi sosial yang tinggi. Tekanan dari ruang kelas sering kali bercampur dengan tekanan dari media sosial, lingkungan pertemanan, hingga harapan keluarga. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan akademik dapat menurunkan motivasi belajar, melemahkan daya tahan mental, dan mengganggu proses pembelajaran secara keseluruhan.

Karakteristik Gen Z dalam Sistem Pendidikan Modern

Generasi Z dikenal sebagai digital natives, yaitu generasi yang sejak kecil akrab dengan teknologi digital. Gawai dan internet bukan sekadar alat hiburan, tetapi juga sumber belajar, ruang diskusi, dan sarana membentuk identitas diri. Pola ini memengaruhi cara Gen Z menyerap informasi yang cenderung visual, cepat, dan interaktif. Dalam konteks pendidikan, pendekatan digital seperti diskusi daring, kuis interaktif, dan media pembelajaran visual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan mereka.

Baca Juga :  Berebut Gelar “Mahasiswa Ideal”

Namun, kedekatan dengan teknologi juga membawa tantangan. Gen Z hidup di tengah attention economy, di mana perhatian menjadi “komoditas” yang terus diperebutkan. Akibatnya, fokus belajar mudah terpecah. Karena itu, pembelajaran perlu dirancang lebih variatif dengan mengombinasikan metode digital dan konvensional agar tetap relevan dan tidak membebani.

Dari sisi motivasi, Gen Z tidak semata mengejar nilai akhir. Mereka cenderung menghargai proses, pengalaman belajar, dan makna dari materi yang dipelajari. Motivasi yang kuat membantu mereka bertahan menghadapi kesulitan akademik, sementara motivasi yang lemah justru memperbesar tekanan dan rasa tertekan.

Tekanan Akademik dan Dampaknya terhadap Mental Health

Tekanan akademik muncul ketika tuntutan belajar dirasakan melebihi kemampuan individu. Bukan hanya soal banyaknya tugas, tetapi juga perasaan tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan, kelelahan emosional, hilangnya motivasi, dan kecemasan berlebih.

Berbagai faktor memengaruhi munculnya tekanan akademik, mulai dari beban tugas, sistem evaluasi, hingga faktor eksternal seperti penggunaan media sosial yang berlebihan. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di ruang digital dapat memicu FOMO, sementara lingkungan tempat tinggal yang kurang nyaman dan ekspektasi orang tua yang tinggi turut memperberat beban mental.

Baca Juga :  Dampak Bullying terhadap Mahasiswa, Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Akademik

Jika dibiarkan, tekanan akademik dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik, seperti gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga stres kronis. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menghambat pencapaian akademik dan perkembangan diri Gen Z.

Upaya Mengurangi Tekanan Akademik pada Gen Z dalam Pendidikan Modern

Mengurangi tekanan akademik membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Salah satu strategi yang relevan adalah mindfulness, yaitu melatih kesadaran penuh terhadap aktivitas yang sedang dijalani. Praktik ini membantu Gen Z lebih tenang, fokus, dan mampu mengelola kecemasan sehari-hari.

Manajemen waktu juga menjadi kunci penting. Dengan jadwal yang teratur dan skala prioritas yang jelas, beban akademik dapat terasa lebih terkendali. Kebiasaan menunda tugas bisa ditekan, sekaligus menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab.

Selain itu, dukungan sosial memegang peran besar. Kehadiran keluarga, teman, dan pendidik yang suportif membuat Gen Z merasa tidak sendirian dalam menghadapi tekanan. Lingkungan belajar yang ramah dan terbuka membantu menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kesehatan mental.

Menjaga kesehatan mental bukan berarti menurunkan standar pendidikan, melainkan memastikan Gen Z mampu tumbuh sebagai generasi yang adaptif, tangguh, dan tetap sehat secara psikologis di tengah tantangan pendidikan modern.

Penulis : Fida Onifinanda | S1 Akuntansi | Fakultas Ekonomi dan Bisnis | Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peran Penting Teknologi Digital dalam Transformasi Pendidikan di Sekolah Perdesaan
Tantangan dan Peluang Pendidikan dalam Membentuk Generasi Berkarakter Unggul di Era Digital
Terkikisnya Norma Pendidikan Terhadap Anak Remaja di Era Digitalisasi
Peran Pendidikan Emosional dalam Membentuk Karakter Gen Alpha di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan
Pendidikan Karakter Berkualitas terhadap Upaya Pencegahan Bullying di Lingkungan Pendidikan
Peran Laporan Keuangan dalam Menentukan Strategi Pengembangan Bisnis di Era Modernisasi
Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Produktivitas terhadap Reputasi Publik pada Nilai Perusahaan
Tantangan Literasi Keuangan pada Generasi Muda dalam Menghadapi Perubahan Ekonomi Global

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:17 WIB

Peran Penting Teknologi Digital dalam Transformasi Pendidikan di Sekolah Perdesaan

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:13 WIB

Tantangan dan Peluang Pendidikan dalam Membentuk Generasi Berkarakter Unggul di Era Digital

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:10 WIB

Terkikisnya Norma Pendidikan Terhadap Anak Remaja di Era Digitalisasi

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:07 WIB

Peran Pendidikan Emosional dalam Membentuk Karakter Gen Alpha di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:00 WIB

Pendidikan Karakter Berkualitas terhadap Upaya Pencegahan Bullying di Lingkungan Pendidikan

Berita Terbaru