Edukasi dan Kesadaran Masyarakat sebagai Kunci Pencegahan Peredaran Narkoba

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penangkapan seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Musi Rawas yang diduga mengedarkan ekstasi dalam sebuah acara hajatan menyentakkan kesadaran publik. Peristiwa ini menegaskan bahwa peredaran narkoba tidak mengenal ruang aman.

Ia bisa menyusup ke ruang sosial paling dekat dengan masyarakat, bahkan ke peristiwa yang identik dengan kebersamaan dan tradisi. Di sisi lain, langkah cepat aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Musi Rawas patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan negara dalam melindungi warga dari ancaman narkotika.

Meski demikian, kasus tersebut tidak cukup dipahami semata sebagai keberhasilan penegakan hukum. Ia justru membuka pertanyaan yang lebih mendasar mengenai faktor sosial yang mendorong seseorang terlibat dalam jaringan narkoba.

Tekanan ekonomi, minimnya literasi hukum, lemahnya ketahanan keluarga, hingga normalisasi perilaku menyimpang dalam lingkungan sosial sering kali menjadi pintu masuk keterlibatan warga biasa dalam kejahatan terorganisasi ini.

Baca Juga :  Era Globalisasi dan Etika Penggunaan Handphone

Keterlibatan seorang ibu rumah tangga memiliki makna simbolik yang kuat. Peran ibu dalam keluarga kerap dipandang sebagai penyangga nilai dan teladan moral bagi anak-anak. Ketika figur tersebut justru terseret dalam peredaran narkoba, hal ini menandakan adanya problem struktural yang tidak bisa diatasi hanya dengan pendekatan represif. Kekosongan edukasi, lemahnya pendampingan sosial, serta kurangnya akses terhadap informasi bahaya narkoba menjadi persoalan yang perlu diakui secara jujur.

Upaya pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan dan pemidanaan. Negara perlu memperluas strategi dengan menempatkan edukasi dan peningkatan kesadaran publik sebagai fondasi utama.

Sosialisasi mengenai dampak kesehatan, sosial, dan hukum narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan, menjangkau lapisan masyarakat paling bawah, dan disampaikan dengan bahasa yang kontekstual. Edukasi yang efektif bukan sekadar penyampaian ancaman, melainkan proses membangun daya tangkal dan keberanian warga untuk menolak.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 14 Dorong Masyarakat Tekik Jadi Garda Terdepan Cegah Narkoba

Selain pencegahan, dukungan terhadap individu yang ingin keluar dari jerat narkoba juga harus diperkuat. Pendekatan rehabilitatif, pendampingan psikososial, dan reintegrasi sosial merupakan bagian penting dari kebijakan yang beradab. Tanpa itu, siklus peredaran narkoba akan terus berulang dengan wajah dan pelaku yang berbeda.

Dalam perspektif nilai kebangsaan, perang melawan narkoba sejatinya berkaitan erat dengan kemanusiaan yang adil dan beradab. Narkoba merusak martabat manusia, menghancurkan relasi sosial, serta menggerus kualitas hidup.

Di saat yang sama, peredarannya menciptakan ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang bertentangan dengan cita-cita keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, memberantas narkoba melalui edukasi dan kesadaran kolektif bukan hanya kewajiban hukum, melainkan panggilan moral sebagai bangsa.

Penulis : Linda Amelia | Kewirausahaan | Institut Teknologi Muhammadiyah Sumatra

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perspektif Mahasiswa: Membaca Sisi Gelap Anggaran MBG dan Strategi Politik Kekuasaan
Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Komunikasi Politik
ORMAWA UNPAM: Penempatan Polri di Bawah Presiden dalam Perspektif Konstitusional dan Sistem Presidensial
Melek Finansial di Era Digital: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil
Harga Diskon: Strategi Peningkatan Penjualan
Pencatatan Double Entry: Mengatasi Salah Hitung Debit UMKM
Kritik Anarkisme: Ilusi Kebebasan dalam Masyarakat Tanpa Negara
Dari Rak ke Layar: Terbitan Berseri di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:04 WIB

Perspektif Mahasiswa: Membaca Sisi Gelap Anggaran MBG dan Strategi Politik Kekuasaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:53 WIB

Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Komunikasi Politik

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:45 WIB

ORMAWA UNPAM: Penempatan Polri di Bawah Presiden dalam Perspektif Konstitusional dan Sistem Presidensial

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:16 WIB

Melek Finansial di Era Digital: Peluang Besar, Risiko Tak Kecil

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:59 WIB

Harga Diskon: Strategi Peningkatan Penjualan

Berita Terbaru