Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dampingi Peternak Domba di Desa Bendunganjati

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berfoto bersama mitra peternak domba di Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, usai praktik pembuatan pakan ternak fermentasi menggunakan drum fermentasi. Foto: Pribadi

Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berfoto bersama mitra peternak domba di Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, usai praktik pembuatan pakan ternak fermentasi menggunakan drum fermentasi. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan pendampingan peternakan domba di Dusun Pringwulung, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan inovasi pakan ternak fermentasi guna mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

Pendampingan dilakukan kepada peternakan domba milik Ghofar, peternak lokal yang selama ini mengandalkan hijauan segar musiman sebagai sumber utama pakan ternak. Pola tersebut dinilai memiliki keterbatasan, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan pakan menurun dan kualitas hijauan tidak stabil. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas ternak dan efisiensi biaya operasional.

Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN Subkelompok 7 UNTAG Surabaya merancang program pendampingan yang menitikberatkan pada pembuatan pakan ternak fermentasi berbahan baku lokal. Pakan fermentasi dipilih sebagai alternatif karena dinilai mampu meningkatkan daya simpan, menjaga kualitas nutrisi, serta mengurangi ketergantungan pada pakan segar musiman.

Baca Juga :  KKN UNS Edukasi Bahaya Kebakaran Lahan kepada Siswa MI di Seloprojo, Dorong Literasi Lingkungan Sejak Dini

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan proses fermentasi pakan menggunakan peralatan sederhana berupa drum fermentasi yang dilengkapi keran pembuangan. Sistem ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam mengontrol proses fermentasi sekaligus menjaga kualitas pakan agar tetap layak konsumsi bagi ternak.

Selain praktik teknis, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai manfaat pakan fermentasi, teknik penyimpanan yang tepat, serta pola pemberian pakan secara bertahap. Edukasi ini bertujuan membantu ternak beradaptasi dengan jenis pakan baru tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.

Pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan peternak secara langsung dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga evaluasi hasil. Pola ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong keberlanjutan praktik setelah program KKN berakhir.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-PPM UMBY Dorong UMKM Lemahbang Kuasai Personal Branding dan Pemasaran Digital

Salah satu mahasiswa KKN UNTAG Surabaya, Yestisya Adritama Filimon, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. “Melalui inovasi pakan fermentasi dan pengelolaan pakan yang lebih baik, kami berharap produktivitas peternakan domba Pak Ghofar dapat meningkat dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.

Ia menambahkan, model pendampingan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan peternakan rakyat yang lebih modern dan berkelanjutan di Dusun Pringwulung. Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya juga berharap inovasi pakan fermentasi dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat Desa Bendunganjati guna memperkuat ketahanan usaha peternakan lokal.


Penulis : Yestisya Adritama Filimon | Prodi Sistem dan Teknologi Informasi | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN 81 UNS Edukasi Petani Seloprojo Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan
KKN UNS Edukasi Bahaya Kebakaran Lahan kepada Siswa MI di Seloprojo, Dorong Literasi Lingkungan Sejak Dini
Bangun Kesadaran Aksi Iklim Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNS Ajarkan Siswa SDN Seloprojo Tanam Pohon
Kolaborasi Mahasiswa UNS dan Warga Seloprojo Olah Limbah Sayur Jadi Pupuk Organik Cair, Dorong Pertanian Berkelanjutan
Mahasiswa KKN-T UNS Tingkatkan Literasi Siswa SDN 2 Sanggrahan Lewat Deskripsi Potensi Komoditas Unggulan Desa
KKN-T UNS Kelompok 100 Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol dan Judi Online di Desa Sanggrahan
Ubah Botol Plastik Jadi Pengendali Hama, Mahasiswa KKN UNS Kelompok 121 Dorong Pertanian Ramah Lingkungan di Papringan
Semarak Pagerkidul Fest, KKN UNS Gelar Turnamen Voli dan Pentas Seni Peringati Hari Jadi Pacitan ke-281

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 10:00 WIB

Mahasiswa KKN 81 UNS Edukasi Petani Seloprojo Membuat Pestisida Nabati Ramah Lingkungan

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:30 WIB

KKN UNS Edukasi Bahaya Kebakaran Lahan kepada Siswa MI di Seloprojo, Dorong Literasi Lingkungan Sejak Dini

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:00 WIB

Bangun Kesadaran Aksi Iklim Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNS Ajarkan Siswa SDN Seloprojo Tanam Pohon

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:32 WIB

Kolaborasi Mahasiswa UNS dan Warga Seloprojo Olah Limbah Sayur Jadi Pupuk Organik Cair, Dorong Pertanian Berkelanjutan

Senin, 2 Maret 2026 - 14:16 WIB

Mahasiswa KKN-T UNS Tingkatkan Literasi Siswa SDN 2 Sanggrahan Lewat Deskripsi Potensi Komoditas Unggulan Desa

Berita Terbaru