Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan pendampingan peternakan domba di Dusun Pringwulung, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini difokuskan pada penerapan inovasi pakan ternak fermentasi guna mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat.
Pendampingan dilakukan kepada peternakan domba milik Ghofar, peternak lokal yang selama ini mengandalkan hijauan segar musiman sebagai sumber utama pakan ternak. Pola tersebut dinilai memiliki keterbatasan, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan pakan menurun dan kualitas hijauan tidak stabil. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas ternak dan efisiensi biaya operasional.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN Subkelompok 7 UNTAG Surabaya merancang program pendampingan yang menitikberatkan pada pembuatan pakan ternak fermentasi berbahan baku lokal. Pakan fermentasi dipilih sebagai alternatif karena dinilai mampu meningkatkan daya simpan, menjaga kualitas nutrisi, serta mengurangi ketergantungan pada pakan segar musiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan proses fermentasi pakan menggunakan peralatan sederhana berupa drum fermentasi yang dilengkapi keran pembuangan. Sistem ini dirancang untuk memudahkan peternak dalam mengontrol proses fermentasi sekaligus menjaga kualitas pakan agar tetap layak konsumsi bagi ternak.
Selain praktik teknis, mahasiswa KKN juga memberikan sosialisasi mengenai manfaat pakan fermentasi, teknik penyimpanan yang tepat, serta pola pemberian pakan secara bertahap. Edukasi ini bertujuan membantu ternak beradaptasi dengan jenis pakan baru tanpa menimbulkan gangguan kesehatan.
Pendampingan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan peternak secara langsung dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga evaluasi hasil. Pola ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong keberlanjutan praktik setelah program KKN berakhir.
Salah satu mahasiswa KKN UNTAG Surabaya, Yestisya Adritama Filimon, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. “Melalui inovasi pakan fermentasi dan pengelolaan pakan yang lebih baik, kami berharap produktivitas peternakan domba Pak Ghofar dapat meningkat dan biaya produksi dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, model pendampingan ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan peternakan rakyat yang lebih modern dan berkelanjutan di Dusun Pringwulung. Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya juga berharap inovasi pakan fermentasi dapat diterapkan secara luas oleh masyarakat Desa Bendunganjati guna memperkuat ketahanan usaha peternakan lokal.
Penulis : Yestisya Adritama Filimon | Prodi Sistem dan Teknologi Informasi | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor : Anisa Putri









