Ubah Botol Plastik Jadi Pengendali Hama, Mahasiswa KKN UNS Kelompok 121 Dorong Pertanian Ramah Lingkungan di Papringan

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pembuatan yellow trap dari botol plastik bekas sebagai upaya pengendalian hama. Foto: KKN 121 UNS

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan sosialisasi pembuatan yellow trap dari botol plastik bekas sebagai upaya pengendalian hama. Foto: KKN 121 UNS

Semarang, Sorotnesia.com – Upaya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia sekaligus menekan timbulan sampah plastik dilakukan Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 121 Tahun 2026 melalui edukasi pembuatan yellow trap dari botol plastik bekas di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Rabu (4/2/2026).

Program tersebut menyasar petani dan warga yang memiliki tanaman di pekarangan rumah. Kegiatan dirancang sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri, dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Ketua KKN UNS Kelompok 121, Sahid Yudha, menjelaskan bahwa inisiatif itu lahir dari dua persoalan yang kerap ditemui di desa, yakni meningkatnya sampah plastik rumah tangga dan masih tingginya penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian hama.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan solusi sederhana yang bisa dibuat sendiri oleh warga. Botol plastik bekas yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan menjadi alat pengendali hama yang murah, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Sahid.

Yellow trap merupakan perangkap serangga berwarna kuning yang memanfaatkan ketertarikan hama terhadap warna cerah. Warna kuning dinilai efektif menarik serangga seperti lalat dan hama kecil lainnya. Dengan tambahan lem perekat, serangga yang hinggap akan terperangkap sehingga populasinya dapat dikendalikan tanpa perlu penyemprotan bahan kimia.

Baca Juga :  Transformasi Sampah Menjadi Solusi, Mahasiswa KKN UNS Tawarkan Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan di Morowali

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan konsep dasar kerja perangkap tersebut, sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya. Alat dan bahan yang digunakan relatif sederhana, antara lain botol plastik bekas, cat atau kertas berwarna kuning, serta lem perekat. Botol dipotong dan dibentuk sedemikian rupa, lalu dilapisi warna kuning dan diolesi lem agar dapat menangkap serangga.

Selain menjelaskan teknik pembuatan, mahasiswa juga memaparkan cara pemasangan di lahan pertanian maupun pekarangan rumah. Penempatan perangkap perlu memperhatikan jarak antarperangkap dan posisi tanaman agar hasilnya optimal. Warga juga diberi pemahaman mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan atau mengganti lem perekat supaya efektivitasnya tetap terjaga.

Selama kegiatan berlangsung, suasana diskusi berjalan interaktif. Sejumlah warga mengajukan pertanyaan terkait ketahanan lem saat terkena hujan, jumlah perangkap ideal untuk satu petak lahan, hingga potensi dampaknya terhadap serangga nonhama. Mahasiswa menekankan bahwa penggunaan yellow trap bersifat selektif dan lebih aman bagi lingkungan dibandingkan pestisida kimia yang dapat meninggalkan residu.

Baca Juga :  Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Tokoh masyarakat setempat, Suwarno, menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan warga. Menurut dia, sebagian petani masih bergantung pada pestisida untuk menjaga hasil panen.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga karena memberikan pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan. Selain membantu mengurangi sampah plastik, yellow trap juga bisa menjadi solusi pengendalian hama yang lebih aman dan hemat biaya,” kata Suwarno.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa membagikan beberapa contoh yellow trap kepada peserta agar dapat langsung dipasang di kebun maupun pekarangan. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi warga untuk memproduksi perangkap serupa secara mandiri dengan memanfaatkan botol plastik bekas di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya memperkenalkan inovasi sederhana, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan praktik pertanian ramah lingkungan. Edukasi tersebut diharapkan menjadi awal penerapan metode pengendalian hama yang lebih berkelanjutan di Desa Papringan.

Program kerja ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat desa, dengan menghadirkan solusi praktis berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Penulis : Nisrina Hasna | Program Studi Ilmu Lingkungan | Universitas Sebelas Maret

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siap Hadapi Keadaan Darurat, Pokdarwis dan Dewasa Muda Desa Sumberdem Belajar Pertolongan Pertama  
Sosialisasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik melalui Literasi Lingkungan dan Pengelolaan Limbah berbasis Keterlibatan Masyarakat di Desa Sumberdem
Kreatif dengan Canva, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Belajar Promosikan Pariwisata Desa Sumberdem
Belajar Microsoft Word, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Tingkatkan Keterampilan Digital melalui Pelatihan Membuat Surat 
Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi
PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi
Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener
Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:30 WIB

Siap Hadapi Keadaan Darurat, Pokdarwis dan Dewasa Muda Desa Sumberdem Belajar Pertolongan Pertama  

Sabtu, 5 September 2026 - 10:09 WIB

Sosialisasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik melalui Literasi Lingkungan dan Pengelolaan Limbah berbasis Keterlibatan Masyarakat di Desa Sumberdem

Sabtu, 5 September 2026 - 09:02 WIB

Kreatif dengan Canva, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Belajar Promosikan Pariwisata Desa Sumberdem

Sabtu, 5 September 2026 - 06:53 WIB

Belajar Microsoft Word, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Tingkatkan Keterampilan Digital melalui Pelatihan Membuat Surat 

Rabu, 2 September 2026 - 20:17 WIB

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi

Berita Terbaru