Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

- Redaksi

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Tim Fajar Indah UNS bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Manahan, Surakarta, setelah rangkaian edukasi literasi keuangan, proteksi finansial, dan manajemen risiko keluarga. Foto: Dok. Pribadi/Tim Fajar Indah UNS

Dokumentasi Tim Fajar Indah UNS bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Manahan, Surakarta, setelah rangkaian edukasi literasi keuangan, proteksi finansial, dan manajemen risiko keluarga. Foto: Dok. Pribadi/Tim Fajar Indah UNS

Surakarta, Sorotnesia.com – Edukasi mengenai keuangan keluarga tidak selalu harus berlangsung dalam bentuk seminar satu arah. Pendekatan melalui simulasi dan diskusi kelompok dapat membuat peserta lebih terlibat dalam memahami sekaligus mempraktikkan cara mengambil keputusan finansial.

Pendekatan tersebut diterapkan Tim Fajar Indah Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program IBU PREATIF (Ibu Protektif dan Kreatif Finansial) bagi ibu-ibu PKK Kelurahan Manahan, Surakarta.

Program yang berlangsung pada 27 dan 29 Agustus 2026 di Kantor Kelurahan Manahan itu menggabungkan seminar, workshop, simulasi, serta komunikasi edukatif melalui WhatsApp Group. Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 35 ibu-ibu PKK Kelurahan Manahan dan 15 peserta dari pihak eksternal.

Tim Fajar Indah menghadirkan UNS Fintech Center sebagai narasumber pada hari pertama dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari kedua. Materi yang diberikan mencakup kesehatan keuangan, manajemen risiko keluarga, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Program IBU PREATIF merupakan bagian dari program yang dirancang Tim Fajar Indah dalam mengikuti ACTION 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Asuransi Astra sebagai perusahaan asuransi bersama Marketeers sebagai konsultan perusahaan.

Peserta Tidak Hanya Mendengarkan Materi

Rangkaian IBU PREATIF telah dimulai sebelum seminar dan workshop berlangsung. Pada 19-26 Agustus 2026, Tim Fajar Indah menjalankan tahap pre-event dengan melakukan koordinasi bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Manahan, menyiapkan materi edukasi, serta mematangkan konsep kegiatan.

Salah satu bagian yang dipersiapkan adalah workshop berupa simulasi pengaturan keuangan keluarga. Peserta nantinya dibagi dalam kelompok dan dihadapkan pada sejumlah situasi yang membutuhkan keputusan finansial.

Untuk menjaga komunikasi dengan peserta, Tim Fajar Indah juga membentuk WhatsApp Group. Grup tersebut digunakan untuk menyampaikan konten edukatif mengenai literasi keuangan dan asuransi, informasi kegiatan, call to action (CTA), serta menjadi ruang diskusi.

Baca Juga :  MBKM PSDKU PGSD UNS Dorong Pembelajaran Berbasis Teknologi Lewat Workshop Media Pembelajaran Digital

Tahap tersebut menjadi bagian dari strategi kegiatan agar proses edukasi tidak hanya berlangsung ketika peserta berada di lokasi acara.

Pada 27 Agustus 2026, kegiatan utama dimulai dengan pengisian pre-test. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai keuangan dan asuransi.

Peserta kemudian mengikuti seminar bersama UNS Fintech Center dengan topik “Kesehatan Keuangan dan Manajemen Risiko Keluarga”. Setelah materi diberikan, peserta tidak langsung mengakhiri sesi. Mereka mengikuti 1st Month Challenge sebagai bagian dari simulasi pengelolaan keuangan keluarga.

Dalam sesi tersebut, peserta berdiskusi secara berkelompok dan menentukan tindakan keuangan yang akan dipilih dalam sejumlah situasi. Dengan metode ini, peserta diajak menghubungkan materi yang diterima dengan pengambilan keputusan dalam kehidupan keluarga.

Rangkaian simulasi berlanjut pada 29 Agustus 2026 melalui 2nd, 3rd, dan 4th Month Challenge. Sesi tersebut menjadi kelanjutan dari simulasi sebelumnya dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk kembali mempraktikkan pengelolaan keuangan serta penerapan proteksi dalam kehidupan keluarga.

OJK Berikan Edukasi Aktivitas Keuangan Ilegal

Selain simulasi, aspek perlindungan dari risiko keuangan juga menjadi perhatian dalam program tersebut.

Pada hari kedua, Tim Fajar Indah menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi dengan topik “Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal”.

Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kewaspadaan peserta terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal. Peserta juga didorong agar lebih bijak ketika mengambil keputusan yang berkaitan dengan kondisi finansial.

Kehadiran OJK melengkapi materi pada hari pertama yang membahas kesehatan keuangan dan manajemen risiko keluarga. Dengan demikian, rangkaian program tidak hanya membahas bagaimana mengatur keuangan, tetapi juga bagaimana mengenali risiko yang dapat memengaruhi kondisi finansial keluarga.

Baca Juga :  Outing Class TK Kartini ke Griya Batik Mangklek: Membangun Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal

Setelah seluruh rangkaian seminar dan workshop selesai, peserta mengisi post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah mengikuti kegiatan. Peserta juga diminta mengisi post-survey sebagai bentuk penilaian sekaligus memberikan masukan terhadap pelaksanaan program.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada kelompok dengan performa terbaik selama rangkaian workshop.

Mendapat Apresiasi dari Kelurahan Manahan

Konsep kegiatan yang memadukan edukasi dengan aktivitas interaktif mendapat respons positif dari peserta maupun pihak Kelurahan Manahan.

Bapak Lurah menyampaikan bahwa program IBU PREATIF berlangsung dengan seru. Pihak kelurahan juga terbuka apabila terdapat kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan mahasiswa dalam kegiatan berikutnya.

Sementara itu, Bu Lurah memberikan rating 9 dari 10 ketika diminta memberikan penilaian terhadap acara tersebut. Ia menyertakan pesan, “1-nya tingkatkan lagi keseruannya!”

Respons tersebut menunjukkan penerimaan positif terhadap pelaksanaan program yang tidak hanya berisi pemaparan materi. Peserta juga terlibat langsung dalam simulasi dan diskusi kelompok selama workshop.

Melalui pola tersebut, IBU PREATIF berupaya memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif. Peserta memperoleh materi mengenai literasi keuangan, proteksi finansial, dan risiko keuangan, sekaligus mendapatkan ruang untuk mempraktikkan pengambilan keputusan melalui simulasi.

Setelah kegiatan utama berakhir, Tim Fajar Indah memasuki tahap post-event pada 30-31 Agustus 2026. Tahap tersebut diisi dengan publikasi video recap dan press release.

Publikasi menjadi bagian dari rangkaian program untuk mendokumentasikan pelaksanaan IBU PREATIF sekaligus menyebarluaskan pengalaman dan dampak kegiatan yang telah dilakukan sebagai bagian dari ACTION 2026.

Melalui kombinasi seminar, workshop, simulasi, dan komunikasi berkelanjutan, IBU PREATIF menempatkan peserta bukan hanya sebagai penerima informasi. Ibu-ibu PKK juga dilibatkan dalam proses memahami dan mempraktikkan pengelolaan keuangan keluarga serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko finansial.

Penulis : Tim Fajar Indah UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut
Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 297 Perkuat Budaya Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Segorogunung
Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga
KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu
Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Penangkan Lebih Informatif lewat Media Visual dan Komunikasi
Dari Lahan hingga Literasi Keuangan, KKN-PPM 18 UMBY Dorong Warga Dusun Bono Lebih Mandiri Penuhi Kebutuhan Pangan
KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:03 WIB

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu

Berita Terbaru

Ilustrasi

Narasi+

Peran Jasa Buzzer Menciptakan Tren dan Diskusi Publik

Senin, 31 Agu 2026 - 04:29 WIB