Mahasiswa KKN UNS Olah Jagung Lokal Jadi PMT, Dorong Pencegahan Stunting di Karangtengah

- Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Balita, Ibu balita dan Bidan Desa Karangtengah. Foto: Dok. Pribadi/KKN UNS Kelompok 17

Foto bersama Balita, Ibu balita dan Bidan Desa Karangtengah. Foto: Dok. Pribadi/KKN UNS Kelompok 17

Blora, Sorotnesia.com – Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu cara yang dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam mendukung pemenuhan makanan tambahan bagi balita. Di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mahasiswa KKN UNS Kelompok 17 mengolah jagung menjadi puding jagung dan membagikannya kepada balita dalam kegiatan Kelas Balita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Karangtengah, Dusun Karangtengah, Sabtu (25/7/2026). Program bertajuk “Optimalisasi Kelas Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi, Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut, serta Pemberian PMT Berbasis Jagung” itu diikuti 13 ibu balita dan 13 balita.

Kegiatan juga didampingi dua bidan desa serta delapan mahasiswa KKN UNS. Emy Salma Khairunnisa menjadi penanggung jawab atau PIC program.

Pengolahan jagung menjadi puding menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut. Jagung dipilih karena merupakan salah satu hasil pertanian yang mudah ditemukan di Desa Karangtengah. Mahasiswa kemudian mengenalkan alternatif pengolahan jagung agar dapat disajikan sebagai makanan tambahan yang lebih menarik bagi anak.

Sebanyak 20 porsi puding jagung disiapkan mahasiswa KKN UNS untuk dibagikan kepada balita peserta kegiatan. Selain jagung sebagai bahan utama, puding tersebut dibuat dengan tambahan fla, telur, susu, gula, garam, dan sejumlah bahan pendukung lainnya.

“Jagung cukup mudah ditemukan di Desa Karangtengah, sehingga kami ingin mengenalkan bahwa jagung tidak hanya bisa dimasak seperti biasa, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan tambahan yang lebih menarik untuk anak,” jelas Emy Salma Khairunnisa, selaku PIC program.

Baca Juga :  PKK Desa Kagokan Jadi Garda Depan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Lewat Program AROMA Mahasiswa KKN UNS

Pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan makanan tambahan bagi balita. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkenalkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi hidangan dengan bentuk yang lebih sesuai untuk menarik minat anak.

Namun, kegiatan Kelas Balita tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan. Mahasiswa KKN UNS juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai gizi balita dan pencegahan stunting.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Para ibu diajak memahami peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Materi kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut. Penyampaian materi dibuat dalam bentuk aktivitas sederhana sehingga dapat diikuti langsung oleh balita.

Mahasiswa menggunakan kertas yang telah dilaminasi dan diberi coretan spidol sebagai ilustrasi gigi yang kotor. Anak-anak kemudian diminta membersihkan coretan tersebut menggunakan spons. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menyikat gigi secara langsung.

Metode tersebut membuat balita tidak hanya menerima materi melalui penjelasan, tetapi juga terlibat dalam aktivitas praktik. Pendekatan ini digunakan untuk membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini.

“Anak-anak tadi bukan hanya mendengarkan, tetapi langsung mencoba membersihkan ‘gigi’ dan mempraktikkan cara menyikat gigi. Cara seperti ini membuat mereka lebih mudah mengikuti dan memahami materi,” ujar salah satu bidan desa yang mendampingi kegiatan.

Baca Juga :  Personal Branding Jadi Kunci, Mahasiswa Amikom Bantu UMKM Sleman Hadapi Tantangan Digital Lewat "Pop Your Brand"

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KKN Kelompok 17 UNS yang menggabungkan edukasi kesehatan dengan pemanfaatan potensi pangan setempat. Pencegahan stunting tidak hanya ditempatkan pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga melalui peningkatan pemahaman orang tua mengenai gizi dan kesehatan anak.

Bagi masyarakat Desa Karangtengah, keberadaan jagung sebagai salah satu hasil pertanian setempat menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung variasi olahan pangan. Melalui puding jagung, mahasiswa memperkenalkan salah satu bentuk pengolahan yang dapat diterapkan sebagai alternatif makanan tambahan.

Program tersebut juga dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Melalui Kelas Balita, mahasiswa KKN UNS Kelompok 17 berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi mengenai gizi, pencegahan stunting, serta kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan sehat sejak usia dini.

Sementara itu, pengolahan jagung menjadi PMT diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan pangan lokal yang tersedia di lingkungan masyarakat. Bahan yang mudah ditemukan dapat diolah menjadi makanan tambahan dengan bentuk yang lebih beragam dan menarik bagi balita.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pendekatan mahasiswa KKN dalam mendukung keluarga dan masyarakat melalui edukasi kesehatan serta pemanfaatan potensi lokal. Upaya itu diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan anak sejak usia dini.

Penulis : Emy Salma Khairunnisa | KKN UNS Kelompok 17, Desa Karangtengah, Kabupaten Blora Periode Juli–Agustus 2026

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi
PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi
Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener
Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga
KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut
Mahasiswa KKN UNS Kelompok 297 Perkuat Budaya Literasi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Segorogunung
Dari Hasil Panen untuk Kebun, PKK Desa Pager Rawat TOGA dan Bangun Kemandirian Warga
Edukasi Gizi dari Dapur Keluarga, Mahasiswa KKN Dorong Warga Kebondowo Cerdas Mengolah Pangan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:17 WIB

Faisal Tahadju Raih Dua Kredensial Nonakademik, Perkuat Kompetensi Negosiasi dan Pelatihan Motivasi

Rabu, 2 September 2026 - 10:12 WIB

PERJUSA SMPN 13 Magelang Jadi Ruang Belajar Karakter, Mahasiswa MKT Untidar Turut Mendampingi

Selasa, 1 September 2026 - 14:35 WIB

Segorogunung Merdeka Cup 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Olahraga Warga Dusun Mener

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Tak Sekadar Seminar, IBU PREATIF Tim Fajar Indah UNS Ajak Ibu PKK Praktik Kelola Keuangan Keluarga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:03 WIB

KKN Berdampak 174 UMM Resmikan Rocket Stove di Desa Kilensari, Tekan Kebiasaan Warga Buang Sampah ke Laut

Berita Terbaru